Bisnis

Kemenhub: Tiga Kapal Negara perkuat hari ke-14 operasi SAR KMP Virgo

D4C9D1BC-D28F-4A8D-B5E3-8E11864E7526
Foto : Rafi Firmansyah - atapkitadonasi.com
Daftar Isi
  1. Tiga Kapal Negara Tambah Dukungan Pencarian KMP Virgo Transport 8
  2. Related Reading
  3. Frequently Asked Questions

Tiga Kapal Negara Tambah Dukungan Pencarian KMP Virgo Transport 8

Atapkitadonasi.com – Operasi pencarian dan pertolongan terhadap korban KMP Virgo Transport 8 memasuki hari ke-14 dengan penguatan armada dari Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan. Tiga Kapal Negara, yakni KN Grantin P.211, KN Kunyit, dan KN Miang Besar, tetap disiagakan untuk mendukung kerja tim SAR gabungan di area operasi.

Pencarian melibatkan unsur laut, udara, serta penyelam dari sejumlah instansi. Fokus utama operasi masih berada pada penyelaman di badan kapal, pencarian korban, evakuasi, dan pembaruan data korban secara terpadu. Seluruh kegiatan di lapangan terus disesuaikan dengan kondisi cuaca, gelombang, arus, serta penilaian keselamatan di lokasi.

Dukungan kapal di area operasi

Kepala Distrik Navigasi Tipe A Kelas II Banjarmasin Hary Bowo Seno Putro menyampaikan bahwa tiga kapal milik Direktorat Jenderal Perhubungan Laut menjalankan peran penting dalam operasi kemanusiaan tersebut. Armada itu bekerja bersama KN SAR Pacitan, KN SAR Kamanjaya, KRI GNR 332, KRI Sultan Iskandar Muda, dan unsur laut lain yang telah berada di lapangan.

“Dari unsur laut, Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan terus mengerahkan tiga Kapal Negara, yakni KN Grantin P.211, KN Kunyit dan KN Miang Besar untuk mendukung pelaksanaan operasi SAR,” katanya.

KN Kunyit telah berada di kawasan operasi dan ditempatkan sebagai pendukung di Ring 1. Penempatan ini dimaksudkan agar kapal dapat segera membantu kebutuhan penanganan korban dari kegiatan penyelaman, terutama jika ditemukan korban dalam jumlah besar.

Kapal tersebut telah dipasangi reefer container untuk penampungan sementara jenazah apabila diperlukan. Fasilitas ini menjadi bagian dari kesiapan evakuasi sebelum korban dibawa ke tahapan penanganan selanjutnya.

“Apabila dalam proses penyelaman ditemukan korban dalam jumlah cukup banyak, KN Kunyit telah kami siapkan sebagai unsur pendukung di Ring 1. Kapal ini telah dilengkapi reefer container untuk mendukung penanganan dan penampungan sementara jenazah sebelum proses evakuasi lebih lanjut,” jelas Hary.

KN Miang Besar siapkan kapasitas tambahan

Penguatan juga dilakukan melalui KN Miang Besar dari Distrik Navigasi Tipe A Kelas I Samarinda. Pada Sabtu, 26 September, kapal itu sandar di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin untuk memuat reefer container. Setelah pemasangan dan persiapan selesai, kapal dijadwalkan bergabung ke area pencarian guna memperbesar kesiapan dukungan evakuasi.

Dengan langkah tersebut, terdapat dua Kapal Negara Kenavigasian yang memiliki fasilitas reefer container, yaitu KN Kunyit dari Banjarmasin dan KN Miang Besar dari Samarinda. Kehadiran dua kapal itu memberikan kapasitas penanganan tambahan bila hasil pencarian dan penyelaman menuntut dukungan lebih besar.

“Keduanya disiapkan untuk memberikan dukungan apabila hasil pencarian dan penyelaman membutuhkan kapasitas penanganan korban yang lebih besar,” jelas Hary.

Keberadaan reefer container bukan hanya terkait kesiapan teknis kapal, melainkan juga bagian dari upaya menjaga proses penanganan korban tetap tertib dan terkoordinasi. Dalam operasi berskala besar, kesiapan sarana pendukung menjadi penting karena situasi di lapangan dapat berubah mengikuti hasil pencarian, kondisi perairan, dan kebutuhan tim penyelam.

Keselamatan personel menjadi perhatian utama

Kepala Pangkalan Penjagaan Laut dan Pantai Kelas II Tanjung Perak, Capt. Rusmanu, menyatakan KN Grantin P.211 masih bertugas di area operasi hingga saat ini. Ketiga Kapal Negara yang dikerahkan tidak hanya melakukan pencarian dan penyisiran, tetapi juga memberi dukungan keselamatan navigasi, mobilisasi operasional, serta evakuasi korban.

Koordinasi antarkapal dan antarlembaga diperlukan agar setiap unsur dapat bekerja sesuai fungsi masing-masing dalam satu misi kemanusiaan. Tim di laut harus menjaga kelancaran pergerakan armada, sementara penyelam menghadapi tuntutan keselamatan khusus saat memasuki area badan kapal.

“Dalam setiap pelaksanaannya, kami tetap memastikan kesiapan dan keselamatan personel maupun sarana operasi sebelum, selama, dan setelah pelaksanaan tugas,” kata Rusmanu.

Prioritas keselamatan diterapkan pada setiap tahap, terutama bagi tim penyelam. Keputusan untuk melanjutkan atau menyesuaikan kegiatan pencarian mempertimbangkan keadaan cuaca, gelombang, arus laut, dan evaluasi risiko di lokasi. Pendekatan ini diperlukan agar operasi dapat berlangsung efektif tanpa mengabaikan keamanan petugas.

Helikopter turut memperluas pencarian

Selain kapal-kapal di perairan, Tim SAR Gabungan memaksimalkan unsur udara dengan pengerahan helikopter milik Basarnas dan TNI Angkatan Laut. Dukungan udara membantu memperluas pemantauan area pencarian dan melengkapi operasi yang dilakukan armada laut serta personel di bawah permukaan.

Data Basarnas pada Sabtu, 26 September pukul 19.00 Wita mencatat 243 penumpang berada di atas KMP Virgo Transport 8. Sebanyak 172 orang telah ditemukan, terdiri atas 108 orang selamat dan 64 orang meninggal dunia. Masih ada 71 orang yang dalam pencarian.

Operasi SAR Gabungan akan terus berjalan hingga dinyatakan selesai. Penguatan kapal, fasilitas evakuasi, dukungan udara, dan koordinasi lintasinstansi diharapkan menjaga pencarian tetap terarah, sekaligus memastikan keselamatan seluruh personel yang bekerja dalam misi tersebut.

Frequently Asked Questions

What is Kemenhub?

Kemenhub is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Kemenhub matter?

Kemenhub matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

Rafi Firmansyah - atapkitadonasi.com

Rafi Firmansyah - atapkitadonasi.com

Rafi Firmansyah merupakan penulis yang tertarik pada topik donasi digital, teknologi, dan perubahan perilaku sosial. Di atapkitadonasi.com, Rafi mengulas bagaimana perkembangan platform online memengaruhi cara masyarakat berbagi. Ia berupaya menyajikan konten yang relevan dengan era digital tanpa mengabaikan prinsip kehati-hatian.