Dunia

Main Agenda: Lima tahun bermitra, Inggris perkuat hubungan dengan ASEAN

Lima Tahun Kemitraan, Inggris Lanjut Perkuat Hubungan dengan ASEAN

Main Agenda – Di tengah upaya meningkatkan kerja sama internasional, Inggris menggelar perayaan kemitraan lima tahun dengan ASEAN. Acara ini diadakan di Jakarta pada Rabu malam, dalam rangka memperingati ulang tahun Raja Inggris, yang menjadi momen penting untuk mengevaluasi dan menegaskan komitmen kemitraan antara kedua belah pihak. Duta Besar Inggris untuk ASEAN, Helen Fazey, menyampaikan bahwa kerja sama ini mencakup berbagai bidang seperti politik, keamanan, ekonomi, sosial, serta budaya. Dalam wawancara selama acara tersebut, ia menyoroti beberapa inisiatif yang menjadi fokus negara-negara anggota ASEAN dan Inggris dalam menunjang hubungan yang lebih erat.

Kemitraan Berbasis Keberlanjutan

Dubes Fazey menekankan bahwa Inggris berkomitmen pada transisi hijau sebagai bagian dari kemitraan strategis dengan ASEAN. “Kami sedang berupaya menciptakan solusi yang ramah lingkungan, terutama dalam membantu ASEAN mengembangkan jaringan listrik regional, serta di Indonesia, menghadirkan pendekatan berbasis alam untuk mencegah banjir di daerah utara Jawa,” kata Fazey dalam pidatonya. Ia menjelaskan bahwa proyek ini tidak hanya menguntungkan lingkungan, tetapi juga meningkatkan kualitas hidup masyarakat lokal. Upaya serupa, katanya, menjadi contoh konkret bagaimana kerja sama bilateral dapat menghasilkan dampak jangka panjang.

Program Integrasi Ekonomi: Penguatan Infrastruktur dan Regulasi

Dalam bidang ekonomi, Inggris mengungkapkan dukungan terhadap program integrasi ekonomi yang bertujuan memperkuat ekonomi terbuka dan kebijakan regulasi ASEAN. Dubes Fazey menyebutkan bahwa program ini fokus pada pengembangan infrastruktur berkelanjutan, termasuk penguatan sektor kepabeanan dan perbankan. “Selain itu, Inggris juga berperan dalam membagikan keterampilan dan keahlian untuk meningkatkan akses pembiayaan serta layanan keuangan,” tambahnya. Ia menambahkan bahwa dialog geoekonomi antara Inggris dan ASEAN terus berjalan, dengan tujuan membahas dampak dari perubahan hubungan ekonomi global terhadap masyarakat. Fokus utama dialog ini mencakup pengaruh politik dan ekonomi, serta peluang kolaborasi untuk menghadapi tantangan yang muncul.

Kemitraan Ekonomi: DEFA sebagai Pilar Penting

Perjanjian Kerangka Kerja Ekonomi Digital (DEFA) menjadi salah satu proyek yang disebut-sebut dalam acara tersebut. Fazey menyampaikan bahwa ASEAN telah mencapai kesepakatan dalam DEFA, yang akan dipublikasikan akhir tahun ini. “Inggris memberikan bantuan awal dalam proses negosiasi, seperti melatih para negosiator, serta kami berharap dapat terus mendukung implementasinya di tingkat nasional,” ujarnya dalam

“Kami juga yakin DEFA akan menjadi fondasi untuk meningkatkan ekonomi digital di kawasan, khususnya dalam hal regulasi, standar teknologi, dan pemerataan manfaat,”

kata Dubes Fazey. Ia menegaskan bahwa kolaborasi ini mencakup langkah-langkah untuk memastikan bahwa semua negara anggota ASEAN bisa memanfaatkan peluang ekonomi digital secara maksimal.

Support untuk Myanmar: Konsensus Lima Poin sebagai Panduan

Di sisi lain, Inggris menyoroti peran yang dimainkan dalam memperkuat stabilitas di Myanmar. Fazey menyatakan bahwa negara tersebut mendukung Konsensus Lima Poin ASEAN, yang menjadi panduan utama dalam menyelesaikan konflik di wilayah tersebut. “Kami terus mengingatkan pemerintah Myanmar melalui dialog bilateral untuk memastikan kemajuan pada semua aspek konsensus, seperti akses kemanusiaan dan proses politik yang inklusif,” katanya. Menurut Fazey, Inggris sangat selaras dengan upaya ASEAN dalam menyeimbangkan antara keamanan dan pembangunan di Myanmar. Ia juga menyebutkan bahwa kontribusi Inggris tidak hanya dalam penguatan kebijakan, tetapi juga dalam dukungan teknis dan sumber daya untuk mempercepat proses perbaikan.

