OJK: Keberhasilan berantas judol tak hanya dari penurunan transaksi

OJK: Pencapaian Pemberantasan Judi Online Melampaui Angka Transaksi

Atapkitadonasi.com – OJK – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan bahwa keberhasilan dalam memberantas perjudian daring tidak sekadar dilihat dari penurunan volume perputaran uang. Menurut lembaga tersebut, aspek-aspek lain juga menjadi tolok ukur penting dalam menilai efektivitas upaya pemberantasan. Kemampuan berbagai pihak untuk membatasi ruang gerak pelaku serta memutuskan jalur aliran dana menjadi indikator kunci. Selain itu, perlindungan masyarakat terhadap praktik penipuan dan penyalahgunaan keuangan turut diperhitungkan. Pencegahan munculnya berbagai modus baru yang berpotensi memanfaatkan sistem keuangan nasional juga menjadi bagian dari evaluasi.

Penurunan Signifikan Perputaran Dana

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, menyampaikan pandangannya melalui jawaban tertulis yang diterima ANTARA di Jakarta pada hari Jumat. Ia menilai bahwa penurunan nilai perputaran dana judi online sepanjang tahun 2025 merupakan perkembangan yang positif. Data dari Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) menunjukkan bahwa untuk pertama kalinya sejak 2017, nilai perputaran dana perjudian daring mengalami penurunan signifikan. Angka tersebut mencapai Rp286,84 triliun, atau sekitar 20 persen lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya.

“Namun demikian, angka perputaran dana yang masih sangat besar menunjukkan bahwa ancaman judi online masih perlu terus diwaspadai dan menjadi tantangan bersama,” kata Dian.

Menurutnya, penurunan ini juga mencerminkan sinergi dan koordinasi antar-pemangku kepentingan yang semakin kuat. Upaya penguatan pengawasan, pemblokiran akses, serta penutupan rekening yang terindikasi digunakan untuk aktivitas ilegal telah memberikan hasil nyata. Namun, langkah-langkah tersebut perlu senantiasa ditingkatkan agar lebih efektif.

Strategi Pemutusan Aliran Dana

Pemutusan aliran dana tetap menjadi salah satu aspek paling strategis dalam pemberantasan judi online. Oleh karena itu, prioritas saat ini adalah memperkuat kemampuan identifikasi dan penanganan rekening yang terindikasi digunakan untuk aktivitas judi online, termasuk rekening nominee, rekening hasil jual beli, maupun rekening yang digunakan sebagai penampung dana hasil kejahatan. Penguatan penerapan manajemen risiko, customer due diligence (CDD), enhanced due diligence (EDD), serta pemantauan transaksi yang mencurigakan oleh lembaga jasa keuangan (LJK) juga terus menjadi perhatian.

Selain itu, OJK senantiasa mendorong LJK agar melakukan penguatan pemanfaatan teknologi, termasuk penerapan fraud detection system atau transaction monitoring system, dan pengembangan parameter risiko yang adaptif terhadap modul kejahatan digital termasuk judi online, serta upaya aktif LJK untuk melakukan cyber patrol atas rekening yang digunakan dalam situs judi online.

Pendekatan Holistik dan Edukasi Publik

Adapun sampai dengan posisi Juli 2026, OJK telah meminta perbankan melakukan CDD dan/atau EDD, serta pemblokiran atas kurang lebih 36.735 rekening yang terindikasi melakukan aktivitas perjudian online berdasarkan data yang disampaikan oleh Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi). Di samping itu, OJK melakukan perluasan atas laporan tersebut dengan meminta perbankan melakukan penutupan rekening yang memiliki kesesuaian dengan Nomor Identitas Kependudukan (NIK) dari masing-masing pihak yang terindikasi perjudian online serta melakukan EDD.

Di sisi lain, peningkatan literasi keuangan dan edukasi kepada masyarakat juga sangat penting. Banyak rekening yang digunakan dalam aktivitas judi online berasal dari penyalahgunaan rekening milik individu yang tidak memahami risiko hukum maupun risiko keuangan dari peminjaman atau penjualan rekening kepada pihak lain.

“Oleh karena itu, penguatan pengawasan harus berjalan beriringan dengan peningkatan literasi, edukasi, dan kesadaran masyarakat,” kata Dian.

OJK juga mendorong LJK untuk meningkatkan literasi dan pelindungan konsumen melalui edukasi publik agar masyarakat lebih waspada terhadap penyalahgunaan rekening dan tidak melakukan jual beli rekening serta terlibat dalam aktivitas yang melanggar peraturan perundang-undangan.

Frequently Asked Questions

What is OJK?

OJK is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does OJK matter?

OJK matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.