Pertamina Pastikan Pasok BBM Tidak Terganggu Pasca-Gempa
Solution For – Palu, Sulawesi Tengah – Setelah terjadi gempa bumi dengan skala magnitudo 6,7 yang mengguncang wilayah Sulawesi Tengah, Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi memastikan bahwa distribusi bahan bakar minyak (BBM) serta elpiji tetap berjalan lancar. Perusahaan energi nasional ini memberikan jaminan bahwa operasional penyediaan energi tidak terhambat, meski masih dalam masa pemulihan pasca-bencana. Penyataan ini disampaikan oleh Sales Branch Manager (SBM) Sulteng I Fuel Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Made Bilan Asasia, melalui keterangan tertulisnya di Palu, Selasa.
Operasional SPBU dan Fasilitas Penyalur BBM Berjalan Normal
Dalam pernyataannya, Made Bilan Asasia mengungkapkan bahwa seluruh titik pengisian bahan bakar (SPBU) dan lembaga penyalur BBM di Sulawesi Tengah tetap aktif memberikan pelayanan. Pemantauan yang dilakukan oleh Pertamina menunjukkan tidak ada laporan kerusakan infrastruktur atau gangguan operasional yang menyebabkan interupsi dalam pasokan bahan bakar ke masyarakat. Menurutnya, keberlanjutan distribusi BBM dan elpiji tetap terjaga karena stok bahan bakar dalam kondisi memadai, serta sistem distribusi dari terminal penyimpanan ke titik penyaluran berjalan secara optimal.
“Selama ini, kami belum menerima aduan mengenai gangguan pada fasilitas BBM atau elpiji. Semua 248 titik SPBU yang ada di Sulteng serta fasilitas penyalur elpiji terus beroperasi tanpa hambatan,” ujarnya.
Pertamina juga memperkuat langkah antisipasi dengan meminta seluruh lembaga penyalur BBM dan elpiji menjalankan prosedur keselamatan sesuai standar. Mereka diperintahkan melakukan inspeksi berkala terhadap alat dan fasilitas, serta segera melaporkan jika ada kerusakan atau kondisi yang berpotensi mengganggu pelayanan. Koordinasi dengan pemerintah daerah, instansi terkait, dan pihak-pihak yang berkepentingan terus dilakukan untuk memastikan situasi di lapangan tetap stabil, terutama menghadapi kemungkinan gempa susulan.
Pertamina Tingkatkan Kesiapan dalam Kondisi Darurat
Area Manager Communication Relation & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Lilik Hardiyanto, menambahkan bahwa keselamatan masyarakat, pekerja, serta mitra kerja menjadi prioritas utama dalam setiap kondisi kedaruratan. Ia menjelaskan bahwa Pertamina terus memantau perkembangan situasi bersama instansi terkait, seperti Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), untuk menjamin operasional penyaluran energi tetap siap.
“Kami berkomitmen menjaga kesiapan operasional penyaluran BBM dan elpiji di Sulteng, agar masyarakat tetap dapat mengakses energi dalam jumlah yang cukup. Seluruh lembaga penyalur juga diperintahkan meningkatkan kewaspadaan dan disiplin dalam menerapkan protokol keselamatan,” kata Lilik.
Koordinasi dengan pihak terkait tidak hanya berfokus pada distribusi energi, tetapi juga mencakup aspek keamanan dan kenyamanan warga. Lilik menekankan bahwa Pertamina berupaya meminimalkan risiko potensial akibat gempa bumi, termasuk kerusakan infrastruktur yang bisa mengganggu akses energi. Selain itu, pihaknya memberikan arahan agar masyarakat tidak panik dalam mengambil bahan bakar, mengingat penyediaan BBM dan elpiji tetap memadai.
Imbauan untuk Masyarakat Hindari Pembelian Berlebihan
Pertamina juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak melakukan pembelian BBM atau elpiji secara berlebihan. “Masyarakat tidak perlu khawatir. Kami meminta warga membeli produk energi sesuai kebutuhan agar distribusi tetap optimal,” tambah Lilik.
Imbauan ini diberikan sebagai langkah pencegahan agar permintaan bahan bakar tidak melebihi kapasitas stok. Selain itu, Pertamina menyediakan saluran komunikasi terbuka melalui Pertamina Contact Center (PCC) 135, yang siap memberikan informasi dan menangani keluhan selama 24 jam. “Kami ingin masyarakat tetap percaya pada keandalan layanan Pertamina, terutama dalam situasi kritis seperti ini,” jelasnya.
Peran Pertamina dalam Memastikan Ketersediaan Energi
Sebagai bagian dari upaya pemulihan, Pertamina terus memantau ketersediaan stok BBM dan elpiji di seluruh wilayah Sulteng. Proses distribusi dari terminal-terminal penyimpanan dan fasilitas elpiji juga dipastikan tidak terganggu, sehingga pasokan energi bisa mencukupi kebutuhan masyarakat sehari-hari. Dalam keterangan tertulisnya, Lilik mengatakan bahwa langkah-langkah ini dilakukan untuk memastikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat.
Lebih lanjut, pihak Pertamina mengungkapkan bahwa mereka terus berupaya menjaga keterhubungan antara distribusi bahan bakar dan kebutuhan masyarakat. Dengan menyesuaikan volume distribusi berdasarkan permintaan, serta menerapkan sistem pengawasan yang ketat, kegiatan pengisian BBM dan elpiji bisa berjalan lancar tanpa adanya pemborosan.
Harapan untuk Kondisi yang Lebih Stabil
Pertamina juga menyampaikan harapan agar kondisi di Sulawesi Tengah tetap aman dan masyarakat dapat kembali beraktivitas normal. “Kami berharap, meski gempa telah berlalu, seluruh warga tetap waspada terhadap perubahan kondisi geofisika di sekitar mereka,” tambah Lilik.
Sebagai tindak lanjut, Pertamina terus mengawasi tingkat kestabilan jaringan distribusi dan memastikan tidak ada penurunan kualitas layanan. Jika ada kebutuhan tambahan akibat gangguan akibat gempa, perusahaan ini siap mempercepat proses pengiriman. Selain itu, pihaknya juga menyediakan fasilitas darurat jika diperlukan.
“Semoga masyarakat yang terdampak gempa bumi diber