Bamsoet sebut capaian dua tahun Prabowo modal utama Indonesia mandiri
Daftar Isi
Capaian Dua Tahun Pemerintahan Prabowo Jadi Modal Kemandirian
Atapkitadonasi.com – Bamsoet sebut capaian dua tahun Prabowo sebagai modal utama bagi Indonesia untuk memperkuat kemandirian nasional di tengah ketidakpastian ekonomi global. Anggota Dewan Pertimbangan Presiden Bambang Soesatyo menilai pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka telah membangun fondasi pembangunan yang semakin kokoh dalam dua tahun pertama masa kerja mereka.
Menurut tokoh yang akrab disapa Bamsoet itu, hasil pembangunan perlu dipandang sebagai pijakan untuk mempercepat kesejahteraan masyarakat. Ia menekankan bahwa arah kebijakan pemerintah tidak cukup hanya mengejar pertumbuhan ekonomi, tetapi juga harus memastikan hasilnya dirasakan melalui lapangan kerja, pemerataan pembangunan, ketahanan pangan, dan peningkatan kualitas hidup rakyat.
“Dua tahun pertama Presiden Prabowo telah memperlihatkan fondasi pembangunan yang semakin kuat,” ujar Bamsoet dalam keterangannya dikutip di Jakarta, Kamis.
Investasi dan Pemerataan Lapangan Kerja
Salah satu indikator yang disoroti ketika Bamsoet sebut capaian dua tahun Prabowo adalah realisasi investasi yang mencapai Rp3.923,2 triliun. Nilai investasi tersebut dinilai penting karena berkaitan langsung dengan penguatan aktivitas ekonomi, pembukaan peluang usaha, serta kemampuan daerah untuk berkembang melalui masuknya modal dan pembangunan baru.
Investasi itu juga disebut telah menyerap hingga 5,4 juta tenaga kerja. Sebanyak 51,8 persen penyerapan tenaga kerja berada di luar Pulau Jawa, sebuah kondisi yang dipandang mendukung upaya pemerataan ekonomi antardaerah. Distribusi investasi dan pekerjaan ke berbagai wilayah menjadi penting agar manfaat pembangunan tidak hanya terkonsentrasi pada pusat-pusat ekonomi yang telah maju.
Bamsoet, yang juga Wakil Ketua Umum Partai Golkar, mengingatkan bahwa besarnya nilai investasi harus menghasilkan dampak yang nyata bagi masyarakat. Investasi triliunan rupiah, menurutnya, perlu diterjemahkan menjadi pekerjaan yang layak, upah yang baik, serta kesempatan berusaha yang lebih luas. Dengan demikian, pertumbuhan investasi dapat berjalan seiring dengan peningkatan kesejahteraan rakyat.
Ketahanan Pangan, Energi, dan Peningkatan Kualitas Hidup
Di bidang pangan, Bamsoet menyoroti produksi beras nasional yang mencapai 34,69 juta ton. Capaian tersebut berlangsung bersamaan dengan penyederhanaan distribusi pupuk bersubsidi. Ketersediaan pupuk yang lebih mudah dijangkau petani menjadi salah satu unsur penting dalam menjaga produktivitas pertanian dan memperkuat ketahanan pangan nasional.
Sektor energi juga menjadi bagian dari perhatian dalam penilaian tersebut. Penerapan biodiesel B50 dan langkah pengurangan ketergantungan terhadap impor solar diproyeksikan dapat memberikan potensi penghematan devisa negara sekitar Rp170 triliun. Kebijakan energi ini dipandang sebagai upaya memperkuat ketahanan nasional sekaligus mengurangi tekanan dari kebutuhan impor bahan bakar.
Bamsoet sebut capaian dua tahun Prabowo juga tercermin pada perluasan program pembangunan sumber daya manusia. Program Makan Bergizi Gratis disebut menjangkau 57 juta penerima manfaat, sedangkan layanan Cek Kesehatan Gratis telah diakses oleh 106,3 juta masyarakat. Kedua program itu menempatkan pemenuhan gizi dan pemeriksaan kesehatan sebagai bagian dari investasi jangka panjang bagi kualitas manusia Indonesia.
Namun, Bamsoet menilai berbagai langkah tersebut perlu dibarengi komitmen kuat terhadap pemberantasan korupsi dan penegakan hukum. Hal itu penting untuk memastikan anggaran serta kebijakan pembangunan benar-benar berjalan sesuai tujuan dan memberikan manfaat yang merata. Ia juga menekankan perlunya menekan angka kemiskinan yang tercatat berada pada level 8,07 persen.
Tahun Ketiga Didorong Menjadi Masa Percepatan Kesejahteraan
Ke depan, Bamsoet berharap tahun ketiga pemerintahan Presiden Prabowo menjadi periode percepatan kesejahteraan rakyat. Targetnya bukan sekadar menjaga capaian yang telah terbentuk, melainkan memperluas dampak kebijakan agar angka kemiskinan terus menurun, kesempatan kerja bertambah, daya beli masyarakat menguat, dan kesenjangan antardaerah semakin menyempit.
“Tahun ketiga pemerintahan Presiden Prabowo harus menjadi tahun percepatan kesejahteraan rakyat. Angka kemiskinan harus terus turun, lapangan kerja semakin terbuka, daya beli menguat, dan kesenjangan antardaerah semakin menyempit,” kata Bamsoet.
FAQ: Capaian Dua Tahun Pemerintahan Prabowo
Apa yang dimaksud Bamsoet dengan modal kemandirian Indonesia?
Menurut Bamsoet, modal tersebut mencakup fondasi pembangunan yang diperkuat melalui investasi, penyerapan tenaga kerja, produksi pangan, kebijakan energi, serta program peningkatan kesehatan dan gizi masyarakat. Berbagai capaian itu dipandang dapat menopang kemampuan Indonesia menghadapi ketidakpastian ekonomi global.
Mengapa pemerataan investasi menjadi perhatian?
Pemerataan investasi penting karena 51,8 persen penyerapan tenaga kerja dari investasi tersebut berada di luar Pulau Jawa. Kondisi ini dinilai membantu memperluas kesempatan ekonomi di daerah dan mengurangi kesenjangan pembangunan antarwilayah.
Apa fokus yang diharapkan pada tahun ketiga pemerintahan?
Fokusnya adalah percepatan kesejahteraan rakyat melalui penurunan kemiskinan, pembukaan lapangan kerja, penguatan daya beli, serta penyempitan kesenjangan antardaerah. Bamsoet menilai agenda tersebut harus didukung penegakan hukum dan pemberantasan korupsi yang konsisten.