Pembahasan Penting: Trump ancam hukum negara-negara NATO yang tolak bantu AS serang Iran
Trump ancam hukum negara-negara NATO yang tolak bantu AS serang Iran
Dalam pertemuan di Moskow, Presiden AS Donald Trump menyatakan frustrasi terhadap beberapa negara sekutu NATO yang membatasi akses militer Amerika Serikat. Laporan Financial Times mengungkapkan kekesalan Trump selama pertemuan dengan Sekretaris Jenderal NATO, Mark Rutte. Media tersebut merujuk pada pejabat dan sumber yang dekat dengan sidang tersebut.
Ketidakpuasan Trump terhadap negara-negara Eropa yang tidak mendukung operasi AS di Iran disebut-sebut menjadi fokus utama diskusi dengan Rutte di Gedung Putih. Meski demikian, Trump belum merinci tindakan spesifik yang akan diambil terhadap negara-negara tersebut.
Sebelumnya, pada 17 Maret, Trump mengkritik NATO karena tidak memberikan dukungan yang cukup untuk operasi militer AS melawan Iran. Ia menyebut langkah aliansi itu sebagai “kesalahan yang sangat bodoh.” Presiden AS itu juga menunjukkan ketidakjutan bahwa mayoritas anggota NATO tidak mau terlibat dalam perang tersebut.
“NATO telah membuat kesalahan yang sangat bodoh dengan tidak mendukung AS dalam operasi militernya melawan Iran,” tulis Trump dalam postingan Truth Social pada Kamis (9/4).
Selama pertemuan dengan Rutte pada Rabu (8/4), Trump menyampaikan kekecewaannya terhadap aliansi pertahanan yang ia anggap kurang loyal. Ia menyoroti kecemburuan terhadap Prancis dan Spanyol, yang dianggap lebih aktif dalam menolak bantuan militer AS.
Sebagai akibatnya, Trump menyatakan bahwa NATO kini dianggap sebagai aliansi “satu arah.” Ia menegaskan keyakinan bahwa negara-negara anggota akan membatasi dukungan jika Washington meminta bantuan.
