Politik

New Policy: Profil Dini Yuliani, sosok pendamping setia Bupati Purwakarta Om Zein

New Policy: Dini Yuliani, Pendamping Setia Bupati Purwakarta Om Zein

New Policy – Om Zein, Bupati Purwakarta, baru saja kehilangan pendamping setia dan sosok inspiratifnya, Dini Yuliani. Berita duka ini menyentak masyarakat setelah perempuan berusia 57 tahun itu menghembuskan napas terakhir pada Selasa (28/10) di Rumah Sakit Umum Daerah Bayu Asih. Dini Yuliani, yang dikenal dengan nama kecilnya, memegang peran penting dalam memperkuat visi pemerintahan Om Zein, terutama dalam mengimplementasikan New Policy yang menitikberatkan pada keadilan dan keberlanjutan pembangunan.

Peran Dini Yuliani dalam Kepemimpinan Kolaboratif

Dini Yuliani tidak hanya menjadi pendamping pribadi, tetapi juga menjadi bagian dari tim strategis dalam menyukseskan New Policy yang diterapkan di Purwakarta. Dalam perannya sebagai Ketua TP PKK dan Ketua Tim Pembina Posyandu, ia aktif menggerakkan program kegiatan sosial yang mengintegrasikan aspek kesehatan, pendidikan, dan kesejahteraan masyarakat. Ketekunan dalam menjalankan tugas ini menunjukkan kontribusi nyata dalam membangun masyarakat yang lebih inklusif.

“Dini bukan hanya pendamping, tetapi juga ikut berperan dalam menyusun kebijakan dan menyebarluaskan ide-ide New Policy ke masyarakat,” ujar seorang sumber terdekat dalam wawancara di TPU Kampung Genggereng, Desa Salem. Ia juga dikenal sebagai perempuan yang selalu hadir dalam setiap kegiatan komunitas, menjembatani antara pemerintah dan warga, sekaligus memastikan kebijakan tidak hanya dirancang, tetapi juga diterima oleh masyarakat.

Kontinjuitas Tradisi Tadarus Bulanan

Selama 12 tahun terakhir, Dini Yuliani menjadi penggerak utama tradisi tadarus bulanan di Purwakarta. Tradisi ini, yang ia pedomani sejak awal, telah menjadi simbol kebersamaan dan komitmen terhadap nilai-nilai keagamaan. Pesan terakhirnya kepada Om Zein tentang pentingnya menjaga tradisi ini menunjukkan bagaimana New Policy tidak hanya berfokus pada isu teknis, tetapi juga pada pengakuan terhadap kebudayaan lokal yang menjadi bagian dari identitas daerah.

Sebelum menjadi istri seorang bupati, Dini Yuliani pernah menjabat sebagai anggota DPRD Purwakarta selama periode 2019–2024. Pengalaman ini memberinya wawasan dalam perancangan kebijakan, yang kemudian ia bawa ke posisi pendamping pemerintahan. Dalam berbagai forum, ia aktif menyuarakan kebutuhan masyarakat, menjadi bagian dari proses New Policy yang menekankan partisipasi aktif dari masyarakat dalam pengambilan keputusan.

Dedi Mulyadi, Gubernur Jawa Barat, menegaskan bahwa kepergian Dini Yuliani adalah kehilangan besar bagi Purwakarta. “Ia adalah perempuan yang tulus, ikhlas, dan mendedikasikan hidup untuk suami, anak, dan masyarakat,” ujarnya setelah menghadiri pemakaman. Karakternya yang hangat dan ramah membuat ia dihormati, bukan hanya sebagai pendamping, tetapi juga sebagai bagian dari New Policy yang mengutamakan kehadiran pemerintah di tengah masyarakat.

Kehilangan Dini Yuliani membuat banyak warga Purwakarta merasa kehilangan sosok yang selalu menyemangati. Ia dikenang sebagai perempuan yang menjembatani kepentingan keluarga dan masyarakat, serta memastikan New Policy tidak hanya menjadi dokumen, tetapi juga kehidupan nyata. Dengan ketekunan dan kehangatan, ia meninggalkan jejak yang tak terlupakan dalam dunia pemerintahan dan sosial.

Rina Kurniawan

Rina Kurniawan menulis artikel yang menekankan pentingnya empati, kepedulian, dan keberlanjutan dalam kegiatan amal. Melalui atapkitadonasi.com, Rina menghadirkan panduan dan wawasan seputar donasi yang berorientasi pada manfaat jangka panjang. Ia percaya bahwa kebaikan yang direncanakan dengan baik akan memberi dampak lebih luas.