Kapolda Metro Jaya Tekankan Sikap Humanis dalam Mengamankan Demonstrasi Mahasiswa
Solving Problems – Jakarta, Jumat – Kepolisian Metropolitan Jakarta (Polda Metro Jaya) mengambil langkah khusus untuk memastikan aksi demonstrasi yang diikuti mahasiswa berjalan aman dan terkontrol. Kapolda Metro Jaya, Komjen Pol Asep Edi Suheri, meminta seluruh personel yang bertugas mengawal acara tersebut untuk bersikap humanis dan menganggap peserta aksi sebagai bagian dari komunitas yang perlu dijaga. Dalam pidatonya saat memimpin apel kesiapan di Jakarta, Asep menyampaikan bahwa mahasiswa bukanlah musuh, melainkan warga masyarakat yang berhak menyampaikan pendapat. “Saya meminta seluruh anggota polisi untuk menganggap para mahasiswa sebagai keluarga kita, dan kita harus menjamin kenyamanan serta keamanan mereka saat berdemo,” jelas Asep.
Pernyataan Kapolda Metro Jaya
Kapolda menekankan bahwa personel pengamanan harus menjaga kesabaran dan kemampuan mengendalikan situasi dengan baik. Ia mengingatkan bahwa setiap tindakan di lapangan harus dilakukan secara terukur dan sesuai dengan prosedur yang berlaku. “Seluruh tindakan di lapangan harus satu komando. Tidak boleh ada inisiatif sendiri tanpa instruksi resmi. Laksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab, humanis, dan terukur,” tegas Asep. Selain itu, ia juga memastikan bahwa tidak ada satu pun personel yang membawa senjata api ke lokasi aksi, agar tidak menimbulkan ketakutan pada peserta demonstrasi.
“Adik-adik mahasiswa adalah keluarga kita. Mereka bukan lawan, melainkan warga masyarakat yang harus kita layani, kita jaga, dan kita amankan dengan sebaik-baiknya,” kata Asep dalam pidatonya.
Detail Komposisi Personel Pengamanan
Dalam operasi pengamanan ini, Polda Metro Jaya melibatkan total 6.088 personel gabungan dari TNI dan Polri. Komposisi tim terdiri dari 500 personel TNI, 1.000 anggota Korbrimob, 200 personel BKO Korsabhara, serta 3.802 personel dari Polda Metro Jaya dan 586 anggota dari jajaran Polres Metro. Asep mengatakan bahwa distribusi jumlah ini bertujuan untuk menjamin kehadiran yang cukup di setiap titik rawan, seperti di sekitar Gedung DPR/MPR RI, Patung Kuda, dan kawasan Cikini.
Panduan untuk Menghadapi Dinamika Massa
Kapolda menekankan pentingnya disiplin dan konsistensi dalam menangani aksi unjuk rasa. Ia meminta personel untuk tidak mudah terpancing oleh emosi atau perubahan tiba-tiba dari peserta demonstrasi. “Kita harus siap menghadapi berbagai situasi, baik yang tenang maupun yang intens, dengan cara yang penuh empati,” tambah Asep. Selain itu, ia menekankan bahwa seluruh pergerakan pasukan di lapangan harus berada dalam satu komando resmi agar tindakan pengamanan tidak melenceng dari tujuan utama, yaitu menjaga keamanan dan ketertiban.
Pernyataan Kabid Humas Polda Metro Jaya
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, juga menyampaikan pesan serupa. Ia menjelaskan bahwa kehadiran ribuan petugas di lapangan bertujuan untuk mendukung, bukan menghambat, aspirasi mahasiswa. “Kami mengimbau para mahasiswa untuk menyampaikan pendapat dengan baik, tertib, serta tetap menjaga keharmonisan dengan masyarakat lain yang beraktivitas,” ujar Budi. Menurutnya, kepolisian ingin memastikan bahwa hak konstitusional mahasiswa berjalan lancar tanpa mengganggu kenyamanan umum.
“Kami berharap kegiatan pelayanan dan pengamanan penyampaian pendapat ini dapat berjalan aman, tertib, lancar, dan terkendali,” kata Budi.
Langkah Tambahan untuk Menjaga Kelancaran Lalu Lintas
Ditlantas Polda Metro Jaya telah melakukan penyiapan khusus untuk menghindari kemacetan di jalur utama Jakarta. Personel diturunkan di berbagai titik rawan guna melakukan pengaturan lalu lintas secara situasional dan humanis. Hal ini dilakukan sebagai langkah pencegahan agar aksi demonstrasi tidak mengganggu aktivitas sehari-hari warga. “Kami berharap kegiatan ini tidak hanya berjalan aman, tetapi juga tidak menghambat alur lalu lintas di kota,” tambah Budi. Selain itu, pihak kepolisian juga meminta mahasiswa untuk saling menjaga barisan agar tidak disusupi oleh kelompok lain yang berniat memprovokasi atau merusak kesantunan.
Strategi dalam Menjaga Keberlanjutan Aksi
Kapolda menyampaikan bahwa penggunaan senjata api ditiadakan di lokasi demo sebagai bentuk kehati-hatian. Ini untuk meminimalkan risiko terjadinya konflik yang berpotensi memperparah situasi. “Kita ingin menciptakan suasana yang nyaman bagi peserta aksi dan masyarakat sekitar,” jelas Asep. Selain itu, ia juga mengingatkan bahwa setiap personel harus mampu memahami konteks aksi, termasuk alasan serta tu