Jelang Muktamar NU, penyusunan DPT sudah 95 persen
Daftar Isi
Menjelang Muktamar ke-35 NU di Jombang, Persiapan Teknis Masuk Fase Penutupan
Atapkitadonasi.com – Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, yang berdiri di jantung Kabupaten Jombang, Jawa Timur, kembali bersiap menjadi tuan rumah salah satu hajatan terbesar organisasi Islam tradisional di Indonesia. Pada 27 hingga 31 Agustus 2026, ribuan kader Nahdlatul Ulama dari seluruh penjuru negeri akan berkumpul di kompleks pesantren tersebut untuk mengikuti Muktamar ke-35. Menjelang hari-H, roda persiapan yang diputar oleh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) telah memasuki tahap paling krusial: finalisasi daftar pemilih tetap dan distribusi undangan resmi kepada seluruh peserta.
Status Daftar Pemilih Tetap Hampir Rampung
Perkembangan terkini menunjukkan bahwa penyusunan daftar pemilih tetap (DPT) untuk hajatan tersebut sudah menyentuh angka sekitar 95 persen. Target penyelesaian penuh ditetapkan pada akhir pekan berjalan, yakni hari Sabtu atau Minggu. Informasi ini disampaikan oleh Mohammad Nuh, yang menjabat sebagai Sekretaris Steering Committee Muktamar ke-35 NU, dalam keterangannya di Jombang pada hari Jumat.
“‘Update’ DPT sekarang sudah 95 persen. Insyaallah nanti tinggal sedikit. Mudah-mudahan hari Sabtu atau Minggu besok itu sudah keluar DPT-nya.”
Nuh menjelaskan bahwa data yang sedang diproses mencakup seluruh unsur pengurus wilayah dan cabang NU yang berstatus sebagai peserta resmi muktamar. Proses verifikasi ini menjadi prasyarat mutlak sebelum sesi persidangan dapat dimulai, mengingat setiap suara dalam forum tertinggi NU harus terverifikasi dan tercatat secara administratif.
Skala Partisipasi: 576 Entitas Pengurus di Seluruh Indonesia
Dimensi geografis NU membuat proses pendataan menjadi tugas yang tidak ringan. Secara nasional, terdapat 548 Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) yang tersebar di tingkat kabupaten dan kota, ditambah 28 Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) di tingkat provinsi. Total 576 entitas inilah yang menjadi pemegang hak suara dalam forum muktamar. Setiap entitas tersebut telah menerima undangan secara digital, termasuk undangan khusus untuk sesi pembukaan.
“Undangan sudah kami kirim digital. Undangan pembukaan pun juga sudah kami kirim ke masing-masing, khususnya pembukaan.”
Pemilihan kanal digital untuk pengiriman undangan mencerminkan upaya panitia memangkas birokrasi dan mempercepat distribusi dokumen di tengah keterbatasan waktu. Namun, panitia tetap menyediakan opsi fisik untuk keperluan tertentu, terutama bagi peserta yang belum terbiasa berinteraksi dengan dokumen elektronik.
Materi Persidangan: Ganda Format Digital dan Cetak
Di samping urusan administratif, persiapan substansi muktamar juga telah mencapai tahap akhir. Seluruh materi persidangan telah diserahkan ke percetakan dan disiapkan dalam dua format sekaligus: berkas digital dan salinan cetak. Keputusan untuk mempertahankan format cetak bukan sekadar formalitas, melainkan bentuk penghormatan terhadap peserta yang selama puluhan tahun terbiasa membaca dokumen dalam bentuk fisik.
“Kami juga bisa menyiapkan ‘digital file’, tapi kami pakai dua-duanya. Ada file digital dan ada ‘hardcopy’ untuk menghormati para peserta muktamar yang belum terbiasa membaca file digital.”
Pendekatan ganda ini memastikan bahwa tidak ada peserta yang terhalang oleh keterbatasan literasi digital, sekaligus menjaga kelancaran diskusi di ruang sidang yang membutuhkan akses cepat terhadap dokumen referensi.
Target Penyelesaian Teknis dalam Hitungan Hari
Panitia menargetkan seluruh persiapan teknis dan organisasional dapat dirampungkan dalam tiga hingga empat hari ke depan. Jangka waktu yang sangat singkat ini menuntut koordinasi intensif antar-divisi panitia, mulai dari logistik akomodasi, tata ruang sidang, hingga sistem komunikasi internal. Setiap jam yang tersisa dialokasikan untuk pengecekan ulang agar tidak ada celah operasional pada hari pelaksanaan.
Konteks Historis dan Signifikansi Muktamar
Muktamar merupakan forum tertinggi dalam struktur organisasi NU, tempat seluruh cabang dan wilayah berkumpul untuk menetapkan kebijakan strategis, memilih kepemimpinan baru, serta merumuskan arah gerak organisasi ke depan. Sejak pertama kali digelar pada 1928 di Surabaya, hajatan ini telah menjadi barometer dinamika internal NU dan cerminan tantangan yang dihadapi umat Islam tradisional di Indonesia. Muktamar ke-35 yang akan berlangsung di Tambakberas bukan sekadar agenda rutin lima tahunan; ia juga menjadi momentum bagi NU untuk menegaskan kembali relevansinya di tengah transformasi sosial, politik, dan teknologi yang terus berlangsung.
Pemilihan Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas sebagai lokasi bukan tanpa alasan. Pesantren yang diasuh oleh keluarga besar KH. M. Idris Marzuqi ini memiliki tradisi keilmuan yang mengakar kuat dan kapasitas infrastruktur yang memadai untuk menampung ribuan peserta. Lokasi di Jombang juga memiliki resonansi historis, mengingat daerah ini selama puluhan tahun menjadi salah satu episentrum pemikiran dan gerakan NU di Jawa Timur.
Undangan kepada Presiden Prabowo Subianto
Sebagai bentuk penghormatan terhadap kepala negara sekaligus penegasan posisi NU dalam konstelasi politik nasional, PBNU telah mengirimkan undangan resmi kepada Presiden Prabowo Subianto agar berkenan hadir pada sesi pembukaan Muktamar ke-35. Panitia berharap kehadiran Presiden dapat memperkuat pesan bahwa NU tetap menjadi mitra strategis negara dalam menjaga kerukunan dan stabilitas sosial.
Semangat yang Diusung: Kegembiraan, Kerukunan, dan Kemaslahatan
PBNU secara eksplisit menetapkan tiga kata kunci sebagai ruh penyelenggaraan muktamar tahun ini: kegembiraan, kerukunan, dan kemaslahatan. Ketiga nilai ini diharapkan menjadi penanda suasana di ruang sidang maupun di lingkungan pesantren selama lima hari pelaksanaan. Pengurus Besar berharap seluruh peserta, tamu, serta masyarakat sekitar dapat menjaga suasana tersebut agar setiap keputusan yang lahir membawa keberkahan bagi organisasi dan bagi masyarakat luas yang selama lebih dari sembilan dekade menjadikan NU sebagai rumah bersama.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Jelang Muktamar NU penyusunan DPT sudah 95?
Jelang Muktamar NU penyusunan DPT sudah 95 is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Jelang Muktamar NU penyusunan DPT sudah 95 matter?
Jelang Muktamar NU penyusunan DPT sudah 95 matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.