Event King’s Birthday Party: Tema Inovasi dan Kolaborasi

Kedutaan Besar Inggris di Jakarta mengadakan acara King’s Birthday Party dengan tema “UK Celebrates Innovation and Five Years as an ASEAN Dialogue Partner.” Acara ini menjadi panggung untuk menunjukkan keberhasilan kemitraan antara Inggris dan ASEAN dalam beberapa tahun terakhir. Pemilihan tema inovasi, menurut Fazey, mencerminkan keinginan Inggris untuk terus berkontribusi dalam mempercepat pertumbuhan ekonomi dan teknologi di kawasan Asia Tenggara. “Kita perlu menekankan bahwa inovasi menjadi kunci untuk menciptakan solusi yang berkelanjutan dan inklusif,” ujarnya dalam

“Selain itu, inovasi juga memungkinkan kerja sama di sektor yang paling mendesak, seperti energi dan kemanusiaan,”

kata Dubes Inggris. Ia menambahkan bahwa inisiatif seperti ini diharapkan bisa menjadi model bagi negara-negara lain.

Peserta Acara: Keterlibatan Pemangku Kepentingan

Acara King’s Birthday Party dihadiri oleh berbagai tokoh penting, termasuk Menteri Luar Negeri RI Arif Havas Oegroseno, Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla, dan Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak. Tito Karnavian, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, juga turut hadir untuk menegaskan komitmen Indonesia dalam memperkuat kerja sama dengan Inggris. Didit Hediprasetyo, seorang tokoh diplomatik, juga menjadi salah satu peserta yang menghadiri. Keberagaman peserta ini menunjukkan bahwa kemitraan Inggris-ASEAN tidak hanya melibatkan pemerintah pusat, tetapi juga berbagai pihak yang relevan di tingkat regional.

Perkembangan Kemitraan: Masa Depan yang Cerah

Dubes Fazey menyatakan bahwa kemitraan selama lima tahun terakhir telah memberikan fondasi kuat untuk menghadapi tantangan masa depan. Ia menegaskan bahwa Inggris terus berupaya memberikan dukungan teknis, finansial, dan politik kepada ASEAN. “Kami berharap kemitraan ini tidak hanya menjadi platform dialog, tetapi juga menghasilkan proyek-proyek nyata yang berdampak langsung,” ujarnya dalam

“Inggris yakin bahwa dengan kolaborasi yang lebih erat, kita bisa mencapai tujuan bersama, seperti peningkatan kualitas hidup dan stabilitas politik di kawasan,”

katanya. Menurut Fazey, keberlanjutan hubungan ini akan menjadi prioritas utama dalam lima tahun mendatang.

Sebagai bagian dari upaya tersebut, Inggris terus menggali potensi kerja sama di berbagai sektor, termasuk teknologi, pendidikan, dan kesehatan. Fazey menyebutkan bahwa proyek seperti peningkatan jaringan listrik atau solusi berbasis alam bisa menjadi contoh nyata tentang bagaimana Inggris dan ASEAN bisa saling melengkapi dalam membangun keberlanjutan. Ia juga menyoroti pentingnya dialog geoekonomi dalam menghadapi perubahan global, seperti isu perdagangan dan investasi. Dengan menyiapkan rencana kerja yang terstruktur, Inggris dan ASEAN diharapkan bisa memperkuat posisi kawasan dalam berbagai isu internasional.

Langkah Nyata untuk ASEAN: Dari Politik hingga Sosial Budaya

Kemitraan Inggris dengan ASEAN tidak hanya berfokus pada aspek ekonomi dan lingkungan, tetapi juga mencakup bidang sosial dan budaya. D

Rina Kurniawan

Rina Kurniawan menulis artikel yang menekankan pentingnya empati, kepedulian, dan keberlanjutan dalam kegiatan amal. Melalui atapkitadonasi.com, Rina menghadirkan panduan dan wawasan seputar donasi yang berorientasi pada manfaat jangka panjang. Ia percaya bahwa kebaikan yang direncanakan dengan baik akan memberi dampak lebih luas.