Atap Kita Donasi
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Desain besar kepemudaan jawab tantangan masa depan Indonesia

Published 26/10/2026 · Updated 26/10/2026 · By Nadia Ramadhan - atapkitadonasi.com

Desain Besar Kepemudaan Jawab Tantangan Masa Depan Indonesia

Atapkitadonasi.com – Desain besar kepemudaan jawab tantangan masa depan Indonesia melalui kebijakan yang disusun dengan memperhitungkan perubahan global. Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir menyampaikan bahwa rancangan tersebut perlu mampu membantu generasi muda menghadapi perkembangan geopolitik, geoekonomi, teknologi digital, dan persoalan lingkungan yang semakin memengaruhi kehidupan masyarakat.

Menurut Erick, tantangan pemuda Indonesia saat ini tidak sama dengan masa pergerakan nasional. Generasi yang melahirkan Sumpah Pemuda pada 1928 menghadapi kolonialisme dan perbudakan. Sementara itu, generasi muda pada masa kini dan mendatang perlu berhadapan dengan perubahan dunia yang bergerak cepat serta dampaknya terhadap pendidikan, pekerjaan, kesehatan, dan peluang berkarya.

"Semua tantangan itu harus kami jadikan solusi, bukan justru menjadi sumber kegelisahan yang akhirnya membuat pemuda menyerah," kata Erick di sela kegiatan Wirasena Youth Camp 2026 di Taman Ismail Marzuki, Jakarta.

Tantangan Global yang Perlu Diantisipasi Pemuda

Erick menilai kebijakan kepemudaan harus berangkat dari pemahaman yang utuh terhadap persoalan global. Ia mencontohkan kondisi sekitar 65 juta anak muda di dunia yang menganggur. Selain itu, satu dari tujuh pemuda disebut mengalami persoalan kesehatan mental. Situasi tersebut penting diperhatikan karena persoalan serupa berpotensi terjadi secara luas di Indonesia.

Pengangguran di kalangan anak muda tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan pekerjaan, tetapi juga kesiapan menghadapi perubahan kebutuhan dunia kerja. Perkembangan teknologi digital dapat membuka kesempatan baru, namun juga menuntut keterampilan yang relevan. Karena itu, desain besar kepemudaan jawab tantangan dengan menempatkan perubahan sebagai hal yang perlu dipahami dan diolah menjadi peluang.

Persoalan kesehatan mental juga menjadi bagian penting dalam perhatian terhadap masa depan pemuda. Dukungan lingkungan, ruang aman untuk menyampaikan aspirasi, serta kebijakan yang sesuai dengan kebutuhan generasi muda dapat membantu mengurangi kegelisahan yang muncul akibat tekanan sosial maupun perubahan ekonomi. Pemerintah perlu memastikan kebijakan tidak tertinggal dari kondisi yang benar-benar dihadapi pemuda.

Pelibatan Pemuda dari Berbagai Daerah

Penyusunan arah pembangunan pemuda tidak dapat dilakukan tanpa mendengarkan pandangan mereka yang akan menjalani dampak kebijakan tersebut. Erick menyatakan bahwa desain besar kepemudaan harus melibatkan pemuda dari seluruh Indonesia. Kemenpora akan menggandeng organisasi kepemudaan dan pemuda inspiratif dari berbagai daerah untuk menyerap aspirasi serta merumuskan arah kebijakan bersama.

Pelibatan tersebut penting agar kebijakan yang dibentuk tidak hanya berpusat pada satu wilayah atau pengalaman tertentu. Pemuda di berbagai daerah memiliki kebutuhan, potensi, dan tantangan yang dapat berbeda. Aspirasi mereka dapat memberi gambaran yang lebih nyata mengenai hambatan yang dihadapi dalam pendidikan, pekerjaan, pengembangan keterampilan, maupun kegiatan sosial di lingkungan masing-masing.

Desain besar kepemudaan jawab tantangan juga melalui upaya menyelaraskan kebijakan pemerintah pusat dan daerah. Erick sebelumnya menyebut Kemenpora telah mengumpulkan diaspora dari berbagai wilayah untuk membahas arah pembangunan pemuda. Langkah ini dilakukan agar tidak muncul perbedaan kebijakan yang justru dapat merugikan generasi muda.

Penyederhanaan Aturan untuk Mendukung Ruang Gerak Pemuda

Selain menghimpun masukan dan menyelaraskan arah kebijakan, pemerintah juga menata regulasi yang dinilai menghambat. Erick mengatakan jumlah aturan telah dipangkas dari 191 menjadi empat. Penyederhanaan tersebut menjadi bagian dari upaya menciptakan ruang yang lebih mendukung kemajuan pemuda.

Aturan yang lebih sederhana diharapkan membuat program dan kebijakan kepemudaan lebih mudah dijalankan secara nyata. Namun, perubahan regulasi perlu tetap berorientasi pada kebutuhan pemuda serta dilaksanakan secara selaras antara pemerintah pusat dan daerah. Dengan demikian, kebijakan tidak berhenti sebagai rencana, melainkan dapat dirasakan manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari.

Melalui rancangan yang sedang disusun, Kemenpora ingin perubahan global tidak dipandang semata-mata sebagai ancaman. Desain besar kepemudaan jawab tantangan dengan mendorong generasi muda agar mampu melihat perubahan sebagai peluang untuk tumbuh, berkarya, dan berkontribusi bagi Indonesia.

FAQ Desain Besar Kepemudaan

Apa tujuan utama desain besar kepemudaan?

Tujuannya adalah menyiapkan arah kebijakan yang lebih relevan bagi generasi muda dalam menghadapi perubahan geopolitik, geoekonomi, teknologi digital, dan persoalan lingkungan.

Siapa yang akan dilibatkan dalam penyusunannya?

Kemenpora berencana melibatkan organisasi kepemudaan serta pemuda inspiratif dari berbagai daerah untuk mendengarkan aspirasi dan merumuskan kebijakan bersama.

Mengapa kesehatan mental menjadi perhatian?

Kesehatan mental perlu diperhatikan karena Erick menyebut satu dari tujuh pemuda mengalami persoalan kesehatan mental. Kondisi ini berpotensi menjadi tantangan yang juga perlu diantisipasi di Indonesia.

Bagaimana pemuda dapat menghadapi perubahan global?

Pemuda dapat memandang perubahan sebagai peluang untuk meningkatkan kemampuan, memperluas wawasan, menyampaikan aspirasi, dan berperan aktif dalam pembangunan di daerah maupun tingkat nasional.

Related Reading