Leli/Osrita kalah pada laga ketiga para tenis meja ganda putri WD10
Leli/Osrita Tersingkir Setelah Kalah dari Korea Selatan di WD10
Atapkitadonasi.com – Langkah pasangan para tenis meja putri Indonesia, Leli Marlina dan Osrita Muslim, di nomor ganda kelas WD10 Asian Para Games Aichi-Nagoya 2026 dipastikan tidak berlanjut ke fase gugur. Dalam pertandingan ketiga Grup A di Sky Hall Toyota, Jepang, Kamis, mereka harus mengakui keunggulan duet Korea Selatan, Lee Migyu/Jung Young-a.
Leli dan Osrita kalah tiga gim tanpa balas dengan skor 4-11, 5-11, dan 9-11. Hasil tersebut menjadi kekalahan ketiga berturut-turut bagi wakil Indonesia, sehingga peluang untuk bersaing memperebutkan medali telah tertutup.
Perlawanan meningkat pada gim penutup
Dua gim awal berlangsung berat bagi pasangan Merah Putih. Lee Migyu dan Jung Young-a tampil dominan sejak awal, membangun keunggulan besar dan membatasi ruang gerak Leli/Osrita untuk mengembangkan permainan. Indonesia hanya mengumpulkan empat poin pada gim pertama, kemudian lima poin pada gim kedua.
Situasi berubah pada gim ketiga. Leli dan Osrita mampu memberikan tekanan lebih kuat serta menjaga selisih angka dengan lawan. Mereka sempat membuka peluang untuk membawa pertandingan menuju gim keempat, tetapi pasangan Korea Selatan tetap tenang dalam poin-poin penting.
Upaya Indonesia akhirnya berhenti pada angka sembilan. Gim ketiga ditutup dengan skor 9-11, sekaligus memastikan kemenangan Korea Selatan 3-0.
Kekalahan ini menegaskan ketatnya persaingan di Grup A nomor ganda putri WD10. Pada format pertandingan grup, setiap hasil memiliki pengaruh besar terhadap peluang lolos. Tiga kekalahan dari tiga laga membuat Leli/Osrita tidak lagi dapat mengejar posisi yang diperlukan untuk memasuki babak berikutnya.
Tiga laga, tiga kekalahan
Sebelum menghadapi Korea Selatan, Leli/Osrita juga belum berhasil meraih hasil positif dalam dua pertandingan pembuka. Pada Kamis pagi, pasangan Indonesia berhadapan dengan Wijittra Jaion/Wassana Sringam dari Thailand.
Pertandingan melawan Thailand berakhir dengan skor 0-3 untuk Indonesia, melalui hasil 1-11, 4-11, dan 2-11. Selisih angka pada setiap gim memperlihatkan sulitnya Leli dan Osrita menemukan ritme permainan saat berhadapan dengan lawan yang tampil efektif.
Di laga pertama pada Rabu (21/10), pasangan Indonesia lebih dahulu menghadapi Bian Zhang/Miao Zhang dari China. Leli/Osrita kembali kalah tiga gim langsung dengan skor 6-11, 9-11, dan 4-11.
Meski pertandingan pertama juga berakhir tanpa gim kemenangan, Leli dan Osrita sempat menunjukkan perlawanan lebih rapat pada gim kedua ketika mengumpulkan sembilan poin. Namun, duet Zhang tetap mampu menjaga keunggulan hingga akhir laga.
Rangkaian hasil tersebut membuat Indonesia mencatatkan rekor 0-3 di Grup A. Kuwait juga memiliki catatan yang sama, sedangkan China mengumpulkan rekor 3-1, Thailand 3-0, dan Korea Selatan 2-1.
Laga terakhir menghadapi Kuwait
Perjalanan Leli Marlina/Osrita Muslim di penyisihan grup belum benar-benar selesai. Mereka masih dijadwalkan memainkan pertandingan keempat pada Jumat (23/10) melawan pasangan Kuwait, Fajer Alkhalaf/Ahad Alrasheedi.
Laga itu menjadi kesempatan terakhir Indonesia untuk memperbaiki posisi akhir di Grup A. Selain China, seluruh negara peserta lain di grup tersebut masih memiliki satu pertandingan tersisa, sehingga susunan klasemen akhir masih dapat berubah.
Bagi Leli dan Osrita, pertandingan kontra Kuwait menjadi ruang untuk menutup rangkaian penyisihan dengan penampilan yang lebih baik. Walaupun kesempatan meraih medali sudah tidak tersedia, setiap gim tetap penting untuk menunjukkan daya juang serta evaluasi permainan menghadapi kompetisi berikutnya.
Nomor ganda putri WD10 menuntut koordinasi yang konsisten antara dua pemain. Komunikasi, ketepatan penempatan bola, kemampuan membaca arah serangan, dan ketenangan saat memasuki poin kritis menjadi faktor penting dalam menentukan hasil pertandingan. Pada duel melawan Korea Selatan, peningkatan permainan di gim ketiga menunjukkan bahwa Leli/Osrita mampu memberikan respons setelah tertinggal pada dua gim awal.
Namun, performa yang lebih kompetitif itu belum cukup untuk membalikkan keadaan. Lee Migyu/Jung Young-a mampu menjaga fokus hingga poin akhir dan memastikan Indonesia kembali gagal mencuri gim.
Dengan demikian, pertandingan melawan Kuwait akan menjadi penutup perjuangan Leli/Osrita pada fase Grup A nomor ganda putri WD10 Asian Para Games Aichi-Nagoya 2026. Pasangan Indonesia akan berupaya mengakhiri turnamen dengan hasil yang lebih baik setelah menghadapi lawan-lawan kuat dari China, Thailand, dan Korea Selatan.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Leli Osrita kalah pada laga ketiga?Leli Osrita kalah pada laga ketiga is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Leli Osrita kalah pada laga ketiga matter?Leli Osrita kalah pada laga ketiga matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.