Atap Kita Donasi
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Pezeshkian sebut Iran akan bertindak sesuai kerangka NPT

Published 27/10/2026 · Updated 27/10/2026 · By Rafi Firmansyah - atapkitadonasi.com

Iran Tegaskan Komitmen pada Kerangka NPT

Atapkitadonasi.com – Pezeshkian sebut Iran akan bertindak sesuai kerangka Perjanjian Non-Proliferasi Senjata Nuklir atau NPT. Presiden Iran Masoud Pezeshkian menegaskan bahwa Republik Islam Iran tidak berupaya memperoleh senjata nuklir dan tetap berkomitmen menjalankan kegiatan nuklir dalam batas hukum serta perjanjian internasional yang berlaku.

Menurut keterangan Kantor Kepresidenan Iran, Pezeshkian menyatakan keanggotaan Iran dalam NPT menjadi dasar bagi negara tersebut untuk melanjutkan program nuklir damai. Ia menekankan bahwa Iran memandang kegiatan nuklir untuk tujuan sipil sebagai hak yang harus dijalankan sesuai ketentuan internasional.

“Republik Islam Iran tidak berupaya memperoleh senjata nuklir dan, sebagai anggota NPT, mendukung kelanjutan kegiatan nuklir sesuai hukum dan perjanjian internasional,” kata Pezeshkian.

Pezeshkian sebut Iran akan bertindak dalam koridor perjanjian internasional sambil mempertahankan haknya atas pemanfaatan energi nuklir secara damai. Pernyataan itu sekaligus menggarisbawahi posisi Teheran mengenai perbedaan antara program nuklir sipil dan pengembangan persenjataan nuklir.

Pertemuan dengan Perwakilan Perjanjian Mekah

Pernyataan tersebut disampaikan Pezeshkian ketika menerima perwakilan aliansi Perjanjian Mekah di Teheran. Dalam pertemuan itu hadir Menteri Pertahanan Arab Saudi Khalid bin Salman, Panglima Angkatan Darat Pakistan Asim Munir, serta Kepala Intelijen Turkiye Ibrahim Kalin.

Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran Mohsen Rezaei turut mendampingi Pezeshkian. Kehadiran sejumlah pejabat dari negara-negara kawasan memperlihatkan bahwa pembicaraan tersebut berlangsung dalam konteks keamanan regional yang menjadi perhatian bersama.

Perjanjian pertahanan bersama yang dikenal sebagai Perjanjian Mekah ditandatangani oleh Arab Saudi, Pakistan, dan Turkiye pada 7 Agustus lalu. Berdasarkan dokumen tersebut, serangan bersenjata terhadap salah satu negara peserta dipandang sebagai serangan terhadap ketiga negara anggota.

Konteks Keamanan Regional

Pezeshkian sebut Iran akan bertindak sesuai kerangka NPT di tengah situasi kawasan yang masih diwarnai ketegangan. Pertemuan dengan perwakilan aliansi Perjanjian Mekah berlangsung ketika gerakan Ansar Allah di Yaman, yang juga dikenal sebagai Houthi, melakukan serangkaian serangan terhadap Arab Saudi.

Pembicaraan itu juga berlangsung bersamaan dengan pernyataan Iran yang menyatakan kesiapan membantu penyelesaian konflik. Iran selama ini dipandang sebagai sekutu Houthi, sehingga posisi Teheran dalam upaya meredakan ketegangan regional menjadi perhatian dalam pembahasan tersebut.

Penegasan mengenai NPT menjadi bagian penting dari pesan diplomatik Iran. Dengan menyatakan bahwa program nuklirnya berada dalam kerangka hukum internasional, Teheran ingin menekankan bahwa kegiatan nuklir damai tetap dapat berjalan tanpa dikaitkan dengan upaya pengembangan senjata nuklir.

FAQ

Apa yang dimaksud Pezeshkian tentang NPT?

Pezeshkian menyatakan Iran akan menjalankan kegiatan nuklir sesuai Perjanjian Non-Proliferasi Senjata Nuklir. Ia menegaskan bahwa Iran tidak berupaya memperoleh senjata nuklir dan mendukung kegiatan nuklir yang dilakukan berdasarkan hukum serta perjanjian internasional.

Siapa saja yang hadir dalam pertemuan dengan Pezeshkian?

Pertemuan itu dihadiri Khalid bin Salman dari Arab Saudi, Asim Munir dari Pakistan, dan Ibrahim Kalin dari Turkiye. Mohsen Rezaei juga mendampingi Presiden Iran dalam pertemuan tersebut.

Apa isi pokok Perjanjian Mekah?

Perjanjian Mekah merupakan perjanjian pertahanan bersama antara Arab Saudi, Pakistan, dan Turkiye. Ketentuannya menyatakan bahwa serangan bersenjata terhadap satu negara peserta dianggap sebagai serangan terhadap ketiga negara tersebut.

Pezeshkian sebut Iran akan bertindak dengan tetap mengacu pada NPT, sementara pembicaraan dengan perwakilan Perjanjian Mekah berlangsung dalam suasana keamanan regional yang kompleks. Sikap itu menempatkan isu nuklir damai, kerja sama keamanan, dan penyelesaian konflik kawasan sebagai bagian dari perhatian diplomatik Iran.

Related Reading