Yang Dibahas: 20 Update Baru Perang Iran, 140 Tentara AS Luka-Trump Omong Doang
Perbaruan Terkini Konflik Timur Tengah, 11 Hari Pasca Serangan AS-Israel
Jakarta, CNBC Indonesia – Konflik di kawasan Timur Tengah masih memanas. Setelah aksi serangan AS dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari yang mengakibatkan kematian Pemimpin Tertinggi Ayatollah Khamenei, pertempuran terus memanas. Berikut penjelasan terkini terkait perang yang sudah memasuki hari ke-11.
1. Korban Militer AS Bertambah
Pentagon menyatakan sekitar 140 personel militer AS terluka selama operasi perang di Iran. Sebelumnya, tujuh anggota militer AS telah gugur sejak awal konflik. Angka ini menunjukkan tingkat kerusakan yang terus meningkat.
2. Tidak Ada Perjanjian Damai
Ketua parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, menyatakan bahwa negara itu tidak akan menyepakati gencatan senjata. “Kami tidak mencari gencatan senjata,” tegasnya dalam postingan media sosial. Ia menekankan bahwa AS dan Israel perlu diberi pelajaran agar tidak mengulangi serangan terhadap Iran.
3. Ledakan di Teheran
Beberapa ledakan terjadi di Teheran pada malam Selasa. Namun, belum ada penjelasan resmi mengenai sasaran yang dituju oleh kekuatan tak dikenal.
4. Israel Serang Kembali
Militer Israel mengumumkan gelombang serangan baru pada Rabu pagi. Serangan ini diluncurkan setelah terdengar ledakan di Teheran. “IDF (militer) menargetkan fasilitas rezim teror Iran,” tulis lembaga Telegram militer tersebut.
5. Rudal Balistik Iran Kembali Dilempar
Iran meluncurkan serangan rudal di sejumlah kota Israel, termasuk Tel Aviv. Serangan ini dianggap sebagai respons terhadap serangan sebelumnya. Keberadaan AS di wilayah tersebut juga menjadi sasaran.
6. Pertemuan Darurat IEA
Negara-negara anggota Badan Energi Internasional (IEA) melakukan rapat darurat untuk mengevaluasi stabilitas pasokan minyak. Karena konflik mengganggu pasar, mereka juga membahas kemungkinan pelepasan stok darurat.
7. Peringatan Trump terkait Selat Hormuz
Trump memperingatkan Iran agar tidak menanamkan ranjau di Selat Hormuz. Hal ini setelah AS menghancurkan 10 kapal pemasang ranjau Iran. Ia menegaskan ancaman militer terhadap Teheran jika selat tersebut dijadikan target.
8. Harga Minyak Turun Drastis
Harga minyak mentah melemah, dengan Brent jatuh 11,3% menjadi US$87,80 per barel. Penurunan ini dipicu oleh ketidakpastian pasokan dari Teluk, setelah serangan mengganggu distribusi barang.
9. Drone Ukraina Bantu Negara Teluk
Militer Ukraina mengirimkan ahli pertahanan drone ke Qatar, Uni Emirat Arab (UEA), dan Arab Saudi. Mereka akan memperkuat pertahanan negara-negara kawasan untuk menghadapi serangan Iran. Drone Shahed yang digunakan Rusia dalam perang di Ukraina menjadi referensi utama.
10. Serangan Siber Iran
Direktorat keamanan siber Israel melaporkan adanya puluhan aksi peretasan oleh Iran. Serangan ini bertujuan mengumpulkan informasi intelijen. Pihak Israel mengimbau masyarakat untuk memperbarui kata sandi dan perangkat lunak mereka.
11. Penangkapan Spion
Kementerian Intelijen Iran mengungkapkan penahanan 30 individu yang dituduh melakukan pengintaian atas nama musuh Amerika-Zionis. Salah satunya adalah warga negara asing, identitasnya masih rahasia.
12. Kematian Diplomat Iran
Iran menuntut Israel atas kematian empat diplomat mereka dalam serangan akhir pekan di hotel Beirut. Peristiwa ini disampaikan dalam surat yang ditujukan kepada kepala PBB.
13. Kilang Minyak UAE Berhenti Operasi
Fasilitas Ruwais, kilang minyak terbesar dunia di Uni Emirat Arab, menghentikan aktivitas sebagai langkah pencegahan. Serangan pesawat tak berawak terhadap kompleks industri menjadi penyebabnya, kata sumber AFP.
14. Kekhawatiran Bencana Minyak
Kompetitor minyak Arab Saudi, Aramco, mengingatkan bahwa perang di Timur Tengah bisa memicu krisis energi besar. Potensi gangguan pasokan minyak menjadi ancaman serius bagi ekonomi global.
