Danantara buka tender proyek PSEL untuk 25 kota pada bulan ini
Danantara Buka Tender Proyek PSEL untuk 25 Kota pada Bulan Ini
Tahun ini, Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara Indonesia) akan meluncurkan tender proyek pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL) yang melibatkan 25 kota di Indonesia. Proses ini dijadwalkan berlangsung bulan April 2026, sebagai bagian dari gelombang kedua pengembangan proyek. Managing Director Stakeholder Management and Communications Danantara, Rohan Hafas, menyebutkan keterlibatan lebih banyak kota dalam tahap ini karena tingginya antusiasme dari pemerintah daerah (pemda) dalam membangun infrastruktur daur ulang.
Pengembangan Proyek Dalam Tahap Kedua
Rohan menjelaskan bahwa keikutsertaan 25 kota pada batch kedua membuka peluang bagi hampir semua ibu kota provinsi untuk memiliki fasilitas pengolahan sampah. Dalam sesi Afternoon Coffee Session di Wisma Danantara Jakarta, Kamis, ia menekankan bahwa pemilihan lokasi membutuhkan persiapan matang dari pemda dan kecocokan lokasi sesuai standar yang ditetapkan.
“Ada 25 kota di batch kedua. Jadi hampir semua ibu kota provinsi akan mendapatkan fasilitas pengolahan sampah,” ujar Rohan.
Perusahaan Asal Tiongkok Masih Bersaing
Dalam konteks ini, Rohan menyampaikan bahwa tidak menutup kemungkinan perusahaan pemenang tender di gelombang kedua berasal dari negara yang sama dengan pemenang tahap pertama, yakni Tiongkok. Sebelumnya, proyek PSEL di Kota Bogor dan Denpasar dimenangkan oleh Zhejiang Weiming, sementara Kota Bekasi ditangani Wangneng Environment Co., Ltd.
Kriteria Lokasi Proyek PSEL
Lead of Waste-to-Energy dan Director of Investment Danantara Investment Management (DIM), Fadli Rahman, menjelaskan bahwa tidak semua daerah memenuhi syarat untuk menjadi lokasi proyek PSEL. Ia menegaskan bahwa volume sampah minimal 1.000 ton per hari menjadi faktor penting. “Pemda harus siap, lokasinya pun harus sesuai dengan threshold yang ditentukan dalam peraturan,” ujar Fadli.
“Harus lulus semua. Teknisnya harus lulus, komersialnya lulus, finansinya lulus, kajian management risk juga lulus, supaya kita bisa masuk untuk modifikasi asli investasi tersebut,” ujar Fadli.
Proyek PSEL tahap pertama telah menetapkan pemenang di Denpasar dan Bogor, serta Kota Bekasi. Nilai investasi per proyek diperkirakan berkisar antara Rp2,5 triliun hingga Rp2,8 triliun, dengan kriteria teknis, komersial, finansial, dan manajemen risiko sebagai penentu keberhasilan seleksi.
