Danantara sambut baik penetapan 3 lokasi proyek PSEL sebagai PSN
Special Plan – Jakarta, Rabu – PT Danantara Investment Management (DIM) dan anak perusahaan mereka, PT Daya Energi Bersih Nusantara (Denera), menyatakan dukungan terhadap pengakuan tiga proyek pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL) sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN). Ketiga proyek ini berlokasi di Bekasi, Bogor Raya, dan Denpasar Raya, yang termasuk dalam gelombang pertama implementasi program tersebut. Dengan status PSN, kedua perusahaan melihat peluang untuk mempercepat pematangan ekosistem Waste-to-Energy (WtE), yang diharapkan menjadi solusi berkelanjutan bagi masalah penanganan sampah di Indonesia.
Komitmen Pemerintah untuk Solusi Terintegrasi
Pandu Sjahrir, CEO DIM, dalam pernyataan resmi di Jakarta, mengungkapkan bahwa pengakuan PSN terhadap tiga proyek ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam menyelesaikan krisis sampah melalui pendekatan holistik. Ia menekankan bahwa inisiatif ini tidak hanya meningkatkan efisiensi pengelolaan limbah, tetapi juga mengurangi ketergantungan pada Tempat Pengolahan Sampah (TPA) serta memaksimalkan potensi sampah sebagai sumber energi. “Status PSN memberikan kejelasan dalam upaya mewujudkan transformasi pengelolaan sampah nasional,” jelas Pandu.
“Penetapan PSN terhadap tiga lokasi gelombang pertama ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk menghadirkan solusi yang terintegrasi untuk mengatasi krisis sampah. Inisiatif ini mencakup perbaikan sistem pengelolaan sampah, pengurangan ketergantungan pada TPA, hingga optimalisasi pemanfaatan sampah menjadi energi,” ujar Pandu.
Regulasi yang Mendukung Status PSN
Status PSN ini ditetapkan berdasarkan Peraturan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Nomor 16 Tahun 2025, yang mengakui Program Pengelolaan Sampah Terpadu sebagai bagian dari Daftar Proyek Strategis Nasional (PSN). Selain itu, pengakuan ini juga didukung oleh Peraturan Presiden Nomor 35 Tahun 2018 serta Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2025, yang menekankan percepatan pembangunan fasilitas pengolahan sampah berbasis teknologi ramah lingkungan. Peraturan-peraturan ini memberikan kerangka hukum untuk mendorong kolaborasi antar sektor dalam mewujudkan proyek berdampak jangka panjang.
Proses Penetapan dan Peran BUPP
Proses penetapan PSN dilakukan melalui Surat Keterangan Proyek Strategis Nasional (PSN) yang dikeluarkan oleh Komite Percepatan Penyediaan Infrastruktur Prioritas (KPPIP), Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian. Surat tersebut diberikan kepada masing-masing Badan Usaha Pengembang dan Pengelola (BUPP) yang bertanggung jawab atas pengembangan proyek di Bekasi, Bogor Raya, serta Denpasar Raya. Tiga BUPP yang telah mendapatkan status PSN adalah bagian dari pemilihan mitra PSEL oleh DIM, dengan peran utama mengelola proyek sesuai rencana dan tata kelola yang disepakati bersama pemerintah.
Keseimbangan Antara Efisiensi dan Keberlanjutan
Menurut Fadli Rahman, CEO Denera, penetapan PSN menunjukkan bahwa pengelolaan sampah melalui PSEL bukan hanya kebutuhan lokal, tetapi juga menjadi prioritas nasional. “Status PSN ini memberikan kepastian untuk mempercepat realisasi di tiga lokasi awal, sekaligus menjadi fondasi untuk proyek selanjutnya,” tambah Fadli. Ia menyoroti bahwa proyek ini berpotensi menciptakan nilai ekonomi, sosial, dan lingkungan yang berkelanjutan, terutama bagi masyarakat perkotaan yang menghadapi tantangan dalam pengelolaan limbah.
“Bagi Denera, status PSN ini tidak hanya mempercepat realisasi di tiga lokasi awal, tetapi juga menjadi pijakan penting bagi pengembangan fasilitas PSEL di lokasi-lokasi berikutnya,” ujar Fadli Rahman.
Langkah Awal Menuju Ekosistem PSEL Nasional
Kedua perusahaan menilai tiga proyek ini sebagai bagian dari transformasi nasional dalam menangani sampah. Dengan kerja sama bersama pemerintah, pemerintah daerah (pemda), mitra teknologi, dan berbagai pemangku kepentingan, DIM dan Denera berupaya menyediakan solusi yang tidak hanya menyelesaikan masalah penumpukan sampah, tetapi juga mendorong inovasi dalam pengelolaan sumber daya alam. Proyek PSEL di Bekasi, Bogor Raya, dan Denpasar Raya diharapkan menjadi contoh sukses yang dapat diikuti di wilayah lain.
Penguatan Koordinasi dan Fasilitas Pendukung
Dengan status PSN, proyek-proyek tersebut akan menerima dukungan lebih kuat melalui penguatan koordinasi lintas kementerian dan lembaga. Selain itu, KPPIP serta Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian akan memberikan fasilitasi dalam menyelesaikan hambatan teknis, administratif, dan finansial. Berbagai instrumen seperti pengalokasian dana, kebijakan dukungan, dan pembinaan pihak terkait akan menjadi pendorong utama untuk memastikan proyek berjalan efisien dan sesuai target. Pandu Sjahrir menambahkan bahwa keberhasilan proyek ini akan menjadi batu loncatan bagi pengembangan teknologi WtE di Indonesia.
Manfaat Jangka Panjang untuk Masyarakat
Proyek PSEL di tiga lokasi tersebut tidak hanya menyelesaikan masalah penumpukan sampah, tetapi juga berkontribusi pada peningkatan kualitas hidup masyarakat. Dengan mengubah sampah menjadi energi, proyek ini membantu mengurangi polusi udara, menekan volume limbah yang diangkut ke TPA, dan menghasilkan keuntungan ekonomi melalui penghematan biaya energi. Pandu menegaskan bahwa kolaborasi antara sektor swasta