Sultan ingatkan bijaksana-cermat-hati-hati dalam keputusan keuangan
Sultan Dorong Masyarakat DIY Terapkan Prinsip Bijak dalam Mengatur Keuangan
Atapkitadonasi.com – Pengelolaan uang sehari-hari tidak hanya berkaitan dengan besarnya pendapatan, melainkan juga cara seseorang menentukan prioritas, memahami risiko, dan menjaga keamanan diri. Pesan itu disampaikan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X dalam Financial Expo dan puncak Bulan Inklusi Keuangan (BIK) 2026 di Yogyakarta, Minggu.
Sultan mengajak keluarga serta masyarakat untuk menghidupkan kembali tiga nilai dalam budaya Jawa, yakni Gemi, Nastiti, dan Ngati-ati, dalam setiap keputusan keuangan. Nilai tersebut dinilainya tetap relevan untuk menghadapi beragam pilihan layanan keuangan, mulai dari tabungan dan pembiayaan hingga asuransi serta investasi.
“Gemi, Nastiti, Ngati-ati”
Menempatkan Kebutuhan di Atas Keinginan
Gemi menggambarkan sikap bijaksana saat menggunakan penghasilan. Dalam praktiknya, keluarga perlu mampu memisahkan kebutuhan yang benar-benar penting dari keinginan yang dapat ditunda. Sebagian pendapatan juga perlu disiapkan untuk rencana masa depan dan kebutuhan yang tidak terduga.
Sultan menekankan bahwa pengendalian belanja memberi ruang bagi seseorang untuk menentukan arah hidupnya sendiri. Ketika pengeluaran dikelola dengan sadar, masyarakat memiliki peluang lebih baik untuk merencanakan pendidikan anak, membangun usaha, atau mempersiapkan masa tua.
“Kemampuan mengendalikan pengeluaran”
Pesan tersebut juga berkaitan dengan kebiasaan membuat keputusan secara bertahap. Sebelum mengambil produk keuangan, masyarakat dapat menilai lebih dulu tujuan yang ingin dicapai, kemampuan pendapatan saat ini, serta konsekuensi yang mungkin muncul. Langkah sederhana ini membantu agar uang tetap berfungsi sebagai alat untuk memperkuat kehidupan, bukan sumber tekanan baru.
Cermat Membaca Manfaat, Biaya, dan Risiko
Nilai Nastiti mengajarkan pentingnya ketelitian sebelum menentukan pilihan. Sultan mengingatkan masyarakat agar tidak terburu-buru ketika memilih produk simpanan, pembiayaan, perlindungan asuransi, maupun instrumen investasi.
Setiap layanan memiliki manfaat, syarat, biaya, dan risiko yang perlu dipahami secara utuh. Masyarakat perlu mengetahui kewajiban yang melekat pada produk yang dipilih, termasuk kemampuan untuk memenuhi pembayaran apabila mengambil pembiayaan. Pemahaman yang memadai dapat membantu warga memilih layanan yang sesuai dengan kebutuhan nyata, bukan sekadar mengikuti penawaran yang tampak menarik.
Ketelitian juga penting karena kondisi setiap orang berbeda. Pedagang kecil, misalnya, dapat membutuhkan skema pembiayaan dengan cicilan yang menyesuaikan perputaran usahanya. Sementara itu, pekerja mungkin lebih membutuhkan pilihan menabung yang mudah dijangkau dan konsisten dilakukan. Layanan keuangan yang baik perlu mampu menjawab kebutuhan yang beragam tersebut.
Kewaspadaan Menjadi Bagian dari Kemudahan Digital
Selain hemat dan teliti, Sultan menempatkan Ngati-ati sebagai prinsip penting dalam menggunakan layanan keuangan. Kemudahan akses harus berjalan seiring dengan kewaspadaan, terutama dalam menjaga data pribadi dan memilih penyedia layanan yang legal.
Masyarakat diingatkan untuk tidak sembarangan membagikan informasi pribadi serta memastikan legalitas pihak yang menawarkan produk atau jasa keuangan. Sebelum berutang, kemampuan membayar juga perlu menjadi pertimbangan utama. Keputusan yang didasari perhitungan kemampuan akan mengurangi risiko masalah keuangan di kemudian hari.
“Kemudahan selalu disertai kewaspadaan”
Dalam pandangan Sultan, warga berhak memperoleh informasi yang terbuka dan jujur, mendapatkan produk yang sesuai keperluan, serta memperoleh pendampingan apabila menghadapi persoalan. Kepercayaan terhadap layanan keuangan tumbuh ketika masyarakat merasa dipahami, dilayani, dan dilindungi.
Ia juga mengajak lembaga jasa keuangan menjadikan pameran sebagai ruang untuk mendengarkan kebutuhan warga. Edukasi dan pelayanan tidak cukup berhenti pada kegiatan seremonial atau peningkatan jumlah rekening. Manfaatnya perlu terlihat dalam kemampuan masyarakat mengelola uang dan keberlanjutan usaha yang memperoleh pembiayaan.
Literasi DIY Melampaui Angka Nasional
Kepala OJK DIY Eko Yunianto menyampaikan gambaran capaian literasi serta inklusi keuangan tahun 2026. Hasil survei nasional menunjukkan tingkat literasi keuangan masyarakat Indonesia berada di angka 69,57 persen, sedangkan inklusi keuangannya mencapai 93,61 persen.
Untuk DIY, tingkat literasi keuangan tercatat sebesar 76,44 persen dan menempatkan daerah ini pada peringkat ketujuh secara nasional. Tingkat inklusi keuangan DIY mencapai 98,74 persen, yang menjadikannya peringkat kedua nasional.
Angka tersebut menunjukkan akses masyarakat DIY terhadap layanan keuangan telah sangat luas. Namun, perluasan akses tetap perlu disertai peningkatan pemahaman agar masyarakat dapat menggunakan produk keuangan secara tepat dan bertanggung jawab. Inklusi yang kuat akan lebih bermakna ketika warga memahami hak, kewajiban, risiko, serta manfaat dari setiap layanan yang digunakan.
Sultan berharap pendampingan keuangan dapat menjangkau berbagai ruang kehidupan masyarakat, termasuk pasar, sekolah, dan kalurahan. Keterlibatan pemerintah daerah, regulator, serta industri jasa keuangan diperlukan agar edukasi tidak hanya hadir bagi kelompok tertentu.
Di balik setiap rekening dan transaksi, terdapat tujuan hidup yang nyata: pendidikan anak, usaha yang sedang dirintis, hingga keinginan menjalani masa tua dengan tenang. Karena itu, peningkatan literasi dan inklusi keuangan perlu diarahkan untuk menjaga harapan-harapan tersebut.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Sultan ingatkan bijaksana cermat hati hati?Sultan ingatkan bijaksana cermat hati hati is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Sultan ingatkan bijaksana cermat hati hati matter?Sultan ingatkan bijaksana cermat hati hati matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.