Menko IPK Sebut Program PHTC Madrasah Sasar 1.397 Sekolah
New Policy – Kota Bogor, Jawa Barat (ANTARA) – Dalam wawancara di Kota Bogor, Jawa Barat, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono, menjelaskan bahwa Proyek Rehabilitasi dan Renovasi Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Madrasah merupakan upaya pemerintah untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. Program ini menargetkan 1.397 sekolah madrasah yang tersebar di seluruh negeri dengan total anggaran mencapai Rp4 triliun. Menurut AHY, program ini memiliki keharusan tinggi karena berkaitan langsung dengan peningkatan indeks pembangunan manusia.
Program PHTC dan Tujuannya
Presiden Prabowo Subianto menetapkan Program Hasil Terbaik Cepat sebagai prioritas pembangunan nasional, dengan penekanan pada peningkatan kualitas pendidikan. Menko IPK menyampaikan bahwa program ini diatur dalam Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 7 Tahun 2025, yang mengatur percepatan pelaksanaan program pembangunan dan revitalisasi satuan pendidikan, termasuk Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, Pendidikan Menengah, serta Digitalisasi Pembelajaran. Tujuan utamanya adalah memastikan lingkungan belajar yang aman dan nyaman bagi peserta didik, terutama setelah adanya kejadian robohnya bangunan di salah satu Pondok Pesantren di Sidoarjo, Jawa Timur.
“Program Hasil Terbaik Cepat menjadi prioritas dari Presiden Prabowo Subianto,” ujar Agus Harimurti Yudhoyono, yang kerap disebut AHY, di Kota Bogor, Jawa Barat, Jumat.
Menurut AHY, program ini bertujuan untuk mengoptimalkan infrastruktur pendidikan, khususnya di madrasah, yang merupakan bagian penting dari sistem pendidikan nasional. Ia menjelaskan bahwa pemerintah telah melakukan perbaikan pada sejumlah sekolah, termasuk yang di Kalimantan Barat, sebagai bagian dari upaya ini. “Ini adalah sebuah program yang tentunya memiliki urgensi dan kita punya target untuk meningkatkan indeks pembangunan manusia,” tambahnya.
Pembagian Tahapan Program
Program PHTC Madrasah dibagi menjadi beberapa tahap, dengan masing-masing memiliki fokus dan mekanisme pelaksanaan yang berbeda. Pada tahap pertama, pemerintah telah menyelesaikan rehabilitasi dan renovasi sebanyak 548 madrasah di 26 provinsi dengan anggaran sekitar Rp1,3 triliun. Tahap ini dilaksanakan melalui kontrak jangka pendek, yang memungkinkan percepatan kegiatan tanpa adanya penundaan.
Sementara itu, tahap kedua dilakukan di satu provinsi di Kalimantan Barat, dengan anggaran Rp60 miliar dan sasaran 13 madrasah. Tahap ini mengutamakan pengelolaan proyek dalam waktu satu tahun, dengan penekanan pada kecepatan dan efisiensi. Dalam sisi lain, tahap ketiga berupa kontrak jangka panjang selama dua tahun (2025-2026) yang menargetkan 836 madrasah, dengan progres mencapai 62 persen hingga saat ini. Anggaran untuk tahap ini sekitar Rp2,35 triliun.
“Sementara ada yang sifatnya multi year contract 2025-2026, dan ini yang paling banyak 836 madrasah dan progresnya secara umum per hari ini 62 persen dengan anggaran kurang lebih Rp2,35 triliun,” ujar dia.
Menko IPK menegaskan bahwa keberhasilan program ini bergantung pada kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, dan berbagai pihak terkait. “Kami memastikan bahwa setiap proyek dikerjakan secara transparan dan berkelanjutan,” tambahnya. Ia juga menyebutkan bahwa pembangunan madrasah bukan hanya tentang fisik bangunan, tetapi juga tentang peningkatan kualitas pendidikan secara keseluruhan.
Langkah Perlindungan Peserta Didik
Program PHTC Madrasah berawal dari insiden robohnya bangunan di salah satu lembaga pendidikan berupa Pondok Pesantren di Sidoarjo, Jawa Timur, yang menimbulkan korban jiwa. Kejadian ini menjadi pemicu untuk memperkuat keamanan dan keselamatan lingkungan belajar. “Kita perlu memberikan perlindungan kepada peserta didik, baik secara fisik maupun psikologis,” kata AHY.
Ia menjelaskan bahwa dengan merehabilitasi dan merevitalisasi madrasah, pemerintah ingin memastikan bahwa peserta didik dapat belajar dengan nyaman dan aman. Selain itu, program ini juga bertujuan untuk menekan kesenjangan pendidikan antara daerah yang lebih maju dengan daerah yang masih berkembang. “Kami ingin semua sekolah madrasah memiliki akses yang setara ke infrastruktur pendidikan terbaik,” ujar Menko IPK.
Progres dan Harapan Masa Depan
Dalam upaya mencapai target sebanyak 1.397 sekolah madrasah, pemerintah terus memantau progres pengerjaan. Menko IPK mengungkapkan bahwa progres di tahap multi year contract telah mencapai 62 persen, yang menunjukkan keberhasilan kebijakan ini. Ia berharap progres tersebut dapat ditingkatkan secara signifikan dalam beberapa bulan ke depan.
Program ini juga diharapkan mampu meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pendidikan. “Dengan infrastruktur yang memadai, masyarakat akan lebih termotivasi untuk mendukung pendidikan anak-anak mereka,” katanya. Ia menambahkan bahwa peningkatan indeks pembangunan manusia tidak hanya tergantung pada pendidikan formal, tetapi juga pada lingkungan belajar yang baik. “Ini adalah langkah awal, dan kami akan terus berupaya meningkatkan kualitas pendidikan secara bertahap,” tutup AHY.
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan juga mendukung penuh program ini, dengan menekankan pentingnya madrasah sebagai bagian dari sistem pendidikan nasional. “Madrasah memiliki peran vital dalam menyiapkan generasi muda yang berakhlak mul