Politik

Latest Program: Ribuan mitra SPPG Trenggalek gelar aksi damai dukung MBG

Ribuan Mitra SPPG Trenggalek Gelar Aksi Damai Dukung MBG

Latest Program – Trenggalek, Jawa Timur (ANTARA) – Lebih dari tiga ribu relawan serta mitra Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tergabung dalam Paguyuban Mitra Makan Bergizi Gratis (MBG) Kabupaten Trenggalek melakukan aksi demonstrasi damai di depan Gedung DPRD Trenggalek, Senin, untuk menyuarakan keberlanjutan program MBG. Peserta aksi berkumpul di halaman Pasar Pon Trenggalek, lalu berjalan kaki menuju kantor DPRD Trenggalek dengan pengawalan dari aparat keamanan. Mereka membawa spanduk dan poster, serta menyampaikan pesan dukungan terhadap inisiatif Presiden Prabowo Subianto yang dinilai memberikan manfaat luas bagi masyarakat.

Peran Beragam Unsur dalam MBG

Aksi tersebut melibatkan berbagai pihak yang terlibat dalam sistem MBG, mulai dari petugas pelayanan gizi, petani, peternak, nelayan, pengusaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), hingga relawan. Mereka menyatakan bahwa program MBG tidak hanya bermanfaat bagi kelompok penerima layanan seperti siswa, balita, ibu hamil, dan lansia, tetapi juga memperkuat ekonomi lokal melalui penggunaan produk dalam negeri dan penciptaan lapangan kerja. Rangkaian kegiatan aksi juga menjadi sarana untuk memperkuat kolaborasi antaraktor yang terlibat dalam pelaksanaan program.

Ketua Paguyuban Mitra MBG Kabupaten Trenggalek, Imam Waldi, mengatakan aksi tersebut membawa tiga tuntutan utama. Pertama, mendukung keberlanjutan MBG dengan tetap melakukan evaluasi menyeluruh guna meningkatkan kualitas pelaksanaannya. Kedua, mendorong penghapusan praktik korupsi dan penyalahgunaan wewenang dalam program. Ketiga, meminta keterlibatan lebih besar dari UMKM dan produk lokal dalam rantai pasok MBG.

Imam menambahkan, aksi ini menunjukkan komitmen masyarakat terhadap strategi pemerintah dalam memperbaiki kesejahteraan. “Program MBG telah membuktikan bahwa ia mampu memberikan manfaat bagi berbagai lapisan masyarakat, termasuk mendorong pengembangan pertanian, peternakan, dan perikanan lokal,” ujarnya. Menurut dia, kehadiran SPPG memberikan peluang kerja baru bagi warga sekaligus membuka akses pasar bagi hasil produksi daerah. Karena itu, masyarakat yang merasakan dampak positif dari MBG berharap program tersebut tetap berjalan dan semakin ditingkatkan.

Respons DPRD Trenggalek Terhadap Aspirasi Massa

Aksi tersebut mendapat tanggapan positif dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Trenggalek. Ketua DPRD Trenggalek, Doding Rahmadi, yang menerima perwakilan peserta aksi bersama para anggota dewan, menyatakan seluruh tuntutan akan disampaikan ke pemerintah pusat. Menurut Doding, tuntutan dari massa sesuai dengan visi DPRD Trenggalek, yaitu mendorong MBG tetap berjalan dengan transparansi, evaluasi, dan pengawasan yang ketat.

“Hari ini, kami menerima aspirasi dari sekitar tiga ribu warga yang tergabung dalam Paguyuban Mitra MBG. Seluruh keluhan dan saran akan kami terima, lalu lanjutkan untuk disampaikan ke pemerintah pusat,” ujarnya. Doding juga mengungkapkan, sebelumnya DPRD Trenggalek telah melakukan pertemuan dengan sejumlah elemen masyarakat, termasuk mahasiswa, terkait pengelolaan program MBG di daerah. Hasil diskusi tersebut memberikan rekomendasi untuk memperkuat pengawasan dan meningkatkan kinerja satuan tugas MBG.

Doding menekankan bahwa salah satu masalah yang masih menjadi perhatian adalah belum adanya kantor perwakilan Badan Gizi Nasional (BGN) di Trenggalek. Hal ini dinilai mempersulit warga dalam memperoleh informasi mengenai pelaksanaan program atau menyampaikan keluhan terkait kesalahan distribusi bantuan. Doding menyatakan bahwa ketidakterwujudan kantor BGN di Trenggalek perlu menjadi prioritas dalam upaya memperbaiki sistem MBG di daerah tersebut.

Manfaat Program MBG untuk Ekonomi Lokal

Program MBG, yang merupakan inisiatif strategis Presiden Prabowo Subianto, dinilai sangat penting dalam mendorong ekonomi daerah. Selain memberikan manfaat langsung kepada kelompok rentan seperti anak sekolah, balita, dan lansia, MBG juga memfasilitasi keberlanjutan usaha kecil. Banyak UMKM lokal yang merasa terbantu karena produk mereka bisa diakses oleh sejumlah masyarakat yang menerima bantuan gizi. Rantai pasokan yang terbuka untuk produk dalam negeri, kata Doding, menjadi bentuk keberhasilan MBG dalam mengintegrasikan kebijakan pemerintah dengan kebutuhan warga.

Aksi damai tersebut juga menjadi momentum untuk menegaskan bahwa MBG tidak hanya berfokus pada pemberian bantuan, tetapi juga pada peningkatan kapasitas masyarakat. Doding menyoroti bahwa partisipasi masyarakat dalam aksi menunjukkan bahwa program ini telah menyentuh berbagai lapisan, termasuk kalangan pedagang kecil dan pelaku usaha. “Dengan adanya MBG, pengusaha lokal bisa menjual produknya secara lebih luas, bahkan ke tingkat nasional,” imbuhnya. Ia menambahkan, upaya memperbaiki sistem MBG juga memerlukan keberpartisipan aktif dari semua elemen, termasuk pemangku kepentingan di tingkat daerah.

Perspektif Mitra MBG dalam Evaluasi Kualitas

Imam Waldi menegaskan bahwa aksi damai ini tidak hanya menyampaikan dukungan, tetapi juga menjadi sarana evaluasi untuk memperbaiki pelaksanaan MBG. “Kami ingin program ini terus berkembang, tetapi dengan memperhatikan keadilan dan keterlibatan semua

Nadia Ramadhan

Nadia Ramadhan menulis seputar donasi, kepedulian sosial, dan peran masyarakat dalam membantu sesama. Di atapkitadonasi.com, ia menghadirkan artikel yang bersifat edukatif dan reflektif, terutama terkait makna berbagi di bulan-bulan istimewa dan dalam kehidupan sehari-hari. Baginya, donasi bukan sekadar memberi, tetapi juga memahami dampaknya.