Bank Muamalat: Transaksi QRIS Naik 74,87 Persen Tahun Ini
New Policy – Jakarta, Rabu – Perkembangan layanan pembayaran digital di Indonesia terus mengalami perubahan signifikan, terutama dalam menyasar sektor usaha kecil dan menengah (UKM). PT Bank Muamalat Indonesia Tbk mencatat bahwa volume transaksi melalui QRIS (Quick Response Code for Islamic Transactions) pada bulan Mei 2026 mengalami kenaikan mencolok sebesar 74,87 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini didukung oleh kenaikan volume transaksi sebesar 58,12 persen secara tahunan, yang menunjukkan keberhasilan strategi digitalisasi bank tersebut dalam mendorong adopsi teknologi pembayaran berbasis kode QR.
Penguasaan Ekosistem QRIS Semakin Konsisten
Dalam pernyataannya, Direktur Bank Muamalat Ricky Rikardo mengungkapkan bahwa ekosistem QRIS yang dijalankan bank kini semakin solid. Ia menjelaskan, pihaknya terus melakukan pengoptimalan terhadap layanan Muamalat DIN, serta memperluas jaringan merchant yang terhubung ke sistem QRIS. “Kolaborasi dengan merchant menjadi faktor penting dalam mempercepat proses digitalisasi pembayaran,” kata Ricky dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta. Ia menekankan bahwa upaya ini bertujuan untuk menjadikan QRIS sebagai alat pembayaran yang lebih inklusif dan mudah diakses oleh berbagai kalangan masyarakat.
“Pembayaran digital telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari. Dengan itu, kami fokus pada ekosistem QRIS yang mampu memperkuat kepercayaan pengguna dan mengurangi ketergantungan pada metode tradisional,” ujar Ricky.
Menurut data internal Bank Muamalat, kenaikan transaksi QRIS juga dipengaruhi oleh peningkatan jumlah merchant yang bergabung lebih dari tiga kali lipat sejak diluncurkannya layanan QRIS acquiring pada Januari 2022. Layanan ini secara khusus ditujukan bagi nasabah yang memiliki usaha, termasuk sektor mikro, kecil, dan menengah (UMKM), yang memenuhi syarat sebagai merchant QRIS. Dengan adanya akses yang lebih luas, para pengusaha dapat lebih mudah menerima pembayaran secara digital, sekaligus mengurangi risiko transaksi fisik.
Kemudahan dan Inklusivitas Jadi Fokus Utama
Ricky Rikardo mengungkapkan bahwa ekosistem QRIS Bank Muamalat semakin berkembang, seiring dengan terus bertambahnya jaringan merchant di berbagai wilayah Indonesia. “Kami melihat penyebaran merchant QRIS tidak hanya terkonsentrasi di Jawa, tetapi juga menyebar ke daerah-daerah lain seperti Sumatra, Kalimantan, dan pulau-pulau di kepulauan Indonesia,” tambahnya. Hal ini mencerminkan upaya bank untuk menyediakan akses pembayaran digital yang merata, sehingga tidak ada wilayah yang tertinggal dalam transaksi berbasis teknologi.
Dalam rangka memperkuat ekosistem QRIS, Bank Muamalat menggandeng mitra strategis untuk memperluas cakupan layanan. Proses literasi digital yang dilakukan bank dinilai efektif dalam memastikan penggunaan QRIS menjadi kebiasaan sehari-hari. “Kami berupaya memberikan pendidikan dan edukasi kepada masyarakat agar lebih percaya diri dalam mengadopsi metode pembayaran ini,” jelas Ricky. Hal ini tidak hanya meningkatkan efisiensi, tetapi juga menjadikan QRIS sebagai solusi inklusif yang melayani berbagai segmen.
“Dengan adanya ekosistem yang terus berkembang, Bank Muamalat berkomitmen untuk menjadikan QRIS sebagai alat transaksi yang modern, aman, dan berkelanjutan,” tutur Ricky.
