Rilis Pers

Dari Merak hingga Ketapang, Krueng Mane hingga Tanjungkarang: Cerita Perjalanan dari Ujung Jaringan Kereta Api Jawa–Sumatra

Daftar Isi
  1. Dari Merak hingga Ketapang Krueng: Jejak Ujung Rel Jawa–Sumatra
  2. FAQ perjalanan kereta di ujung jaringan Jawa–Sumatra
  3. Related Reading

Dari Merak hingga Ketapang Krueng: Jejak Ujung Rel Jawa–Sumatra

Atapkitadonasi.com – Dari Merak hingga Ketapang Krueng Mane sampai Tanjungkarang, perjalanan di ujung jaringan kereta api menghadirkan cerita konektivitas yang berbeda-beda. Empat stasiun ini berada di Banten, Banyuwangi, Aceh, dan Lampung, dengan peran penting bagi mobilitas masyarakat serta perjalanan yang terhubung dengan pelabuhan dan wilayah sekitarnya.

Merak dan Ketapang menunjukkan pertemuan transportasi rel dengan penyeberangan laut. Sementara itu, Krueng Mane dan Tanjungkarang mencerminkan keberlanjutan layanan kereta api di Sumatra serta jejak panjang perkembangan perkeretaapian di daerahnya.

“Menarik melihat bagaimana rel menjangkau berbagai sisi Jawa dan Sumatra. Di beberapa tempat perjalanan bertemu dengan pelabuhan dan laut, di tempat lain kereta api menjadi penghubung masyarakat antarkota,” ujar Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba.

Merak, ujung barat rel Pulau Jawa

Stasiun Merak di Banten berada dekat dengan Pelabuhan Merak, sehingga menjadi simpul penting antara perjalanan kereta api dan penyeberangan Selat Sunda. Penumpang dari lintas Rangkasbitung–Merak dapat melanjutkan perjalanan dengan kapal menuju Bakauheni di Lampung.

Jalur kereta menuju Merak telah ada sejak awal 1900-an dan hingga kini tetap melayani perjalanan masyarakat di wilayah Banten. Kedekatan stasiun dengan pelabuhan memperlihatkan pentingnya konektivitas antarmoda untuk menghubungkan Jawa dan Sumatra.

Ketapang, gerbang perjalanan menuju Bali

Di ujung timur Jawa, Stasiun Ketapang di Banyuwangi menjadi salah satu titik penting perjalanan kereta api. Sejarah perkeretaapian di kawasan Banyuwangi dimulai ketika jalur menuju wilayah tersebut dibuka pada 2 Februari 1903, sebelum jaringan rel kemudian berkembang hingga Ketapang.

Stasiun Ketapang melayani perjalanan menuju Banyuwangi dan menjadi bagian dari rute lanjutan ke Bali melalui Pelabuhan Ketapang menuju Gilimanuk. Selama Januari–September 2026, tercatat 615.161 pergerakan pelanggan di stasiun ini, terdiri atas 292.618 pelanggan berangkat dan 322.543 pelanggan tiba.

Jumlah tersebut meningkat 8,56 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025, ketika tercatat 566.643 pergerakan pelanggan. Data ini menunjukkan peran Ketapang yang terus tumbuh sebagai titik perjalanan di ujung timur jaringan rel Jawa.

Krueng Mane, layanan rel yang tetap hidup di Aceh

Dari Merak hingga Ketapang Krueng Mane juga membawa perhatian pada layanan kereta api di Aceh. Stasiun Krueng Mane merupakan salah satu titik ujung layanan penumpang KA Cut Meutia yang menghubungkan Krueng Geukueh, Bungkaih, dan Krueng Mane.

Kehadiran KA Cut Meutia membuat kereta api tetap menjadi pilihan transportasi bagi masyarakat di sepanjang lintas tersebut. Stasiun ini bukan hanya penanda akhir rute, tetapi juga bagian dari kesinambungan sejarah perkeretaapian di wilayah utara Sumatra.

Tanjungkarang dan sejarah rel di Lampung

Stasiun Tanjungkarang merupakan salah satu stasiun utama di Lampung yang berkaitan erat dengan perkembangan jalur rel dan Pelabuhan Panjang. Pembangunannya dimulai pada 1911, kemudian diresmikan pada 30 Juni 1914.

Pada masa awal operasionalnya, stasiun ini mendukung pergerakan pegawai dan material dari Pelabuhan Panjang. Seiring waktu, Tanjungkarang berkembang menjadi bagian penting dari perjalanan kereta api di Lampung dan wilayah selatan Sumatra.

FAQ perjalanan kereta di ujung jaringan Jawa–Sumatra

Apa hubungan Stasiun Merak dengan perjalanan ke Sumatra?

Penumpang yang tiba di Merak dapat melanjutkan perjalanan melalui Pelabuhan Merak dan menyeberang ke Bakauheni, Lampung. Karena itu, Merak menjadi salah satu titik peralihan antara kereta api dan kapal feri.

Bagaimana melanjutkan perjalanan dari Ketapang ke Bali?

Dari kawasan Stasiun Ketapang, penumpang dapat menuju Pelabuhan Ketapang untuk menyeberang ke Gilimanuk, Bali. Rute ini menjadikan Banyuwangi sebagai salah satu gerbang perjalanan darat dan laut antara Jawa dan Bali.

Kereta apa yang melayani Stasiun Krueng Mane?

Stasiun Krueng Mane dilayani KA Cut Meutia yang menghubungkan Krueng Geukueh, Bungkaih, dan Krueng Mane di Aceh.

Keempat stasiun tersebut memperlihatkan bahwa Dari Merak hingga Ketapang Krueng Mane hingga Tanjungkarang, jaringan kereta api tidak sekadar mengakhiri perjalanan di sebuah titik. Rel juga menghubungkan penumpang dengan pelabuhan, kota lain, sejarah daerah, dan kebutuhan mobilitas sehari-hari.

Rafi Firmansyah - atapkitadonasi.com

Rafi Firmansyah - atapkitadonasi.com

Rafi Firmansyah merupakan penulis yang tertarik pada topik donasi digital, teknologi, dan perubahan perilaku sosial. Di atapkitadonasi.com, Rafi mengulas bagaimana perkembangan platform online memengaruhi cara masyarakat berbagi. Ia berupaya menyajikan konten yang relevan dengan era digital tanpa mengabaikan prinsip kehati-hatian.