Metro

Kombes Andi Sinjaya raih doktor lewat riset transformasi digital STIK

Daftar Isi
  1. Kombes Andi Sinjaya Lulus Doktor UNJ dengan Fokus pada Transformasi Digital Pendidikan Kepolisian
  2. Related Reading
  3. Frequently Asked Questions

Kombes Andi Sinjaya Lulus Doktor UNJ dengan Fokus pada Transformasi Digital Pendidikan Kepolisian

Atapkitadonasi.com – Seorang perwira tinggi Polri yang kini mengemban tugas sebagai Pengawas Penyidikan di lingkungan Bareskrim Polri resmi menyandang gelar doktor. Kombes Pol Dr. Andi Sinjaya, S.H., S.I.K., M.H., dinyatakan lulus dengan predikat cumlaude pada program Doktor Manajemen Pendidikan di Universitas Negeri Jakarta (UNJ). Kelulusannya ditetapkan setelah ia mempertahankan disertasi di hadapan penguji dalam Ujian Terbuka Promosi Doktor yang digelar di Sekolah Pascasarjana UNJ, Jakarta, pada Selasa (1/9). Sidang promosi tersebut dipimpin langsung oleh Direktur Sekolah Pascasarjana UNJ, Prof. Dr. Dedi Purwana ES, M.Bus.

Disertasi yang Menyasar Inti Tata Kelola Akademik Kepolisian

Topik yang diangkat Andi Sinjaya dalam riset doktoralnya menyentuh persoalan mendasar: bagaimana institusi pendidikan kedinasan kepolisian beradaptasi terhadap tuntutan digitalisasi di era Society 5.0. Judul lengkap disertasi tersebut adalah “Model Transformasi Manajemen Akademik melalui Implementasi Teknologi Digital yang Berkelanjutan di Era Society 5.0 (Studi Kasus pada Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian/STIK Jakarta)”. Dengan memilih STIK Jakarta sebagai objek kajian, riset ini tidak sekadar menjadi latihan akademis, melainkan menawarkan peta jalan konkret bagi salah satu institusi pendidikan paling strategis di tubuh Polri.

Sebagai lulusan Akademi Kepolisian angkatan 2002, Andi Sinjaya memiliki kedalaman pengalaman internal terhadap dinamika organisasi kepolisian. Latar belakang tersebut memberinya perspektif yang sulit diperoleh peneliti eksternal ketika membedah hambatan struktural dan kultural dalam transformasi digital lembaga kedinasan.

Temuan Utama: Sistem Digital Sudah Ada, Namun Belum Terintegrasi

Hasil penelitian menunjukkan bahwa STIK Jakarta sesungguhnya telah mengoperasikan sejumlah platform digital untuk mendukung layanan akademik. Di antara sistem yang teridentifikasi adalah Computer Assisted Test (CAT) untuk mekanisme ujian, Learning Management System (LMS) sebagai ruang kelas virtual, Sistem Informasi Nilai Akademik (SINA) untuk pengelolaan nilai mahasiswa, perpustakaan digital atau e-library, mekanisme absensi berbasis kode batang (barcode), serta aplikasi e-Nimen untuk administrasi kepegawaian.

Implementasi teknologi-teknologi itu, menurut temuan riset, memberikan dampak positif yang nyata terhadap percepatan proses administrasi dan peningkatan transparansi dalam penilaian akademik. Akan tetapi, Andi Sinjaya mencatat bahwa masing-masing sistem tersebut masih beroperasi secara terpisah-pisah. Pemanfaatan LMS maupun e-library, misalnya, dinilai belum mencapai potensi optimalnya karena belum terhubung dalam satu ekosistem akademik yang utuh. Kesenjangan integrasi inilah yang menjadi celah utama yang ingin ia jawab melalui kerangka teoritis yang ia rumuskan.

Model GADT: Kerangka Integrasi Transformasi Digital

Untuk mengatasi persoalan fragmentasi tersebut, Andi Sinjaya merumuskan apa yang ia sebut Model GADT, singkatan dari Ghalib Academic Digital Transformation. Model ini dirancang sebagai arsitektur transformasi manajemen akademik yang menyatukan berbagai platform digital, infrastruktur teknologi, kompetensi sumber daya manusia (SDM), serta mekanisme evaluasi ke dalam satu ekosistem terpadu.

