Yang Dibahas: Puasa & Lebaran Serentak Tanpa Rukyat dan Hisab, Mungkinkah Terjadi?
Puasa & Lebaran Serentak Tanpa Rukyat dan Hisab, Mungkinkah Terjadi?
Jakarta, CNBC Indonesia – Sebelum memasuki bulan suci Ramadan atau Hari Raya Idul Fitri, pembicaraan mengenai penentuan awal bulan Hijriah sering menjadi perbincangan hangat. Perbedaan metode penentuan seperti hisab (perhitungan astronomi) dan rukyat (observasi langsung hilal) kerap menyebabkan variasi tanggal puasa di berbagai negara, termasuk Indonesia. Di tengah perdebatan yang sudah lama berlangsung, muncul gagasan baru yang dianggap lebih inovatif: Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT).
KHGT merupakan konsep kalender Islam yang berbasis perhitungan astronomi global. Tujuannya adalah agar semua wilayah dunia dapat merayakan Ramadan dan Lebaran pada tanggal yang sama. Sistem ini tidak memerlukan pengamatan hilal lokal untuk menentukan awal bulan.
Baca: Dalam 25 Tahun, Berapa Kali NU & Muhammadiyah Merayakan Lebaran Beda?
Apa Itu KHGT?
Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) berbeda dari metode tradisional yang mengandalkan visibilitas hilal di masing-masing wilayah. KHGT menggunakan hisab dengan parameter global, sehingga bisa diterapkan secara serentak di seluruh dunia. Kalender ini bahkan dapat dirancang beberapa tahun ke depan, mirip dengan kalender Masehi.
Mengapa KHGT Dianggap Revolusioner?
Banyak faktor yang membuat KHGT dianggap sebagai solusi inovatif. Sistem ini berasal dari tradisi hisab, namun lebih menyeluruh dan mengintegrasikan data global. Meski sebagian ulama dan lembaga keagamaan masih mempertahankan metode rukyat lokal, perkenalan KHGT tidak terasa mustahil. Dalam konteks dunia modern dengan mobilitas dan komunikasi yang tinggi, penerapan kalender tunggal semakin relevan.
(mae/mae) Add as a preferred source on Google
