Program Terbaru: Menteri PPPA: Sekolah Rakyat bangkitkan semangat anak-anak
Menteri PPPA: Sekolah Rakyat bangkitkan semangat anak-anak
Dari Jakarta, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi menyatakan bahwa Sekolah Rakyat berperan penting dalam menyemangati anak-anak untuk kembali memiliki harapan dan cita-cita. Ia menambahkan, para siswa tampak sangat senang dan antusias. Program ini memberikan peluang bagi mereka yang sebelumnya merasa tidak mungkin melanjutkan pendidikan, kini bisa menggambarkan impian yang lebih luas.
Sekolah Rakyat juga berdampak positif terhadap beban keluarga, khususnya dalam memenuhi kebutuhan pendidikan anak. Dengan adanya dukungan tersebut, orang tua dapat lebih tenang dalam memastikan anak-anak tetap belajar, ujar Arifah Fauzi dalam keterangan di Jakarta, Senin.
“Program ini adalah inisiatif luar biasa yang mampu menghadirkan keadilan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. Tujuannya adalah memastikan setiap anak Indonesia memiliki hak dasar untuk berkembang,” katanya.
Dalam kunjungan ke Sekolah Rakyat Terintegrasi 8 Jombang, Jawa Timur, Menteri PPPA menekankan bahwa program ini bukan hanya menyediakan akses pendidikan, tetapi juga menjadi tempat bagi anak-anak untuk membangun masa depan yang lebih baik.
Arifah Fauzi juga memberikan semangat kepada para siswa, guru, dan wali asuh. Ia menegaskan bahwa para siswa adalah generasi penerus bangsa dan pemimpin masa depan, sehingga harus menjaga percaya diri serta memanfaatkan peluang belajar secara optimal.
Program Sekolah Rakyat di Jombang
Sekolah Rakyat Terintegrasi 8 Jombang mulai beroperasi Senin, 14 Juli 2025. Saat ini, institusi tersebut menempati Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Desa Mancilan, Kecamatan Mojoagung. Sebanyak 100 siswa tingkat SMP dan SMA resmi menghuni asrama di SKB Mojoagung sebagai angkatan pertama.
Rinciannya terdiri dari 50 siswa SMA dan 50 siswa SMP (28 perempuan serta 22 laki-laki). SRT 8 Jombang didukung oleh 18 guru mata pelajaran, satu guru agama Islam, 10 wali asuh, 4 wali asrama, serta tim pendukung lainnya seperti petugas kebersihan, keamanan, dan juru masak yang dipimpin oleh satu kepala sekolah.
