Hasil Pertemuan: Dirut Bulog pastikan harga beras tak naik meski biji plastik langka
Dirut Bulog pastikan harga beras tak naik meski biji plastik langka
Jakarta – Setelah mengikuti Rapat Percepatan Realisasi Pendanaan Penyerapan Gabah Setara Beras di Jakarta, Senin, Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menyatakan harga beras tidak akan mengalami kenaikan, meskipun terjadi kelangkaan biji plastik yang memengaruhi biaya kemasan produk.
Rizal menegaskan kebijakan ini sesuai dengan instruksi Presiden Prabowo Subianto, yang meminta agar harga pangan tetap stabil untuk menjaga kemampuan beli masyarakat. “Sudah ditetapkan dalam rapat di Istana, tidak ada kenaikan harga pangan termasuk beras,” ujarnya.
Kebijakan dan Penyesuaian
Ketersediaan stok beras nasional yang mencapai 4,72 juta ton menjadi faktor utama yang memastikan harga tetap terjaga, meski ada tekanan biaya produksi. Dirut Bulog menyebut cadangan pemerintah dalam kondisi aman, sehingga tidak ada gangguan signifikan terhadap harga konsumen.
“Sehingga mudah-mudahan kita diberikan harga yang terbaik dengan harga yang paling rendah, namun tidak mengurangi ataupun menurunkan kualitas dari kemasan tersebut. Harapannya seperti itu,” ucap Rizal.
Bulog sedang melakukan penyesuaian kebijakan internal untuk menghadapi fluktuasi harga pasar, terutama karena kenaikan biaya kemasan yang dipengaruhi kelangkaan biji plastik. Langkah ini diambil agar distribusi tetap efisien tanpa merusak kualitas produk.
Koordinasi dengan Kementerian Perindustrian juga dilakukan guna mendapatkan bantuan pengurangan harga bahan kemasan, yang digunakan dalam program bantuan pangan. Rizal memastikan bahwa penyesuaian ini tidak mengganggu stabilitas operasional secara keseluruhan.
Detail Harga Eceran Tertinggi
Harga eceran tertinggi (HET) beras medium diatur pemerintah sebesar Rp13.500 per kilogram, sedangkan beras premium mencapai Rp14.900 per kg. Untuk beras SPHP, harga dijual sesuai zonasi: Rp12.500 per kg di zona 1 (Jawa, Lampung, Sumatra Selatan, Bali, NTB, Sulawesi), Rp13.100 per kg di zona 2 (Sumatra selain Lampung dan Sumsel, NTT, Kalimantan), dan Rp13.500 per kg di zona 3 (Maluku, Papua).
Dengan cadangan beras yang melimpah dan pengelolaan biaya yang cermat, Rizal optimistis harga beras akan tetap stabil, sekaligus mempertahankan kualitas kemasan dan distribusi nasional.
