Hasil Pertemuan: Matematika TKA dinilai sulit, Kemendikdasmen: Bukan untuk menjebak

Matematika TKA dinilai sulit, Kemendikdasmen: Bukan untuk menjebak

Kemendikdasmen Bantah Soal Matematika TKA Dirancang Menjebak

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menyatakan keluhan terkait kesulitan soal matematika Tes Kemampuan Akademik (TKA) tidak bermaksud menipu peserta ujian. Kepala Badan Kebijakan Pendidikan Dasar dan Menengah (BKPDM) Kemendikdasmen, Toni Toharudin, mengakui bahwa banyak siswa mengeluhkan soal TKA yang dianggap sulit dan berbeda dari latihan soal sebelumnya. Namun, ia menegaskan bahwa soal-soal tersebut bukan untuk mempermainkan atau mengelabui peserta.

“Saya kira soal TKA ini tidak dibuat untuk menjebak, tetapi untuk mengungkap bagaimana kemampuan berpikir siswa yang lebih mendalam,” ujar Toni dalam Pertemuan Media Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik Jenjang SMP/MTs/sederajat di Kota Bekasi, Provinsi Jawa Barat, Selasa.

Menurut Toni, TKA hadir untuk menguji tidak hanya pengetahuan yang dihafal, tetapi juga kemampuan berpikir kritis dan menganalisis masalah. Ia menjelaskan bahwa soal-soal tersebut dirancang agar siswa bisa mengaplikasikan konsep matematika dalam berbagai situasi.

Tiga Indikator Penilaian dalam Matematika TKA

Kepala Pusat Asesmen Pendidikan (Pusmendik) Kemendikdasmen, Rahmawati, menambahkan bahwa ada tiga aspek yang dinilai dalam ujian matematika TKA untuk jenjang SMP. Ketiga indikator tersebut meliputi pemahaman konsep, penerapan dalam konteks nyata, dan kemampuan penalaran. “Soal-soal yang diberikan telah disesuaikan dengan materi yang diajarkan di kelas dan pasti sudah dikuasai siswa,” katanya.

“Misalnya kalau aljabar, itu persamaan dua variabel, yang sudah diajarkan di kelas. Namun, persamaan tersebut bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, seperti menentukan harga kombinasi dua barang,” tambah Rahmawati.

Rahmawati juga menekankan bahwa ujian TKA bertujuan untuk melatih siswa mengaplikasikan matematika dalam masalah nyata, bukan sekadar mengingat kembali materi. “Seperti yang disampaikan Pak Menteri, soal yang sudah ada dalam simulasi tidak akan diulang dalam ujian utama, karena fungsinya adalah menguji pemahaman mendalam, bukan sekadar ingatan,” jelasnya.

Ads
RumahBerkat - Post