BP BUMN Sebut Laba Pelindo Naik 94 Persen Setelah Transformasi Bisnis
Upaya Transformasi Menjadi Fokus Utama Kinerja Perusahaan
Main Agenda – Jakarta, Rabu – Kepala BP BUMN dan Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia, Dony Oskaria, menyampaikan bahwa laba PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) telah meningkat signifikan, mencapai 94 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Peningkatan ini diraih setelah perusahaan melakukan serangkaian perbaikan tata kelola dan transformasi bisnis yang berdampak pada efisiensi operasional serta peningkatan kapasitas penyediaan layanan. Hingga Mei 2026, perusahaan membukukan laba tahun berjalan sebesar Rp2,01 triliun, dengan peningkatan yang mencerminkan keberhasilan upaya perubahan strategis.
Dony menjelaskan bahwa pengembangan model bisnis dan perbaikan manajemen menjadi fondasi kunci untuk meningkatkan daya saing Pelindo. “Penguatan tata kelola dan model bisnis menjadi fondasi penting agar Pelindo semakin kompetitif dan mampu mendukung konektivitas logistik nasional,” ujar Dony dalam keterangannya yang dikonfirmasi oleh ANTARA di Jakarta, Rabu. Peningkatan ini, menurutnya, tidak hanya terkait dengan laba, tetapi juga menunjukkan peningkatan efektivitas dalam pengelolaan operasional serta peningkatan kinerja bisnis secara keseluruhan.
“Penguatan tata kelola dan model bisnis menjadi fondasi penting agar Pelindo semakin kompetitif dan mampu mendukung konektivitas logistik nasional,” ujar Dony dalam keterangannya yang dikonfirmasi ANTARA di Jakarta, Rabu.
Pada periode yang sama, pendapatan perusahaan mencapai Rp15,21 triliun, dengan pertumbuhan sebesar 11 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Angka ini menunjukkan peningkatan konsisten dalam aktivitas bisnis Pelindo, yang kini terus mengoptimalkan potensi sektor pelabuhan sebagai bagian dari sistem logistik nasional. Dony menekankan bahwa transformasi ini bertujuan untuk memperkuat peran Pelindo sebagai tulang punggung dalam menjaga kelancaran arus barang dan meningkatkan kualitas layanan di seluruh Indonesia.
Sebagai bagian dari agenda perubahan, Dony mengadakan pertemuan dengan Direktur Utama Pelindo, Achmad Muchtasyar, beserta jajaran manajemen pada 17 Juni 2026. Pertemuan tersebut membahas perkembangan kinerja perusahaan serta langkah-langkah strategis untuk memperkuat struktur korporasi. “Kita fokus pada penguatan sistem internal, efisiensi operasional, dan integrasi bisnis agar hasilnya lebih optimal,” kata Dony dalam pernyataannya.
Dony menjelaskan bahwa salah satu pembahasan utama dalam pertemuan tersebut adalah pengembangan model korporasi berbasis regional dan lini bisnis, atau model hibrida (hybrid model), yang dirancang untuk menyeimbangkan kebutuhan pasar lokal dengan penyediaan layanan lintas wilayah. Model ini diharapkan dapat meningkatkan koordinasi operasional, memperbaiki kualitas layanan, serta mengoptimalkan penggunaan aset perusahaan. “Dengan pendekatan hibrida, Pelindo bisa lebih adaptif dalam merespons dinamika industri dan kebutuhan pelanggan,” tambahnya.
Transformasi Bisnis untuk Mendorong Konektivitas Nasional
Dony menegaskan bahwa keberhasilan peningkatan laba dan pendapatan merupakan hasil dari upaya BP BUMN dan Danantara Indonesia dalam mendorong pelindo memperkuat posisi sebagai pusat kegiatan logistik nasional. Perusahaan ini, kata Dony, memiliki jaringan pelabuhan yang terdistribusi di berbagai wilayah Indonesia, sehingga berperan penting dalam menjaga kelancaran distribusi barang dan mendukung aktivitas perdagangan nasional.
Menurut Dony, penguatan struktur korporasi dan model bisnis yang lebih efektif diharapkan dapat mempercepat terbentuknya ekosistem logistik yang lebih efisien, kompetitif, dan berkelanjutan. “Dengan transformasi ini, kita bisa meningkatkan daya saing Pelindo dalam menghadapi tantangan industri dan membuka peluang ekspansi di masa depan,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa peningkatan kinerja perusahaan juga sejalan dengan visi BP BUMN untuk mendorong bisnis perusahaan BUMN lainnya memperkuat peran mereka dalam sistem ekonomi nasional.
