Kemenhaj: Tujuh Jamaah Haji Sumbar Masih Jalani Perawatan di Arab Saudi
Kemenhaj – Kota Padang, Sumatera Barat—Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) provinsi Sumbar mengumumkan bahwa tujuh jamaah haji asal Embarkasi Padang masih dalam masa perawatan intensif di Tanah Suci, Arab Saudi. Dalam pernyataannya, Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Kemenhaj Sumbar, M. Rifki, menyampaikan bahwa pihaknya berharap para jamaah yang sedang menjalani pemulihan kesehatan segera pulih dan kembali ke Indonesia untuk berkumpul dengan keluarga.
“Kita doakan seluruh jamaah yang masih dirawat dapat segera diberikan kesembuhan dan kembali bersama keluarga di Tanah Air,” ujar Rifki di Kota Padang, Minggu.
Menurut data Sistem Informasi dan Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat), tujuh jamaah haji tersebut terdiri dari Busnar Jamaran, Syafei Nawaar, dan Usdarti Abu Nawas dari Kota Padang. Selain itu, ada Emma Yuliati serta Stafruddin Sutan Badarun dari Kota Padang Panjang. Dua jamaah lainnya, Syaifuddin Wirdas Tompek dan Jasri Abu Nawas, berasal dari Kabupaten Pasaman Barat dan Limapuluh Kota, masing-masing.
Rifki menjelaskan bahwa ketujuh jamaah akan dipulangkan atau diterbangkan ke Tanah Air setelah dinyatakan sehat dan memenuhi syarat kelayakan. Ia menegaskan bahwa proses pemulihan dilakukan secara terus-menerus oleh tim medis yang ditugaskan di Arab Saudi. “Setiap jamaah yang sedang dirawat akan dipantau secara berkala untuk memastikan kondisinya stabil sebelum diberangkatkan kembali,” tambahnya.
Haji Sumbar yang Meninggal di Arab Saudi
Sementara itu, Kemenhaj juga mencatatkan 10 jamaah haji asal Embarkasi Padang yang wafat selama masa ibadah di Arab Saudi. Angka ini tercatat hingga 20 Juni 2026, dan Rifki menyebutkan bahwa para jamaah tersebut diberangkatkan ke kawasan Baqi, Sharaya, dan Dahban untuk dimakamkan.
“Hingga akhir operasional haji tahun ini, terdapat 10 jamaah Embarkasi Padang yang meninggal dunia di Tanah Suci,” terang Rifki.
Dari jumlah tersebut, tujuh orang berasal dari Sumatera Barat, sementara tiga jamaah lainnya adalah warga Bengkulu. Nama-nama jamaah yang berpulang antara lain Tukiman Sandy Kromo Karso (54 tahun), Mustina Abdul Basir (66 tahun), dan Umi Kasnini Rasyid (61 tahun) dari Provinsi Bengkulu. Mereka ditemani oleh beberapa jamaah lain, seperti Yunilis Muin (74 tahun), Sofian Arbi (41 tahun), Imam Kanapi Qodir (81 tahun), Syamsu Kari Sudin (59 tahun), Mainusni Marukun (75 tahun), Nurjasmi Tamar Hamzah (70 tahun), dan Hizbullah Sulan Sulan (78 tahun).
Rifki menambahkan bahwa kematian para jamaah tidak mengurangi semangat keberhasilan pelaksanaan haji tahun ini. Ia menyampaikan bahwa seluruh jamaah yang berpulang telah mendapatkan penghargaan sebagai bagian dari perjalanan spiritual mereka. “Mereka telah menyelesaikan ibadah haji dengan baik, meski harus meninggalkan dunia ini di sana,” ujarnya.
