InJourney perkuat konektivitas udara di ASEAN-China lewat ACWG-RASA

InJourney Airports Perkuat Koneksi Udara ASEAN-China Melalui Forum ACWG-RASA

InJourney perkuat konektivitas udara di ASEAN – Jakarta – PT Angkasa Pura Indonesia (Persero) yang beroperasi di bawah nama dagang InJourney Airports telah mengambil langkah strategis untuk meningkatkan konektivitas penerbangan antara Indonesia dengan kawasan Asia Tenggara serta Tiongkok. Upaya ini dilakukan melalui partisipasi aktif dalam Forum ASEAN–China Working Group on Regional Air Services Arrangements atau yang dikenal dengan singkatan ACWG-RASA.

Dalam keterangan resmi yang dikonfirmasi di Jakarta pada hari Sabtu, Direktur Utama InJourney Airports, Mohammad R Pahlevi, menegaskan bahwa perusahaan memiliki komitmen kuat untuk terus meningkatkan jaringan udara nasional. Ia menyampaikan hal tersebut saat menghadiri Forum ke-17 ACWG-RASA yang diselenggarakan di Kota Yogyakarta. Pada kesempatan tersebut, InJourney Airports melakukan penjajakan berbagai bentuk kolaborasi penerbangan internasional di seluruh bandara yang dikelola oleh perseroan.

Forum yang diselenggarakan oleh Kementerian Perhubungan ini bertujuan untuk memperkuat hubungan konektivitas antara negara-negara ASEAN dengan Tiongkok. Acara tersebut dihadiri oleh 61 delegasi resmi dari berbagai negara anggota. Selain itu, sebanyak 127 perwakilan dari maskapai penerbangan, pengelola bandara, perusahaan manufaktur dan perawatan pesawat, serta asosiasi penerbangan di kawasan ASEAN dan China juga hadir dalam pertemuan tersebut.

“Forum ini sekaligus menjadi kesempatan bagi kami untuk secara langsung menyampaikan keunggulan bandara untuk mendukung penguatan konektivitas udara ASEAN-China. Langkah ini juga menjadi upaya kami dalam mengoptimalkan bandara-bandara InJourney Airports,” kata Pahlevi.

Statistik Penumpang dan Tren Permintaan

InJourney Airports mencatat bahwa jumlah penumpang pesawat asal Tiongkok dengan tujuan ke Indonesia pada tahun 2025 diperkirakan mencapai sekitar 1,7 juta orang. Angka ini mencakup perjalanan melalui penerbangan langsung maupun tidak langsung yang melewati negara lain. Direktur Komersial InJourney Airports, Veri Y Setiady, menambahkan bahwa penguatan konektivitas ASEAN-China merupakan salah satu fokus utama perusahaan dalam forum ACWG-RASA. Hal ini sejalan dengan tren permintaan penerbangan dari dan menuju Tiongkok yang terus meningkat ke berbagai wilayah di Indonesia.

Veri menyebutkan bahwa konektivitas internasional bandara-bandara di Indonesia hingga Desember 2025 telah mencapai 40,9 juta penumpang yang berasal dari 230 negara. Tingkat pemulihan atau recovery rate mencapai 110 persen dibandingkan dengan masa sebelum pandemi. “Pasar Asia berkontribusi 67 persen dari total tersebut, dan China menjadi salah satu pendorong utama pertumbuhan ini,” ujar Veri.

Perluasan Destinasi dan Promosi Bandara

Menurut Veri, permintaan penerbangan dari Tiongkok ke Indonesia kini tidak lagi terpusat di Jakarta dan Bali. Berdasarkan data lalu lintas penumpang tidak langsung sepanjang 2025, wilayah Jawa mencatatkan sekitar 992 ribu penumpang. Disusul oleh Bali-Nusa Tenggara dengan sekitar 525 ribu penumpang, dan Sumatra dengan sekitar 169 ribu penumpang. Sementara itu, Kalimantan, Sulawesi, dan Papua turut menunjukkan pertumbuhan permintaan yang meski lebih kecil, namun konsisten.

Menurut dia, sebaran itu menunjukkan minat penumpang asal China terhadap destinasi di Indonesia sudah sangat beragam secara geografis. “Ini menjadi dasar kami untuk terus mendorong penguatan konektivitas langsung ASEAN – China, tidak hanya lewat bandara utama, tetapi juga bandara-bandara lain yang menjadi pintu masuk ke berbagai wilayah,” kata Veri menjelaskan.

Melalui forum ACWG-RASA, InJourney Airports turut mempromosikan enam bandara yakni Bandara Internasional Yogyakarta (YIA), Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid Lombok, Bandara Internasional Minangkabau Padang, Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang. Kemudian Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar, dan Bandara Internasional Sam Ratulangi Manado, sebagai bagian dari upaya memperluas titik konektivitas langsung ASEAN-China.

Keenam bandara itu juga terhubung dengan jaringan bandara lain di sekitarnya, termasuk Kendari, Palu, Gorontalo, Ternate, Ambon, Sorong, Timika, Jayapura, Kupang, dan Labuan Bajo, sehingga potensi penguatan konektivitas dapat menjangkau kawasan yang lebih luas. “Kami bersyukur mendapat respons cukup positif dari para delegasi dan maskapai penerbangan, yang akan ditindaklanjuti secara lebih detail dalam pertemuan berikutnya,” kata Veri.

Sebagai salah satu operator bandara terbesar kelima di dunia yang melayani 162 juta penumpang di 37 bandara, InJourney Airports akan terus mengoptimalkan potensi bandara-bandara yang dikelola perseroan untuk memperkuat konektivitas Indonesia-China, sekaligus berkontribusi maksimal terhadap perekonomian dan pariwisata nasional.