Strategi Penting: Harga Minyak Dunia Melonjak, Qatar Peringatkan Produksi Energi Teluk Bisa Terhenti
Harga Minyak Dunia Melonjak, Qatar Peringatkan Produksi Energi Teluk Bisa Terhenti
Konflik di Timur Tengah terus memicu ketidakpastian pasar energi global, yang berdampak langsung pada kenaikan harga minyak. Qatar, sebagai salah satu pemain utama dalam produksi energi, mengeluarkan peringatan bahwa gangguan terhadap pasokan minyak dan gas di wilayah Teluk mungkin berlangsung dalam beberapa hari ke depan. Dalam wawancara dengan Financial Times, Menteri Energi Qatar, Saad al Kaabi, menyoroti risiko yang mengancam jalur vital ekspor energi dunia.
Kabarnya, perang antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran bisa memutus alur distribusi bahan bakar. “Jika perang ini terus berlanjut selama beberapa pekan, pertumbuhan PDB global akan terdampak,” kata Kaabi, seperti yang dilaporkan BBC.
“Harga energi akan naik, terdapat kekurangan produk tertentu, dan pabrik akan mengalami reaksi berantai karena tidak bisa memenuhi pasokan,” tambahnya.
Lonjakan harga minyak dunia terjadi setelah peringatan tersebut, dengan Brent mencapai US$89,17 per barel pada Jumat.
Perusahaan energi Qatar, QatarEnergy, telah menghentikan produksi LNG setelah terjadi serangan terhadap fasilitas mereka. Kaabi menegaskan bahwa pemulihan kapasitas produksi membutuhkan waktu lama, bahkan jika konflik segera berakhir. “Dibutuhkan minggu hingga bulan untuk kembali ke level normal,” jelasnya. Klausul force majeure juga aktif, memberi ruang bagi produsen lain di wilayah Teluk untuk mengambil langkah serupa jika kondisi tetap tidak stabil.
Selat Hormuz, jalur laut kritis yang mengalirkan sekitar 20 persen pasokan minyak global, kini terancam. Sejak perang antara AS dan Iran dimulai akhir pekan lalu, lalu lintas kapal tanker hampir berhenti. Kekhawatiran ini langsung memengaruhi harga minyak, yang naik 4,4 persen dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya. Jika selat tersebut tetap terblokir, Kaabi memperkirakan harga minyak bisa mencapai US$150 per barel dalam dua hingga tiga pekan.
Dampak kenaikan harga mulai terasa di berbagai negara. Inggris, misalnya, mengalami peningkatan biaya bahan bakar, sementara harga gas juga melambung. Namun, harga saat ini masih di bawah puncak pada 2022, setelah invasi Rusia ke Ukraina memicu krisis energi global. Di Irak, produksi minyak di ladang Dohuk terpaksa dihentikan setelah serangan drone yang mengakibatkan kerusakan material. Pemerintah Kurdistan menyatakan kejadian ini terjadi Kamis lalu, dengan kelompok bersenjata disebut sebagai pelaku serangan.
