Mentan tegaskan siap percepat peremajaan tebu demi swasembada gula

Mentan Komitmen Percepat Program Peremajaan Tebu Menuju Swasembada Gula

atapkitadonasi.com – Jakarta – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman telah menegaskan kesediaannya untuk mempercepat pelaksanaan program peremajaan tebu di seluruh Indonesia. Langkah ini diambil dengan tujuan utama mencapai swasembada gula sesuai dengan target yang ditetapkan oleh Presiden Prabowo Subianto dalam kurun waktu dua tahun ke depan. Pernyataan tersebut disampaikan secara resmi melalui keterangan pers yang dikonfirmasi di Jakarta pada hari Minggu.

Seluruh komponen di bawah naungan Kementerian Pertanian akan mengerahkan seluruh kemampuan untuk bekerja sama dengan berbagai pihak. Kolaborasi ini melibatkan pemerintah daerah, badan usaha milik negara, sektor swasta, serta para petani tebu yang tersebar di berbagai wilayah. Semua elemen tersebut akan bergerak bersama-sama demi mewujudkan cita-cita swasembada gula dalam jangka waktu yang telah ditentukan.

Strategi Modernisasi dan Peningkatan Produktivitas

Program peremajaan tebu yang akan dipercepat ini mencakup beberapa aspek penting. Pertama, modernisasi dalam sistem budi daya tanaman tebu akan dilakukan secara menyeluruh. Kedua, peningkatan produktivitas lahan menjadi prioritas utama untuk memaksimalkan hasil panen. Ketiga, penggunaan benih unggul yang telah melalui proses seleksi ketat akan diterapkan di seluruh area penanaman.

Keempat, mekanisasi pertanian akan diperkenalkan untuk efisiensi kerja di lapangan. Kelima, penguatan kemitraan antara petani dan industri gula menjadi fondasi penting dalam rantai nilai produksi. Menurut Mentan, percepatan ini merupakan langkah strategis yang akan meningkatkan produksi gula nasional secara signifikan.

“Kami siap menjalankan arahan Bapak Presiden. Seluruh jajaran Kementerian Pertanian akan bekerja maksimal bersama pemerintah daerah, BUMN, dunia usaha, dan petani agar target swasembada gula dalam dua tahun dapat diwujudkan,”

Dampak positif dari percepatan program ini tidak hanya terbatas pada peningkatan produksi. Ketergantungan terhadap impor gula akan berkurang secara bertahap. Selain itu, kesejahteraan petani tebu di seluruh Indonesia juga diharapkan meningkat seiring dengan keberhasilan program ini. Kementerian Pertanian berkomitmen untuk terus mengawal setiap tahap pelaksanaan program peremajaan tebu.

Target Dua Tahun: Akselerasi dari Proyeksi Awal

Presiden Prabowo Subianto telah menetapkan target ambisius untuk mencapai swasembada gula dalam dua tahun. Target ini lebih cepat dibandingkan dengan proyeksi awal yang membutuhkan waktu empat tahun. Langkah percepatan ini menjadi bagian dari agenda besar pemerintah dalam memperkuat kemandirian pangan nasional.

Penetapan target ini dilakukan saat Presiden menghadiri acara Panen Raya yang bertema TNI Mendukung Program Ketahanan Pangan Nasional. Acara tersebut berlangsung di Kabupaten Malang, Jawa Timur, pada hari Jumat tanggal 17 Juli 2026. Kehadiran ribuan peserta menunjukkan antusiasme tinggi terhadap program ketahanan pangan ini.

“Tadi, Menteri Pertanian melaporkan kepada saya program kita sekarang adalah 100 ribu hektare per tahun. Dengan demikian akan dicapai dalam empat tahun. Tapi, setelah saya tanya lagi ke beliau, dengan gagah dan berani beliau mengatakan, ‘Pak, kita bisa dalam dua tahun’,”

Sebelumnya, Mentan Andi Amran Sulaiman telah melaporkan bahwa program peremajaan tebu mencakup luas area sebesar 100 ribu hektare setiap tahunnya. Dengan laju tersebut, proyeksi awal menunjukkan bahwa swasembada gula akan tercapai dalam empat tahun. Namun, setelah diskusi mendalam, Mentan menyatakan bahwa target tersebut dapat dipercepat menjadi dua tahun. Komitmen ini mendapat apresiasi tinggi dari Presiden di hadapan para peserta yang hadir.

Pesan Khusus dan Visi Besar Pemerintah

Presiden kemudian menyampaikan pesan khusus kepada Mentan yang langsung disambut dengan tepuk tangan meriah dari para peserta. Pesan tersebut mengandung harapan agar Mentan tetap sehat selama menjalankan tugasnya.

“Saya bilang bagus, tapi jangan masuk rumah sakit Menteri Pertanian. Janji, dua tahun tapi You tidak masuk rumah sakit. Negara dan bangsa masih butuh kau,”

Percepatan swasembada gula merupakan bagian dari strategi besar pemerintah untuk memperkuat kemandirian bangsa. Setelah berhasil mencapai target swasembada pangan, pemerintah kini terus bergerak menuju swasembada energi dan memperkuat ketahanan air. Semua rakyat diharapkan memiliki akses kepada air bersih dan air untuk tanaman.

Presiden juga mengapresiasi kerja keras seluruh jajaran pemerintah, TNI, Polri, kementerian, lembaga, pemerintah daerah, hingga para petani. Banyak pejabat tinggi negara yang ambruk masuk rumah sakit karena bekerja keras demi kemajuan bangsa. Kerja keras tersebut dilakukan untuk mempercepat terwujudnya kesejahteraan masyarakat dan membuktikan bahwa Indonesia mampu berdiri di atas kekuatannya sendiri.

“Kita mengejar sasaran karena rakyat sudah terlalu lama mengalami kehidupan yang tidak selayaknya dialami oleh negara besar dan kaya seperti Indonesia. Kita akan buktikan kepada dunia bahwa bangsa Indonesia sedang bangkit dengan kekuatan kita sendiri. Tidak ada bangsa lain yang akan membangun Indonesia selain kita sendiri,”