Arah kebijakan yang ditawarkan melalui Model GADT tidak berhenti pada percepatan tugas-tugas administratif semata. Lebih dari itu, transformasi digital pendidikan kepolisian yang ia bayangkan bertujuan membangun budaya akademik yang lebih efektif, efisien, transparan, dan berbasis data. Dalam kerangka tersebut, pengembangan karakter mahasiswa tetap ditempatkan sebagai pilar yang tidak boleh dikorbankan oleh efisiensi teknologi.

Gagasan ini diharapkan dapat menjadi acuan strategis bagi STIK Jakarta maupun institusi pendidikan kedinasan lain di lingkungan Polri dalam menyesuaikan tata kelola akademik dengan tuntutan era Society 5.0, di mana manusia dan mesin berkolaborasi secara simbiosis untuk memecahkan masalah sosial.

Dukungan Institusional dari Puncak Bareskrim Polri

Pencapaian akademik ini mendapat apresiasi langsung dari pimpinan institusi. Kabareskrim Polri Komjen Pol Drs. Syahardiantono, M.Si., menyampaikan sambutan yang diwakili oleh Karo Wassidik Bareskrim Polri Brigjen Pol Boy Rando Simanjuntak. Dalam kesempatan itu, kelulusan Andi Sinjaya dinilai sebagai langkah penting dalam pengembangan kualitas SDM Polri, khususnya di bidang manajemen pendidikan dan pemanfaatan teknologi.

“Pengembangan SDM Polri tidak bisa dilepaskan dari penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi. Transformasi digital di lingkungan pendidikan kedinasan adalah keniscayaan, bukan pilihan.” — semangat yang tercermin dalam sambutan institusional pada sidang promosi tersebut.

Jejak Akademik dan Pendidikan Perwira

Di balik gelar doktor manajemen pendidikan ini, Andi Sinjaya telah menempuh jalur pendidikan kepolisian yang lengkap, mulai dari Akademi Kepolisian (Akpol), Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK), hingga Sekolah Pimpinan Menengah (Sespimmen) Polri. Di ranah akademik umum, ia sebelumnya meraih gelar Sarjana Hukum dan Magister Hukum dari Universitas Hasanuddin, Makassar, serta menyandang gelar Doktor Ilmu Hukum dari Universitas Brawijaya, Malang. Kombinasi latar belakang hukum dan manajemen pendidikan ini menjadikan riset doktoralnya bukan sekadar penambahan gelar, melainkan perpaduan kompetensi yang langsung relevan dengan tantangan tata kelola institusi kepolisian modern.

Di tengah percepatan digitalisasi sektor publik secara global, langkah seorang perwira tinggi Polri untuk meneliti secara sistematis bagaimana teknologi dapat diintegrasikan ke dalam ekosistem akademik kedinasan membawa implikasi yang melampaui satu institusi. Model yang dihasilkan berpotensi menjadi rujukan bagi akademi kepolisian di negara-negara ASEAN yang menghadapi persoalan serupa: bagaimana modernisasi teknologi tidak mengikis nilai-nilai kepolisisan sambil tetap menjawab tuntutan efisiensi dan akuntabilitas publik.

Frequently Asked Questions

What is Kombes Andi Sinjaya raih doktor lewat?

Kombes Andi Sinjaya raih doktor lewat is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Kombes Andi Sinjaya raih doktor lewat matter?

Kombes Andi Sinjaya raih doktor lewat matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

Fitri Putri - atapkitadonasi.com

Fitri Putri - atapkitadonasi.com

Fitri Putri adalah penulis yang mengangkat tema kepedulian sosial, zakat, dan inspirasi kebaikan sehari-hari. Melalui pendekatan yang humanis dan membumi, Fitri menyajikan konten yang mendorong pembaca untuk lebih peka terhadap lingkungan sekitar. Ia aktif menyuarakan pentingnya berbagi secara konsisten, tidak hanya saat momentum tertentu.