Kenaikan transaksi QRIS menunjukkan bahwa strategi digitalisasi bank tersebut berhasil menarik minat pengguna. Selain itu, peningkatan volume transaksi juga menggambarkan respons positif masyarakat terhadap inisiatif ini. “Pertumbuhan yang signifikan ini membuktikan bahwa QRIS bukan hanya sekadar tren, tetapi juga alat yang efektif dalam memperkuat posisi Bank Muamalat sebagai pelaku perbankan syariah yang inovatif,” ujar Ricky. Ia menambahkan bahwa teknologi ini tidak hanya mempermudah proses transaksi, tetapi juga mengurangi biaya operasional dan meningkatkan kecepatan layanan.
Dalam konteks ekonomi digital, Bank Muamalat melihat QRIS sebagai bagian penting dari transisi menuju sistem pembayaran yang lebih efisien. Layanan ini menggabungkan keunggulan teknologi dengan prinsip syariah, sehingga mampu memberikan kepercayaan kepada pengguna. “Inovasi digital kami selalu berpijak pada nilai-nilai syariah, seperti transparansi dan keadilan, yang menjadi dasar perusahaan,” jelas Ricky. Selain itu, transaksi via QRIS juga didukung oleh kebijakan pemerintah dalam mendorong penggunaan digital payments sebagai bagian dari kebijakan transaksi non-tunai.
Masa Depan yang Semakin Cerah
Dengan pertumbuhan yang mengalami kenaikan signifikan, Bank Muamalat berharap ekosistem QRIS dapat menjadi pendorong utama dalam transformasi keuangan di Indonesia. Ricky Rikardo menuturkan bahwa keberhasilan ini menjadi bukti bahwa inisiatif digitalisasi bank selama beberapa tahun terakhir membuahkan hasil yang nyata. “Kami optimis bahwa QRIS akan terus berkembang dan menjadi pilihan utama masyarakat dalam berbagai aktivitas keuangan,” tutupnya.
Peningkatan jumlah transaksi QRIS tidak hanya mencerminkan kemudahan teknologi, tetapi juga kesuksesan dalam membangun ekosistem yang menyeluruh. Dengan melibatkan ribuan merchant, Bank Muamalat berhasil menciptakan lingkungan yang dinamis dan mendorong adopsi QRIS secara lebih luas. “Kami juga berharap keberhasilan ini dapat menjadi contoh bagi bank-bank lain dalam mengoptimalkan teknologi digital,” imbuh Ricky.
Dari sisi pelayanan, transaksi QRIS telah membawa perubahan signifikan. Layanan ini tidak hanya meningkatkan kualitas transaksi, tetapi juga menciptakan sistem yang lebih cepat, aman, dan terjangkau. Selain itu, pertumbuhan ini juga memperkuat posisi Bank Muamalat dalam persaingan industri perbankan syariah, terutama dalam menyediakan solusi pembayaran modern yang bisa diakses oleh semua kalangan. “Kami percaya bahwa QRIS akan terus menjadi pilar utama dalam transformasi digital Bank Muamalat,” pungkas Ricky.
Kebijakan peningkatan jaringan merchant yang terus dilakukan bank tersebut menunjukkan komitmen kuat untuk menciptakan ekosistem yang lebih luas. Penyebaran QRIS ke berbagai daerah tidak hanya meningkatkan jumlah transaksi, tetapi juga membuka peluang baru bagi UMKM dalam mengakses pasar yang lebih luas. Dengan demikian, Bank Muamalat terus berupaya memberikan keuntungan maksimal kepada pengguna layanannya, sekaligus memperkuat citra sebagai institusi perbankan yang progresif dan berorientasi pada masa depan.
Seiring berkembangnya teknologi, Bank Muamalat berkomitmen untuk terus mengembangkan QRIS menjadi solusi pembayaran yang lebih berkelanjutan. “Kami ingin menjamin bahwa setiap transaksi digital yang dilakukan oleh masyarakat tidak hanya memudahkan, tetapi juga memberikan nilai tambah secara ekonomi dan sosial,” katanya. Harapan ini diharapkan bisa terwujud melalui kolaborasi yang lebih luas dan inovasi terus-menerus dalam layanan digital bank tersebut.