Rencana Khusus: Skenario Terburuk Piala Dunia 2026: Perang Iran vs AS-Israel Bisa Paksa FIFA Tunda Turnamen
Skenario Terburuk Piala Dunia 2026: Perang Iran vs AS-Israel Bisa Paksa FIFA Tunda Turnamen
Kurang dari 100 hari sebelum pertandingan pembuka dimulai, ketegangan geopolitik mulai mengancam keberlangsungan Piala Dunia 2026. Serangan gabungan Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap Iran di akhir Februari lalu memicu kekhawatiran besar mengenai keamanan turnamen yang akan digelar di AS, Meksiko, dan Kanada. Meski jadwal pertandingan antara Meksiko dan Afrika Selatan di Mexico City sudah dekat, perang antarbangsa bisa mengubah rencana tersebut secara mendadak.
Iran, yang tergabung dalam grup bersama Selandia Baru, Belgia, dan Mesir, menunjukkan ketidakpastian terkait partisipasi mereka. Presiden Federasi Sepak Bola Iran, Mehdi Taj, menyatakan bahwa sulit untuk memandang Piala Dunia secara optimis saat konflik berlangsung. Fase grup Iran jadwal berlangsung di AS, yang menjadi lokasi utama pertandingan, menciptakan risiko keamanan tambahan. Selain itu, kebijakan larangan perjalanan dari pemerintahan Trump terhadap warga Iran bisa membatasi kemampuan suporter untuk hadir mendukung tim mereka.
Analisis dari pakar manajemen olahraga global, Profesor Simon Chadwick, mengungkapkan bahwa FIFA dan penyelenggara berada dalam situasi sulit. Namun, menurutnya, penundaan turnamen hanya akan dipertimbangkan jika konflik meluas ke wilayah lain. “Penundaan ke tahun depan tampaknya mustahil secara logistik dan ekonomi. Selama konflik tetap terbatas di Timur Tengah, tidak mungkin membenarkan penundaan,” kata Chadwick, seperti dilaporkan Sportbible, Sabtu (7/3/2026).
Chadwick juga menambahkan bahwa ambang batas untuk mengubah jadwal sangat tinggi. Pemindahan waktu pertandingan hanya akan dilakukan jika serangan mulai menyebar ke Eropa atau Amerika Utara. Faktor praktis seperti gangguan penerbangan internasional dan gangguan pasokan minyak dunia juga bisa mempercepat keputusan FIFA. Di sisi lain, aspek politik dalam negeri AS menjadi tantangan berat, dengan pemerintahan Trump dianggap akan menentang keras rencana penundaan karena dianggap sebagai kekalahan politik.
Sementara itu, Gianni Infantino, melalui FIFA, tetap menegaskan komitmen untuk menyelenggarakan turnamen yang aman dan inklusif bagi seluruh peserta. Namun, situasi dinamis di Timur Tengah masih menjadi variabel utama yang bisa mengubah segalanya dalam waktu singkat. (Rivan Nasri Rachman)
Bola Okezone menyajikan berita sepak bola terkini, akurat, dan terpercaya dari dalam negeri maupun internasional. Dukung jurnalisme berkualitas dengan tetap mengikuti update tercepat kami setiap hari.
