Program Terbaru: Menaker sebut 10 ribu peserta ikuti Pelatihan Vokasi Nasional
Menaker Sebut Lebih dari 10 Ribu Peserta Ikuti Pelatihan Vokasi Nasional
Jakarta – Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, menyatakan bahwa lebih dari 10.000 peserta yang berasal dari lulusan SMA dan SMK sederajat telah resmi mengikuti program Pelatihan Vokasi Nasional 2026 pada tahap pertama. Program ini dimulai secara bersamaan sejak 1 April 2026, dengan antusiasme masyarakat yang tinggi. Total pendaftar melalui platform Skillhub mencapai 29.850 orang, menurut pernyataan Menaker yang dibacakan di Jakarta, Kamis.
“Untuk Batch I, pelatihan dimulai serentak pada 1 April 2026. Terdapat 29.850 pendaftar yang berminat mengikuti program ini,” ungkap Yassierli.
Dari total pendaftar, 10.405 orang dinyatakan lulus. Peserta tersebut terbagi atas 5.833 orang yang lolos melalui proses seleksi dan 4.572 orang melalui kerja sama afirmatif dengan mitra industri serta masyarakat. Mereka tersebar di 21 Balai Latihan Kerja (BLK), 13 satuan pelatihan di bawah Direktorat Jenderal Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas, serta 46 BLK UPTD.
Menaker Yassierli menekankan bahwa pelatihan vokasi merupakan prioritas pemerintah untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan mempercepat penyerapan tenaga kerja. Target program selama tahun 2026 mencakup 70.000 peserta, yang dibiayai melalui APBN.
Pelatihan dilakukan secara serentak untuk memastikan akses yang adil bagi seluruh pencari kerja di Indonesia. Tujuannya adalah memberikan kesempatan setara bagi semua peserta. “Dengan sistem serentak, kita ingin memastikan setiap peserta memiliki peluang yang sama untuk meningkatkan kompetensinya,” tambah Yassierli.
Program ini dirancang inklusif, termasuk menyediakan pelatihan bagi penyandang disabilitas. Selain itu, Yassierli menyebutkan bahwa manfaat program dirancang agar nyata dirasakan peserta. Peserta mendapatkan pelatihan gratis, makan siang selama proses, bantuan transportasi, perlindungan jaminan kecelakaan kerja, dan jaminan kematian. Sertifikat pelatihan serta sertifikat kompetensi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) juga diberikan. Untuk beberapa pelatihan, peserta juga diberi fasilitas asrama.
“Dukungan ini penting agar peserta bisa fokus belajar tanpa keresahan biaya dasar,” kata Yassierli.
Selain jumlah peserta, program ini menunjukkan hasil konkret. Hampir separuh peserta Batch I telah menunjukkan komitmen untuk ditempatkan di industri setelah selesai pelatihan, mencerminkan hubungan kuat antara pelatihan vokasi dan kebutuhan pasar kerja.
