Atap Kita Donasi
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Kementan siapkan Rp3 triliun bangun pusat GPS unggas di Malang Jatim

Published 13/10/2026 · Updated 13/10/2026 · By Nadia Ramadhan - atapkitadonasi.com

Pusat GPS Unggas di Malang Disiapkan untuk Perkuat Pasokan Nasional

Atapkitadonasi.com – Kementerian Pertanian menyiapkan anggaran Rp3 triliun untuk membangun pusat Grand Parent Stock (GPS) unggas terpadu di Kabupaten Malang, Jawa Timur. Proyek ini diarahkan untuk memperkuat rantai produksi bibit unggas serta menopang ketersediaan pangan asal peternakan di berbagai daerah Indonesia.

Keberadaan pusat GPS memiliki arti penting bagi industri perunggasan karena berada pada tahap awal penyediaan bibit. Dari fasilitas tersebut, pasokan indukan dapat dikembangkan lebih lanjut hingga menghasilkan ayam yang mendukung kebutuhan peternak dan konsumen. Dengan pusat terintegrasi, pemerintah berharap pasokan bibit unggas dapat lebih terjaga untuk mendukung produksi telur maupun daging ayam.

Rencana pembangunan itu disampaikan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman ketika menghadiri Rapat Paripurna Istimewa dalam rangka peringatan HUT ke-81 Provinsi Jawa Timur di Gedung DPRD Provinsi Jawa Timur, Surabaya, pada Senin.

Jawa Timur sebagai Kekuatan Produksi Pertanian

Pemilihan Malang tidak terlepas dari posisi Jawa Timur sebagai salah satu wilayah penting bagi produksi pangan nasional. Provinsi ini memiliki kontribusi besar pada sejumlah komoditas pertanian dan peternakan, termasuk padi, jagung, tebu, telur, ayam, serta susu.

“Jawa Timur luar biasa, berkembang sangat pesat khususnya sektor pertanian. Nomor satu produksi padi, jagung, tebu, telur, ayam, hingga susu juga nomor satu. Pertanian Jawa Timur adalah yang terbaik di seluruh Indonesia,” kata Andi Amran Sulaiman.

Kapasitas produksi yang telah berkembang di Jawa Timur menjadi modal bagi penguatan sektor peternakan. Ketersediaan komoditas pertanian, jaringan pelaku usaha, serta peran daerah sebagai sentra pangan membuat pembangunan fasilitas pembibitan unggas menjadi bagian dari strategi yang lebih luas.

Pemerintah provinsi dan DPRD Jawa Timur juga dinilai berperan dalam mendorong peningkatan hasil pangan daerah. Kolaborasi kebijakan antara pemerintah pusat dan daerah dipandang penting karena produksi pangan tidak hanya berkaitan dengan aktivitas di tingkat petani atau peternak, tetapi juga dukungan perencanaan, sarana, distribusi, dan kesiapan menghadapi perubahan cuaca.

Peran GPS dalam Rantai Perunggasan

Grand Parent Stock merupakan indukan pada tingkat awal dalam rantai pembibitan unggas. Secara sederhana, GPS menghasilkan indukan berikutnya yang kemudian digunakan untuk menghasilkan bibit ayam bagi kebutuhan produksi di lapangan. Karena perannya berada di hulu, kestabilan pasokan GPS dapat memengaruhi kesinambungan usaha peternakan pada tahap-tahap selanjutnya.

Pusat GPS di Malang dirancang sebagai fasilitas yang memasok kebutuhan bibit unggas bagi peternakan di berbagai wilayah Indonesia. Menteri Pertanian menekankan bahwa proyek tersebut akan menjadi fasilitas GPS tunggal yang dibangun di Indonesia.

“Kami akan bangun Grand Parent Stock satu-satunya di Indonesia, yaitu di Jawa Timur, tepatnya di Malang. Nantinya, ‘neneknya’ ayam ini akan menyuplai kebutuhan peternakan ke seluruh wilayah Indonesia,” ujarnya.

Istilah “neneknya” ayam digunakan untuk menggambarkan posisi GPS dalam struktur pembibitan. Tahap ini tidak langsung menghasilkan ayam konsumsi, namun menjadi fondasi bagi penyediaan indukan dan bibit pada tingkat berikutnya. Karena itu, penguatan fasilitas GPS dapat dipahami sebagai upaya memperkokoh pasokan dari sisi hulu.

Bagi peternakan, kesinambungan bibit merupakan salah satu unsur utama dalam menjaga kegiatan produksi. Ketika ketersediaan pada hulu dapat dikelola dengan baik, rantai usaha dari pembibitan hingga produksi telur dan daging ayam memiliki landasan pasokan yang lebih kuat. Manfaat akhirnya diharapkan mendukung kebutuhan pangan masyarakat di berbagai wilayah.

Antisipasi Kemarau dan Ketahanan Pangan

Di luar agenda pembangunan pusat GPS, Kementerian Pertanian juga menyiapkan langkah menghadapi kemungkinan kemarau panjang dan fenomena El Nino. Kondisi cuaca menjadi perhatian karena dapat memengaruhi aktivitas pertanian, ketersediaan pakan, hingga kelancaran produksi pangan secara umum.

Pemerintah menyatakan cadangan beras nasional berada dalam kondisi aman. Kapasitas gudang disebut mencapai sekitar tiga juta ton, sementara stok beras berada pada angka 4,5 juta ton. Ketersediaan cadangan tersebut menjadi salah satu unsur penting dalam menjaga ketahanan pangan ketika terjadi tekanan produksi maupun gangguan cuaca.

Target swasembada pangan yang berkelanjutan tetap menjadi arah kebijakan pemerintah. Dalam konteks itu, Jawa Timur memiliki posisi strategis karena perannya sebagai salah satu pusat produksi pangan nasional. Penguatan padi, jagung, tebu, telur, ayam, susu, dan pembibitan unggas menjadi bagian yang saling berkaitan dalam menjaga produksi pangan.

Pembangunan pusat GPS di Kabupaten Malang diharapkan tidak berdiri sebagai proyek terpisah, melainkan menjadi penguat bagi ekosistem peternakan nasional. Dengan dukungan pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta pelaku di sektor pertanian dan peternakan, fasilitas ini ditujukan untuk membantu menjaga pasokan unggas dari hulu hingga menjangkau kebutuhan di berbagai daerah Indonesia.

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is Kementan siapkan Rp3 triliun bangun pusat?

Kementan siapkan Rp3 triliun bangun pusat is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Kementan siapkan Rp3 triliun bangun pusat matter?

Kementan siapkan Rp3 triliun bangun pusat matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.