Strategi Penting: AS Akan Kawal Kapal-kapal Minyak Lintasi Selat Hormuz Iran

AS Akan Kawal Kapal Minyak di Selat Hormuz Setelah Konflik Iran

Washington DC, KOMPAS.com – Amerika Serikat (AS) sedang menyiapkan penggunaan pasukan laut untuk mengawal kapal pengangkut minyak yang melewati Selat Hormuz. Tindakan ini diambil setelah jalur perdagangan energi global yang vital ini terganggu akibat perang antara Iran dan AS-Israel. Menteri Energi AS Chris Wright menyatakan bahwa pengawalan akan dilakukan secepatnya untuk memulihkan aliran minyak internasional.

“Segera setelah memungkinkan, kami akan mengawal kapal melalui selat dan menggerakkan kembali energi,” ujar Wright dalam wawancara dengan program Fox and Friends di Fox News, Jumat (6/3/2026).

Sebelumnya, presiden AS Donald Trump juga mengungkap rencana serupa. Pada Selasa (3/3/2026), Trump menyebut bahwa Angkatan Laut AS akan mulai menjaga kapal tanker di Selat Hormuz segera, untuk mencegah hambatan pada pasokan minyak global. Selat Hormuz merupakan jalur penting bagi perdagangan energi dunia. Sekitar 15 persen dari pasokan minyak mentah dan gas alam cair global melintas melalui perairan sempit tersebut.

Konflik yang berlangsung selama satu minggu antara AS-Israel dan Iran, disusul serangan balik dari Teheran, menyebabkan kenaikan harga minyak mentah. Harga komoditas tersebut mencapai level tertinggi dalam hampir dua tahun terakhir, memicu kecemasan terkait inflasi yang meningkat. Laporan JP Morgan, yang dirilis Jumat, menunjukkan aktivitas pelayaran komersial di Selat Hormuz hampir berhenti.

“Pada Kamis, hari keenam konflik, lalu lintas komersial melalui Selat Hormuz praktis tidak ada, dengan aktivitas sebagian besar hanya terbatas pada kapal Iran,” tulis JP Morgan dalam catatannya, dikutip dari AFP.

Meski begitu, Direktur Eksekutif Badan Energi Internasional (IEA) Fatih Birol menekankan bahwa pasokan minyak dunia tetap memadai. Menurut Birol, saat ini pasar masih memiliki cukup stok minyak. Dalam kesempatan yang sama, Wright juga mengungkap kebijakan AS memberikan pengecualian sanksi sementara kepada India untuk membeli minyak dari Rusia.

Ads
RumahBerkat - Post

Langkah itu, menurut Wright, merupakan keputusan pragmatis. Ia menegaskan bahwa kebijakan tersebut tidak mengubah sikap Washington terhadap Moskow, yang industri energinya masih terkena sanksi ketat akibat perang di Ukraina. Di dalam negeri, kenaikan harga bahan bakar menjadi sorotan pemerintah AS karena bisa memperparah tekanan inflasi yang sudah dirasakan masyarakat.

Berdasarkan indikator harga bensin dari AAA pada Jumat, harga rata-rata bahan bakar di AS naik sekitar 11 persen dalam seminggu terakhir. Namun, Wright memprediksi harga bahan bakar di stasiun pengisian akan turun dalam waktu dekat. Ia berharap harga minyak bisa kembali stabil dalam hitungan minggu, bukan bulan.

Iran Klaim Kapal Induk Lincoln Kabur dari Drone di Selat Hormuz, AS Buka Suara

Dalam konteks yang sama, Wright menyebutkan bahwa Iran mengklaim kapal induk Lincoln berhasil kabur dari serangan drone di Selat Hormuz. AS mengonfirmasi kejadian tersebut, namun belum memberikan penjelasan rinci mengenai detail serangan dan respons mereka terhadap ancaman dari Iran.