Yang Dibahas: BP BUMN perkuat peran BUMN untuk dukung Astacita Presiden Prabowo
BP BUMN Perkuat Peran BUMN untuk Dukung Visi Astacita Presiden Prabowo
Malang, Jawa Timur (ANTARA) – Badan Pengaturan BUMN terus menguatkan peran BUMN sebagai penggerak ekonomi sekaligus penyalur manfaat sosial yang nyata bagi masyarakat, sesuai dengan visi Astacita yang dianut Presiden Prabowo Subianto. Dalam pernyataannya, Kepala BP BUMN Dony Oskaria menekankan bahwa perusahaan-perusahaan milik negara (BUMN) harus menjadi motor penggerak yang mampu menghasilkan nilai ekonomi serta dampak sosial yang berkelanjutan bagi rakyat.
“BUMN harus menjadi motor penggerak yang tidak hanya menghasilkan nilai ekonomi, tetapi juga mampu memberikan dampak sosial yang luas dan berkelanjutan bagi masyarakat,” ujar Dony Oskaria dalam keterangan resmi yang diterima di Malang, Jawa Timur, Jumat.
Komitmen tersebut muncul dalam rapat internal yang dipimpin Dony bersama tim manajemen BP BUMN. Kepala BP BUMN mengatakan pertemuan tersebut membahas strategi untuk memastikan BUMN semakin relevan dengan kebutuhan pembangunan nasional. Pada kesempatan itu, ditekankan bahwa BUMN tidak hanya dituntut menciptakan nilai ekonomi, tetapi juga harus memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.
Dony, yang juga menjabat sebagai COO Danantara, mengusulkan penguatan peran BUMN melalui kontribusi sosial, pengembangan SDM unggul, percepatan inovasi, serta penerapan tata kelola perusahaan yang baik. Menurutnya, tata kelola profesional, transparan, dan akuntabel menjadi fondasi penting untuk mendukung pencapaian Astacita. Dengan tata kelola yang kuat, BUMN diharapkan menjalankan tugasnya dengan integritas tinggi dan memberikan kontribusi lebih besar bagi kepentingan publik.
Upaya memperkuat peran BUMN menjadi bagian dari strategi BP BUMN untuk menghadapi tantangan global serta memastikan arah pembangunan yang inklusif. Transformasi ini merupakan langkah berkelanjutan dalam menjaga kehadiran BUMN yang tangguh, adaptif, dan berorientasi masa depan, sehingga dapat memberikan dampak optimal bagi bangsa dan negara.
