Kemenkes: RSUP Fatmawati transplantasi hati dengan donor dari keluarga
Kemenkes: RSUP Fatmawati melakukan transplantasi hati dengan donor dari keluarga
Jakarta – Wakil Menteri Kesehatan, Dante Saksono Harbuwono, mengungkapkan bahwa RSUP Fatmawati telah menyelesaikan prosedur transplantasi hati ketiga kali untuk pasien yang menderita sirosis hati akibat hepatitis B. Pada kesempatan ini, donor organ berasal dari anak kandung pasien, yang menandai perbedaan dari kasus-kasus sebelumnya. “Biasanya, donor hati berasal dari orang tua kepada anaknya, tetapi kali ini sebaliknya,” jelas Dante di Jakarta, Jumat.
Kolaborasi dengan SNUH
Kerja sama dengan Seoul National University Hospital (SNUH) menjadi bagian dari strategi pengembangan kapasitas layanan transplantasi di RSUP Fatmawati secara bertahap. “Koordinasi dengan SNUH memungkinkan kami belajar lebih lanjut dan meningkatkan keahlian dalam prosedur transplantasi,” tambahnya.
“Pada sirosis, hati mengeras dan kehilangan kemampuan membersihkan racun dari tubuh. Jika racun menumpuk, kondisi ini bisa berujung fatal,” kata Dante.
Detail Kasus
Dalam kasus ini, pasien berusia 52 tahun dan anaknya yang berusia 26 tahun menjadi penerima serta pemberi organ. Sang ayah, yang dalam keadaan sadar, saat ini sedang diobservasi. Dante menekankan bahwa peran keluarga dalam prosedur ini sangat signifikan, terutama di tengah keterbatasan jumlah donor organ yang tersedia.
“Dalam studi epidemiologi, kita menemukan bahwa sirosis hepatis menduduki urutan ketiga penyebab kematian terbesar di Indonesia,” ungkap Dante.
Dante menambahkan bahwa pelaksanaan transplantasi memerlukan pendekatan yang konsisten, mulai dari seleksi kandidat hingga pemantauan setelah operasi. “Kematiannya tinggi karena hati tidak mampu lagi bekerja secara optimal, sehingga diperlukan perawatan intensif,” jelasnya.
Pembiayaan dan Tujuan
Kemampuan finansial pasien dijamin sepenuhnya oleh BPJS Kesehatan, dengan total biaya sekitar Rp600 juta. “Dengan dukungan BPJS, pasien dapat menjalani perawatan tanpa hambatan,” kata Dante. Ia juga berharap kolaborasi dengan SNUH bisa mempercepat proses pembelajaran medis dan memungkinkan tim di RSUP Fatmawati menjadi lebih mandiri dalam menjalankan transplantasi.
Transplantasi hati dianggap sebagai langkah kompleks yang melibatkan berbagai bidang khusus. Proses ini dimulai sejak tahap awal dengan pemilihan pasien yang layak, kemudian dilanjutkan persiapan operasi,