Angka Pendaftaran dan Distribusi Jamaah Haji
Secara keseluruhan, Embarkasi Haji Padang berhasil memberangkatkan 5.374 peserta haji. Dari jumlah tersebut, sebanyak 3.989 jamaah berasal dari wilayah Ranah Minang, sementara 1.331 peserta lainnya adalah warga Provinsi Bengkulu. Selain itu, terdapat 41 petugas kloter Sumbar dan 13 petugas kloter dari Bengkulu yang ikut serta dalam pelayanan selama ibadah haji.
Kehadiran petugas kloter menjadi penunjang penting dalam memastikan kelancaran perjalanan jamaah. Mereka bertugas mengawasi kebutuhan peserta, menangani administrasi, dan memberikan bantuan secara langsung di Tanah Suci. Rifki memaparkan bahwa keberhasilan ini ditopang oleh koordinasi yang baik antara pihak Kemenhaj dan pihak terkait di Arab Saudi.
Dalam perjalanan haji, para jamaah menghadapi berbagai tantangan, termasuk cuaca, kelelahan, dan kondisi kesehatan. Meski demikian, Kemenhaj terus berupaya meminimalkan risiko dengan menyiapkan fasilitas medis dan logistik yang memadai. “Kami telah melakukan persiapan mendalam untuk menghadapi berbagai situasi yang mungkin terjadi selama perjalanan haji,” katanya.
Proses Pemulihan dan Penanganan Kesehatan
Sejumlah jamaah haji Sumbar yang sakit tetap diberikan perhatian khusus oleh pihak Kemenhaj. Dengan bantuan tim medis di Arab Saudi, mereka diberikan perawatan intensif sesuai dengan kebutuhan medis yang beragam. Rifki mengatakan bahwa pihaknya juga terus memantau kesehatan jamaah secara real-time melalui sistem komunikasi digital.
Menurut Rifki, para jamaah yang dirawat termasuk orang-orang yang mengalami kondisi kritis seperti gangguan pernapasan, penyakit jantung, atau keluhan umum lainnya. “Para jamaah ini diprioritaskan dalam pengobatan karena kondisi mereka memerlukan perawatan yang lebih cepat,” jelasnya.
Keberhasilan penanganan kesehatan ini menjadi bukti komitmen Kemenhaj dalam menjaga kualitas pelaksanaan haji. Dengan adanya fasilitas kesehatan yang memadai, jamaah dapat melanjutkan perjalanan mereka tanpa hambatan besar. “Kami harap semua jamaah bisa menyelesaikan haji dengan selamat, baik yang masih dirawat maupun yang telah pulih,” tukas Rifki.
Proyeksi dan Evaluasi Haji Tahun Ini
Dalam evaluasi awal, Kemenhaj Sumbar menyebutkan bahwa jumlah jamaah yang meninggal di Arab Saudi tergolong rendah dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Namun, pihaknya tetap mengingatkan bahwa kesehatan jamaah menjadi faktor utama dalam memastikan kesuksesan ibadah. “Kami terus meningkatkan kualitas pelayanan untuk mengurangi risiko kejadian yang tidak diinginkan,” kata Rifki.
Rifki juga menyoroti peran penting Embarkasi Padang dalam memastikan keberangkatan jamaah haji yang lancar. Ia menyebut bahwa pihaknya berupaya memberikan informasi terkini tentang kondisi jamaah ke keluarga di Tanah Air. “Keluarga jamaah juga diminta untuk tetap tenang dan mendukung proses pemulihan para jamaah yang sedang menjalani perawatan,” imbuhnya.
Dengan angka total 5.374 jamaah, Kemenhaj berharap tahun ini menjadi salah satu pelaksanaan haji yang sukses dan aman. Meski terdapat sejumlah jamaah yang sakit dan meninggal, pihaknya tetap optimis bahwa semua peserta akan selesai menunaikan ibadah haji sesuai dengan tujuan awalnya. “Haji adalah pengalaman yang istimewa, dan kami ingin semua jamaah dapat merasakan manfaatnya,” pungkas Rifki.