Agenda Utama: Jatim perkuat kerja sama budaya dan wisata religi dengan Uzbekistan
Jatim perkuat kerja sama budaya dan wisata religi dengan Uzbekistan
Surabaya menjadi lokasi pertemuan penting antara Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Uzbekistan, khususnya dalam bidang budaya serta pariwisata religi. Acara ini dilakukan sebagai langkah untuk memperkuat hubungan bilateral dan meningkatkan aksesibilitas, kunjungan ziarah, serta pertukaran budaya antara kedua wilayah.
Kunjungan Duta Besar Uzbekistan untuk Indonesia, Oybek Eshonov, serta perwakilan pemerintah Samarkand, Adiz Boboev dan Rustam Kobilov, di Gedung Negara Grahadi menandai upaya kerja sama yang lebih intensif. Pada kesempatan tersebut, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyampaikan bahwa delegasi Uzbekistan hadir lengkap, termasuk para ulama dan akademisi. “Kami juga mengundang tokoh agama dari berbagai pesantren di Jawa Timur untuk berpartisipasi,” jelasnya.
“Delegasi Uzbekistan hadir lengkap, termasuk imam Masjid Imam Bukhari dan akademisi. Kami juga mengundang alim ulama dari berbagai pondok pesantren di Jawa Timur,” katanya.
Khofifah menyoroti kesamaan sejarah dan spiritual antara Jawa Timur dengan Samarkand, terutama melalui keterlibatan tokoh besar dalam perjalanan Islam. Ia menambahkan bahwa hubungan ini bisa dijadikan fondasi untuk mengembangkan wisata religi, termasuk potensi kunjungan ke makam Imam Bukhari di Uzbekistan.
“Ini berpotensi menjadi daya tarik baru bagi masyarakat Jawa Timur untuk wisata religi,” ujarnya.
Pemprov Jatim juga menyoroti peran sejumlah tokoh penyebar agama seperti Sunan Giri dan Maulana Malik Ibrahim, yang dikenal memiliki hubungan historis dengan Samarkand. Sebagai tindak lanjut, pihaknya melibatkan industri pariwisata, termasuk agen perjalanan, untuk menjajaki kolaborasi dengan Samarkand.
Di sisi lain, penguatan konektivitas transportasi menjadi prioritas, dengan potensi pembukaan rute penerbangan langsung ke Uzbekistan. “Koneksi transportasi yang lebih baik diharapkan bisa mempererat hubungan masyarakat, terutama dalam pengembangan wisata religi dan pertukaran budaya,” imbuh Khofifah.
“Penguatan konektivitas ini diharapkan dapat mempererat hubungan antarmasyarakat, khususnya dalam pengembangan wisata religi dan pertukaran budaya,” katanya.
Sementara itu, Gubernur Samarkand Adiz Boboev menyambut baik kerja sama tersebut. Ia mengungkapkan keinginan untuk mengembangkan hubungan ekonomi, pariwisata, serta kesejahteraan bersama Jawa Timur. “Kami ingin mengembangkan kerja sama di bidang ekonomi, pariwisata, dan kesejahteraan bersama Jawa Timur,” tuturnya.
“Kami ingin mengembangkan kerja sama di bidang ekonomi, pariwisata, dan kesejahteraan bersama Jawa Timur,” katanya.
Boboev juga mengajak masyarakat Jawa Timur untuk berkunjung ke Uzbekistan dan menjelajah tempat-tempat ibadah serta sejarah. Harapan ini sejalan dengan upaya memperkuat kerja sama yang telah dimulai di Surabaya.