Dony Oskaria menjelaskan bahwa strategi perubahan bisnis ini melibatkan keterlibatan berbagai pihak, termasuk manajemen Pelindo, untuk memastikan setiap langkah yang diambil berdampak langsung pada keberlanjutan operasional. “Kita mengoptimalkan seluruh aspek bisnis, mulai dari pengelolaan aset hingga pengembangan keterampilan SDM, agar Pelindo bisa berkontribusi lebih besar dalam mendorong pertumbuhan ekonomi,” tuturnya. Ia juga menyebutkan bahwa keterlibatan Danantara Indonesia berperan penting dalam mengarahkan transformasi tersebut.
Dalam perjalanan transformasi, Pelindo telah berhasil meningkatkan efektivitas operasional dengan mengurangi biaya operasional secara signifikan. Peningkatan efisiensi ini, menurut Dony, menjadi salah satu faktor utama dalam memperkuat profitabilitas perusahaan. “Peningkatan efisiensi tidak hanya terkait dengan penghematan biaya, tetapi juga meningkatkan kapasitas penyediaan layanan, sehingga bisa memenuhi permintaan pelanggan dengan lebih baik,” kata Dony.
Pelindo juga mengevaluasi berbagai inisiatif yang telah dijalankan, termasuk integrasi teknologi dalam operasional pelabuhan dan pengembangan sistem manajemen yang lebih modern. Dony menyatakan bahwa upaya ini membantu perusahaan dalam meningkatkan produktivitas, mengurangi risiko operasional, dan memperkuat daya saing di pasar nasional. “Transformasi ini tidak hanya fokus pada peningkatan laba, tetapi juga pada peningkatan kualitas layanan yang lebih berkualitas dan responsif terhadap kebutuhan pelanggan,” jelasnya.
Dony menambahkan bahwa keberhasilan Pelindo dalam peningkatan kinerja juga sejalan dengan komitmen BP BUMN untuk memastikan bisnis perusahaan BUMN berkontribusi maksimal dalam perekonomian nasional. “Dengan pendekatan yang lebih komprehensif, Pelindo bisa menjadi pilar utama dalam meningkatkan konektivitas logistik, terutama di tengah tantangan global yang semakin kompleks,” ujarnya. Ia berharap hasil peningkatan ini akan terus berlanjut dan menjadi dasar untuk pengembangan lebih lanjut di tahun-tahun mendatang.
Langkah Strategis untuk Masa Depan Ekosistem Logistik
Kelancaran arus barang yang diatur oleh Pelindo menjadi faktor penting dalam mendukung stabilitas ekonomi nasional. Dony menekankan bahwa keberhasilan ini sejalan dengan upaya untuk memperkuat keterlibatan Pelindo dalam berbagai sektor industri, termasuk perdagangan internasional dan pengembangan ekosistem logistik yang lebih efektif. “Kita ingin menciptakan sistem logistik yang tidak hanya kompetitif, tetapi juga lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat dan industri,” katanya.
Dony Oskaria juga menyebutkan bahwa model hibrida yang dirancang merupakan langkah strategis untuk menciptakan harmonisasi antara layanan lokal dan penyediaan jasa lintas wilayah. “Model ini membantu Pelindo menyesuaikan diri dengan dinamika pasar yang terus berkembang, sekaligus memastikan keberlanjutan bisnis di masa depan,” tambahnya. Peningkatan kinerja perusahaan ini, menurutnya, menjadi bukti bahwa perubahan bisnis dapat menciptakan nilai tambah yang signifikan.
Dengan pertumbuhan pendapatan hingga 11 persen, Pelindo menunjukkan bahwa upaya transformasi tidak hanya berdampak pada laba, tetapi juga pada kemampuan perusahaan dalam mengelola bisnis secara lebih matang. Dony menjelaskan bahwa peningkatan ini menjadi bukti bahwa perubahan manajemen dan pengoptimalan model bisnis telah mencapai hasil yang memuaskan. “Kita akan terus mengevaluasi strategi dan memperbaiki sistem operasional agar keberhasilan ini bisa berkelanjutan,” katanya.