Key Strategy: 80.000 Sekolah di Indonesia Direvitalisasi oleh Abdul Mu’ti
Key Strategy – Dalam upaya memperkuat sistem pendidikan nasional, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) Abdul Mu’ti menyoroti strategi utama pemerintah dalam revitalisasi lebih dari 80.000 sekolah. Strategi ini menjadi fokus utama dalam kunjungan kerjanya ke Kudus, tempat salah satu sekolah yang telah menyelesaikan renovasi fasilitasnya. Dalam wawancara setelah meresmikan kelas internasional di SD Aisyiyah Multilingual Darussalam (SDA Mulida), Mu’ti menyampaikan bahwa program Key Strategy ini bertujuan meningkatkan kualitas pendidikan dan memastikan semua sekolah siap digunakan secara optimal.
Perkembangan Revitalisasi Sekolah Tahun 2025-2026
Program revitalisasi sekolah telah memasuki tahap percepatan, dengan target yang terus diperluas. Mu’ti menjelaskan bahwa pada tahun 2025, sebanyak 16.167 sekolah menjadi sasaran utama, dan angka ini meningkat signifikan di tahun 2026 menjadi 71.744. “Pada 2025, kita fokus pada 16.167 sekolah, lalu di 2026, target Key Strategy kami diperluas hingga 71.744 sekolah,” kata Mu’ti. Ini menunjukkan upaya pemerintah untuk menjangkau lebih banyak sekolah di seluruh Indonesia.
“Pada 2025, kita fokus pada 16.167 sekolah, lalu di 2026, target Key Strategy kami diperluas hingga 71.744 sekolah,”
Awalnya, pemerintah menetapkan anggaran sebesar Rp14 triliun untuk revitalisasi 11.744 satuan pendidikan, tetapi target tersebut diperluas menjadi 71.744 sekolah. “Penambahan ini dilakukan untuk memperluas cakupan program Key Strategy ke berbagai tingkat pendidikan,” tambahnya. Mu’ti juga menyebutkan bahwa 70 persen anggaran telah dikeluarkan, sehingga sejumlah sekolah sudah selesai diperbaiki dan bisa diresmikan dalam beberapa bulan mendatang.
Revitalisasi Mencakup Seluruh Jenjang Pendidikan
Program Key Strategy ini tidak hanya fokus pada perbaikan fisik, tetapi juga mencakup peningkatan kurikulum dan kualitas pengajar. Mu’ti menegaskan bahwa revitalisasi gedung sekolah dari Taman Kanak-Kanak (TK) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA) adalah bagian dari upaya menyelaraskan standar pendidikan di seluruh jenjang. “Perbaikan ini mencakup seluruh tingkat pendidikan, mulai dari usia dini hingga menengah,” ujarnya. Hal ini memastikan bahwa kebutuhan pendidikan dasar dan menengah diakomodasi secara merata.
Kabupaten Kudus menjadi salah satu daerah yang terlibat dalam program ini, meski jumlah sekolah yang direvitalisasi di sana masih dalam proses perhitungan. “Data Kudus terus berubah, sehingga angkanya belum bisa ditetapkan secara pasti,” katanya. Mu’ti menyatakan bahwa tambahan 60.000 sekolah dalam program Key Strategy akan mulai diimplementasikan di bulan Agustus atau September 2026, sebagai langkah lanjutan untuk meningkatkan infrastruktur pendidikan.
“Data Kudus terus berubah, sehingga angkanya belum bisa ditetapkan secara pasti,”
Mu’ti menekankan bahwa revitalisasi sekolah merupakan komitmen pemerintah dalam meningkatkan akses pendidikan. “Dengan Key Strategy ini, kita ingin mengurangi kesenjangan fasilitas pendidikan di berbagai wilayah,” ujarnya. Progres yang telah dicapai menunjukkan peran aktif pemerintah dalam memastikan semua satuan pendidikan memiliki lingkungan belajar yang layak.
Manfaat dan Harapan dari Program Revitalisasi
Revitalisasi sekolah tidak hanya memperbaiki kondisi fisik, tetapi juga berdampak pada pengalaman belajar siswa. Mu’ti mengatakan bahwa dengan Key Strategy ini, para murid dapat menikmati lingkungan belajar yang lebih nyaman dan aman. “Perbaikan infrastruktur pendidikan akan membuka peluang yang lebih baik untuk pembelajaran,” tambahnya. Selain itu, ia menilai bahwa program ini mendorong partisipasi masyarakat dalam mengembangkan sistem pendidikan nasional.
Dalam perjalanan program Key Strategy, Mu’ti menyampaikan bahwa kerja sama antara pemerintah daerah dan pusat sangat penting. “Kolaborasi ini menjadi kunci sukses dalam mencapai target 80.000-an sekolah yang direvitalisasi,” ujarnya. Ia juga mengingatkan bahwa progres pembangunan akan terus dipantau untuk memastikan program berjalan sesuai rencana dan memberikan hasil maksimal bagi masyarakat.
Revitalisasi sekolah di Indonesia melalui Key Strategy ini diharapkan dapat menjadi fondasi untuk pendidikan yang lebih berkualitas. Mu’ti optimis bahwa dengan upaya yang konsisten, program ini akan memberikan manfaat yang luas bagi seluruh lapisan masyarakat, terutama anak-anak yang tinggal di daerah terpencil. “Key Strategy ini juga membuka peluang untuk mempercepat penyelesaian rehabilisasi sekolah rusak,” tuturnya. Keseluruhan langkah ini menjadi bagian dari rencana jangka panjang pemerintah dalam membangun sistem pendidikan yang merata dan modern.