Timnas Putri Tampil dalam FIBA 3×3 Women’s Series Xiantao Stop 2026
Timnas putri berlaga dalam FIBA 3×3 Women – Timnas bola basket 3×3 putri Indonesia akan berlaga dalam turnamen internasional FIBA 3×3 Women’s Series Xiantao Stop 2026, yang berlangsung pada 4-5 Juli mendatang. Sebagai bagian dari rangkaian pertandingan global, acara ini menjadi ajang penting bagi tim nasional dalam memperkuat performa sebelum menghadapi kompetisi lebih besar, seperti Asian Games 2026 di Jepang. Pelatih Timnas Putri Indonesia, Andrie Ekayana Satya Santosa, menyampaikan bahwa semua persiapan telah berjalan lancar, meski para pemain baru saja menghadapi perjalanan jauh ke Tiongkok.
Persiapan untuk Kualifikasi
Sebelum memasuki babak utama, tim akan mengawali perjalanan dari babak kualifikasi. Sebagai bagian dari Grup A, mereka akan bertanding melawan tim-tim kuat seperti Jingshi (Tiongkok) dan Paraguay. Menurut Andrie, kualifikasi ini menjadi kesempatan untuk menguji kemampuan serta membangun strategi dalam kondisi kompetitif. “Kami sudah berlatih di GOR CLS Kertajaya dan semua berjalan baik,” tutur pelatih dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Sabtu.
“Keberhasilan memenangkan grup akan membawa kami ke babak utama, di mana kami akan bersaing dengan tim seperti Filipina dan Yanjing (Tiongkok). Series ini tidak hanya menguji kemampuan kami, tetapi juga menjadi bekal untuk seri-seri berikutnya,” jelas Andrie.
Tanggal 4 Juli adalah hari pertama turnamen, dengan laga pertama melawan Jingshi dijadwalkan pukul 10.50 WIB. Sementara pertandingan melawan Paraguay akan digelar pada 11.40 WIB. Meski tergabung dalam grup yang cukup berat, tim tetap optimis karena telah mempersiapkan diri secara matang. Kesiapan fisik dan mental para pemain menjadi prioritas utama selama latihan intensif di Jakarta sebelum berangkat ke Tiongkok.
Lawan yang Dihadapi
Menurut Andrie, Paraguay merupakan tim yang lebih unggul secara peringkat, sementara Jingshi masih dalam tahap pembentukan. Meski demikian, kedua lawan tersebut dianggap sebagai ancaman serius karena memiliki standar permainan tinggi. “Kami harus tetap fokus dan waspada, karena kualifikasi ini bisa menentukan langkah selanjutnya dalam jalan menuju puncak,” tambah pelatih.
Dalam format turnamen, setiap seri memberikan poin yang berkontribusi pada peringkat musim. Dengan memenangkan pertandingan, Indonesia berpeluang meraih posisi strategis untuk babak final akhir tahun. FIBA 3×3 Women’s Series dianggap sebagai ajang pertama sebelum kualifikasi besar seperti Asian Games, sehingga penting dalam membangun pengalaman dan konsistensi tim.
Komposisi Tim dan Prestasi Masa Lalu
Timnas Putri Indonesia mengandalkan empat pemain berpengalaman untuk menghadapi tantangan di Xiantao. Mereka adalah Diva Nur Fadillah, Ayu Sriartha Kusuma Dewi, Thasya Heri Saputera, dan Lidwina Ruth Riratri Dwi Saputri. Setiap pemain memiliki peran kunci dalam membangun kekuatan tim. Ayu, misalnya, pernah memimpin timnas ke kemenangan di SEA Games Thailand 2025. Sementara Diva dan Thasya telah bekerja sama dalam pertandingan FIBA 3×3 Women’s Series Manila Stop 2026 pada awal Mei lalu.
Lidwina, di sisi lain, memiliki pengalaman di kancah internasional sejak menjadi bagian dari Youth Nations League 2025 dan U21 Asia Pasifik. Kombinasi keempat pemain ini diharapkan bisa menciptakan dinamika permainan yang seimbang, baik dalam serangan maupun pertahanan. Dengan kemampuan individu dan kerja sama tim, mereka berambisi menunjukkan performa terbaik di Xiantao.
Konteks Turnamen Global
FIBA 3×3 Women’s Series adalah turnamen tahunan yang diadakan FIBA sebagai ajang pertandingan bola basket 3×3 putri tingkat dunia. Turnamen ini dibuka bagi tim nasional maupun tim profesional yang mewakili kota, klub, atau sponsor. Formatnya diatur dalam beberapa seri di berbagai negara, dengan durasi pertandingan sesuai musim. Setiap seri memiliki dampak signifikan pada peringkat musim dan kualifikasi menuju babak final akhir tahun.
Dengan melibatkan tim nasional dari berbagai negara, FIBA 3×3 Women’s Series berperan sebagai platform untuk mengukur level keahlian dan kesiapan di tingkat internasional. Xiantao Stop 2026, sebagai salah satu seri, menjadi bagian dari persiapan Indonesia untuk ajang besar yang akan datang. Kemenangan di seri ini bisa meningkatkan nilai poin dan posisi Indonesia dalam kompetisi global.
Persiapan untuk Asian Games 2026
Andrie menekankan bahwa seri Xiantao Stop 2026 adalah bagian dari rangkaian persiapan untuk Asian Games 2026 yang akan digelar di Aichi-Nagoya, Jepang, pada bulan September. “Ini adalah kesempatan untuk membangun mental dan fisik sebelum menghadapi kompetisi yang lebih intensif,” ujar pelatih. Dengan keberhasilan di turnamen ini, timnas putri Indonesia diharapkan bisa melangkah lebih jauh dalam perjalanannya menuju puncak.
Pertandingan di Xiantao Stop tidak hanya berdampak pada peringkat musim, tetapi juga memberikan pengalaman berharga bagi pemain. Sebagai contoh, Ayu Sriartha Kusuma Dewi, salah satu kapten tim, sudah terbiasa menghadapi kompetisi internasional. Sementara Diva dan Thasya menunjukkan koordinasi yang baik setelah bermain bersama dalam seri Manila Stop 2026. Kombinasi ini diharapkan bisa memperkuat kepercayaan diri tim di Tiongkok.
Dalam rangkaian FIBA 3×3 Women’s Series, setiap tim diharapkan menampilkan kekuatan terbaik mereka. Meski kondisi fisik para pemain terkadang teruji, mereka tetap bersungguh-sungguh untuk mencapai target. “Pertandingan di Xiantao Stop akan menguji mental kami, terutama ketika kami harus beradaptasi dengan kondisi lapangan dan suasana pertandingan yang berbeda,” kata Andrie.
Kehadiran timnas putri di Xiantao Stop juga menjadi penanda keberhasilan pembinaan basket 3×3 di Indonesia. Dengan partisipasi dalam turnamen global, level kualitas pemain nasional semakin meningkat, dan kepercayaan dari pemain serta penonton pun tumbuh. Kemenangan di seri ini akan menjadi penghargaan bagi usaha yang telah dilakukan selama ini, sementara kekalahan bisa menjadi pembelajaran untuk meningkatkan performa.
Untuk menunjang target ini, pelatih men