Solusi untuk: 10 Info Terkini Perkara Aktivis KontraS Disiram Air Keras

Ads
RumahBerkat - Post

10 Info Terkini Perkara Aktivis KontraS Disiram Air Keras

Kasus penyiraman air keras yang menimpa Andrie Yunus, Wakil Koordinator KontraS, masih dalam penyelidikan. Polda Metro Jaya memperbarui informasi mengenai perkembangan penanganan kasus tersebut. Menurut detikcom, Selasa (17/3/2026), kejadian diduga terjadi pada Kamis (12/3) sekitar pukul 23.30 WIB di Jalan Salemba, Senen, Jakarta Pusat. Rekaman CCTV yang viral menunjukkan dua pria berboncengan motor melewati area tersebut.

Metode Ilmiah Dalam Penyelidikan

“Sejak menerima laporan, Polda Metro Jaya dan Mabes Polri telah mengambil langkah-langkah penyelidikan, menggunakan pendekatan ilmiah yang bisa diverifikasi,” kata Kapolda Metro Jaya Irjen Asep Edi Suheri. Pihak kepolisian menjelaskan bahwa proses investigasi mencakup pemeriksaan kondisi korban, pengumpulan keterangan saksi, olah tempat kejadian perkara, pembuatan visum et repertum, serta pengumpulan bukti tambahan.

Kapolda menegaskan bahwa seluruh tahapan investigasi dilakukan agar peristiwa dapat terungkap secara objektif, didasarkan pada fakta, bukti, dan keterangan yang sah. “Kami berkomitmen menangani kasus ini dengan profesional, transparan, dan akuntabel,” tambahnya. Langkah-langkah tersebut diambil sesuai instruksi Presiden dan Kapolri, serta mengedepankan prinsip kehati-hatian untuk menghindari kesalahpahaman di masyarakat.

Analisis Rute Pelaku

Dalam upaya mengungkap pelaku, polisi mengolah 86 titik CCTV. Dirreskrimum Polda Metro Jaya Kombes Iman Imanuddin menjelaskan rute yang dilalui para terduga pelaku. “Pelaku diduga mengikuti pergerakan korban sejak sebelum insiden terjadi, dengan jalur terdeteksi melalui kamera pengawas di beberapa titik,” ujarnya. Rute awal dimulai dari wilayah Jakarta Selatan, menuju Jalan Medan Merdeka Timur, sekitar area Stasiun Gambir.

“Setelah itu, pelaku menyusuri Jalan Ir H Juanda, Jakarta Pusat, dan lanjut ke Jalan Medan Merdeka Barat. Dari sana, mereka menuju kawasan Tugu Tani, dengan jalur melingkari Monas,” tambah Iman. Dari Tugu Tani, para pelaku sempat berhenti di SPBU Cikini, Jakarta Pusat, sebelum tiba di lokasi kejadian.

Kepolisian terus memperkuat investigasi dengan memverifikasi setiap informasi sebelum disampaikan ke publik. Proses ini bertujuan memastikan tidak muncul spekulasi yang tidak didasari bukti. “Pengusutan kasus ini dijalankan berdasarkan arahan Presiden dan Kapolri untuk memastikan objektivitas, transparansi, dan kejelasan,” ujar Irjen Asep.

Ads
RumahBerkat - Post