Atap Kita Donasi
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

OJK: Investor pasar modal Jatim tembus 3,5 juta rekening

Published 27/10/2026 · Updated 27/10/2026 · By Nadia Ramadhan - atapkitadonasi.com

Investor Pasar Modal Jawa Timur Melonjak, Literasi dan Perlindungan Jadi Perhatian

Atapkitadonasi.com – OJK - Partisipasi masyarakat Jawa Timur di pasar modal terus bertambah hingga mencapai 3,5 juta rekening investor pada Agustus 2026. Angka tersebut tumbuh 69,93 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, menandakan minat investasi yang semakin meluas di berbagai lapisan masyarakat.

Pertumbuhan rekening investor ini menjadi salah satu gambaran perkembangan sektor jasa keuangan di Jawa Timur yang tetap menunjukkan ketahanan. Namun, perluasan akses investasi juga membawa kebutuhan yang semakin besar akan pemahaman produk keuangan, pengelolaan risiko, serta perlindungan bagi konsumen.

"Kinerja sektor jasa keuangan di provinsi itu yang tetap tumbuh dan resilien," kata Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala OJK Provinsi Jawa Timur Horas V. M. Tarihoran dalam media gathering di Yogyakarta, Selasa.

Nilai Kepemilikan Saham Ikut Meningkat

Sejalan dengan bertambahnya investor, nilai kepemilikan saham masyarakat Jawa Timur tercatat mencapai Rp138,169 triliun. Nilai tersebut naik 25,6 persen secara tahunan, memperlihatkan bahwa aktivitas di pasar modal tidak hanya ditandai oleh pembukaan rekening baru, tetapi juga peningkatan nilai aset saham yang dimiliki investor.

Pasar modal dapat menjadi salah satu pilihan bagi masyarakat untuk mengembangkan aset melalui instrumen investasi. Meski demikian, keputusan investasi perlu disesuaikan dengan tujuan keuangan, kemampuan menanggung risiko, serta pemahaman atas karakteristik produk yang dipilih. Pertumbuhan jumlah investor membuat edukasi menjadi semakin relevan agar masyarakat tidak sekadar mengikuti tren, melainkan mampu mengambil keputusan secara terukur.

Di sisi pendanaan usaha, penghimpunan dana melalui securities crowdfunding di Jawa Timur mencapai Rp69,83 miliar dengan 37 penerbit. Skema ini memperluas pilihan pendanaan bagi pelaku usaha yang ingin memperoleh dana melalui pasar modal. Bagi investor, instrumen tersebut juga menuntut pemahaman yang baik karena setiap peluang investasi memiliki risiko tersendiri.

Perbankan Tetap Menjadi Penopang Pembiayaan

Aktivitas perbankan di Jawa Timur juga memperlihatkan pertumbuhan. Dana pihak ketiga atau DPK tercatat sebesar Rp866 triliun, meningkat 6,03 persen secara tahunan. DPK mencakup dana yang ditempatkan masyarakat dan pelaku usaha pada perbankan, sehingga pertumbuhannya mencerminkan peran bank dalam menghimpun dana untuk kemudian disalurkan kembali ke perekonomian.

Penyaluran kredit mencapai Rp645 triliun atau naik 4,73 persen. Kredit memiliki fungsi penting dalam mendukung kebutuhan pembiayaan masyarakat maupun dunia usaha. Agar fungsi tersebut berjalan berkelanjutan, kualitas kredit dan kemampuan lembaga keuangan dalam mengendalikan risiko perlu terus dijaga.

Rasio kredit bermasalah bersih atau NPL net berada di level 1,67 persen, sedangkan NPL gross tercatat 3,80 persen. Indikator ini menjadi bagian dari perhatian dalam menjaga kualitas pembiayaan. Pengelolaan risiko yang memadai membantu perbankan mempertahankan kemampuan menyalurkan kredit secara sehat kepada sektor produktif dan kebutuhan masyarakat.

Perkembangan Asuransi, Dana Pensiun, dan Pembiayaan

Pada sektor perasuransian, penjaminan, dan dana pensiun, premi asuransi di Jawa Timur mencapai Rp13,989 triliun. Nilainya tumbuh 31,74 persen secara tahunan. Sementara itu, total investasi dana pensiun tercatat Rp4,476 triliun, dengan kenaikan 1,14 persen.

Data tersebut menunjukkan bahwa layanan keuangan tidak hanya bertumpu pada perbankan dan pasar modal. Asuransi berhubungan dengan pengelolaan risiko, sedangkan dana pensiun berkaitan dengan persiapan kebutuhan keuangan jangka panjang. Pemanfaatan setiap produk perlu dipahami sesuai fungsi, manfaat, biaya, dan ketentuannya.

Di kelompok perusahaan pembiayaan, modal ventura, dan lembaga keuangan mikro, piutang pembiayaan berjumlah Rp45,067 triliun. Nilai ini mengalami kontraksi 1,39 persen. Di saat yang sama, pembiayaan modal ventura tumbuh 10,44 persen menjadi Rp1,949 triliun.

Pinjaman yang disalurkan lembaga keuangan mikro meningkat 15,5 persen hingga Rp175,7 miliar. Perkembangan ini menunjukkan adanya kebutuhan pembiayaan dengan karakteristik yang beragam, termasuk bagi pelaku usaha dan masyarakat yang membutuhkan akses layanan keuangan sesuai skala kegiatannya.

Pembiayaan Digital dan Pergadaian

Pembiayaan teknologi finansial melalui layanan peer-to-peer lending mencapai Rp12,09 triliun, atau tumbuh 13,26 persen. Peningkatan ini memperlihatkan peran layanan digital dalam memperluas pilihan akses pembiayaan. Namun, pengguna perlu memahami kewajiban pembayaran, biaya, risiko gagal bayar, serta memastikan penggunaan layanan dilakukan secara bertanggung jawab.

Di sektor pergadaian, pinjaman yang diberikan tercatat Rp685,7 miliar. Angka tersebut turun 29,15 persen. Pergerakan yang berbeda-beda antarsektor menggambarkan bahwa industri jasa keuangan berkembang melalui berbagai saluran dan tidak selalu bergerak dengan laju yang sama.

Horas menilai penguatan sektor jasa keuangan tidak cukup diukur dari kenaikan transaksi maupun dana yang berhasil dihimpun. Ketahanan sektor juga ditentukan oleh kemampuan lembaga keuangan dalam mengendalikan risiko dan memperbaiki pemahaman masyarakat terhadap produk yang digunakan.

Ke depan, perluasan akses pembiayaan bagi masyarakat dan dunia usaha diharapkan tetap berjalan seiring dengan stabilitas sistem serta penguatan perlindungan konsumen. Dengan keseimbangan tersebut, sektor jasa keuangan Jawa Timur dapat mendukung pertumbuhan ekonomi daerah yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is OJK?

OJK is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does OJK matter?

OJK matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.