Kebijakan Baru: Peringatan HUT ke-59, PTFI kenang sembilan karyawan yang gugur

Peringatan HUT ke-59, PTFI kenang sembilan karyawan yang gugur

Malang, Jawa Timur (ANTARA) –

Di Malang, Jawa Timur, PT Freeport Indonesia (PTFI) merayakan ulang tahun ke-59 dengan perayaan yang dipenuhi refleksi dan penghormatan. Perusahaan ini mengenang kesepuluh karyawan yang meninggal dalam insiden terkait operasional tambang selama setahun terakhir.

“Kami mengenang mereka dengan penuh rasa duka dan hormat. Kehilangan anggota keluarga adalah hal yang sangat menyedihkan bagi kami semua,” ujar Presiden Direktur PTFI Tony Wenas dalam keterangan resmi.

Acara perayaan tahunan ini juga melibatkan peninjauan ke dua lokasi utama tambang, yakni area terbuka Grasberg dan bawah tanah Deep Mill Level Zone (DMLZ). Selain itu, manajemen memberikan penghormatan melalui karangan bunga yang ditempatkan di lokasi terkait kejadian.

Menurut Tony, perusahaan berharap ke depan tidak ada lagi insiden serupa, baik dalam bentuk longsoran material maupun penembakan, serta mengurangi risiko kecelakaan lainnya. Ia menekankan pentingnya menjaga standar keselamatan yang ketat sebagai bagian dari komitmen terhadap pertambangan berkelanjutan.

Komitmen terhadap masyarakat dan kontribusi ekonomi

Seiring merayakan usia ke-59, PTFI menyatakan perjalanan panjang sebagai perusahaan tambang yang beroperasi terlama di Indonesia. Tony mengungkapkan bahwa keberlanjutan usaha ini merupakan bukti komitmen terhadap ekosistem lokal dan nasional.

Ads
RumahBerkat - Post

“Memasuki usia ke-59, PTFI mencatat perjalanan panjang sebagai salah satu perusahaan dengan masa operasi terlama di Indonesia. 59 tahun bukan waktu yang singkat. Hanya sedikit perusahaan, khususnya investasi asing, yang dapat bertahan selama ini di Indonesia,” kata Tony.

Pada 2025, perusahaan telah menyetorkan sekitar Rp70 triliun sebagai kontribusi ke negara, berupa pajak, royalti, dividen, dan pendapatan lainnya. Selain itu, PTFI terus memperkuat program investasi sosial yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat sekitar.

Tony menyebutkan bahwa nilai investasi sosial mencapai hampir Rp2 triliun pada tahun lalu dan akan terus bertambah sekitar 100 juta dolar AS atau setara Rp1,5 triliun per tahun hingga operasi penambangan selesai. Hal ini didukung oleh kontribusi dalam menciptakan lapangan kerja, dengan lebih dari 30 ribu karyawan, di mana sekitar 40 persen merupakan warga asli Papua.

Komitmen ini dipandang sebagai langkah konsisten untuk mendukung ekonomi lokal dan memastikan praktik pertambangan yang berkelanjutan. Tony menambahkan bahwa optimisme terus berkembang terutama dengan harga komoditas mineral yang masih stabil tinggi.