Humaniora

Latest Program: Kowani tekankan keterlibatan perempuan bangun kesadaran lingkungan

Kowani Tekankan Peran Perempuan dalam Memperkuat Kesadaran Lingkungan

Latest Program – Jakarta, Selasa – Dalam acara seminar nasional yang mengusung tema “Menuju Satu Abad Kowani, Satu Komitmen untuk Bumi: Peran Perempuan Indonesia untuk Lingkungan Hidup,” Ketua Umum Kongres Wanita Indonesia (Kowani) Nanie Hadi Tjahjanto menggarisbawahi pentingnya peran perempuan sebagai pelaku perubahan dalam upaya menjaga kelestarian alam. Menurutnya, partisipasi perempuan bukan hanya mendukung pengembangan kesadaran lingkungan, tetapi juga menjadi fondasi penting untuk membentuk budaya kepedulian yang berkelanjutan, baik dalam ruang keluarga maupun lingkungan sosial yang lebih luas.

Keterlibatan Perempuan sebagai Agen Perubahan

Dalam pidatonya, Nanie menekankan bahwa perempuan memiliki posisi strategis dalam membangun kesadaran lingkungan sejak tahap awal. “Perempuan mampu menjadi pelopor perubahan, khususnya melalui pengaruhnya dalam keluarga dan masyarakat. Mereka memiliki peran kunci dalam menanamkan nilai-nilai kepedulian terhadap lingkungan kepada generasi muda,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa semangat menjaga alam harus diwujudkan secara konsisten, dengan menekankan bahwa langkah kecil dari perempuan bisa berdampak besar dalam jangka panjang.

“Kita harus menjaga alam agar terhindar dari berbagai kerusakan lingkungan yang dapat mengancam kehidupan masyarakat. Menanam pohon merupakan bentuk kepedulian yang dapat dilakukan bersama untuk menjaga bumi,” kata Nanie Hadi Tjahjanto.

Kowani, sebagai organisasi perempuan yang berkembang sejak satu abad lalu, menurut Nanie, perlu terus memperkuat komitmen dalam menggali potensi perempuan sebagai penggerak perubahan. “Perempuan memiliki kesempatan unik untuk menjadi teladan bagi anak-anak. Mereka mampu membangun kebiasaan kepedulian lingkungan melalui pendidikan dan kehidupan sehari-hari,” jelasnya. Ia menyoroti bahwa kesadaran lingkungan bukan sekadar teori, tetapi harus diaplikasikan secara nyata melalui tindakan konkret.

Kolaborasi Lintas Sektor dalam Pelestarian Lingkungan

Nanie juga menyampaikan bahwa tantangan lingkungan hidup saat ini membutuhkan sinergi antar sektor. “Solusi untuk menjaga kelestarian bumi tidak bisa dicapai sendirian. Peran pemerintah, akademisi, dunia usaha, komunitas, dan seluruh elemen masyarakat harus dipadukan agar hasilnya berkelanjutan,” tambahnya. Gerakan penanaman pohon yang diinisiasi Kowani, katanya, adalah salah satu bentuk kolaborasi tersebut, yang menunjukkan komitmen perempuan Indonesia dalam menjaga keanekaragaman hayati.

Sebagai bagian dari rangkaian perayaan satu abad keberadaan Kowani, seminar nasional ini menjadi platform untuk memperkuat visi organisasi. Nanie menyatakan bahwa Kowani harus menjadi pelopor dalam menanamkan kesadaran lingkungan di kalangan perempuan dan masyarakat. “Menjaga bumi adalah cara terbaik untuk menjaga masa depan bangsa. Apa yang kita lakukan hari ini akan menentukan kualitas kehidupan generasi mendatang,” ujarnya. Ia menekankan bahwa investasi dalam pelestarian lingkungan merupakan langkah penting untuk memastikan kelangsungan hidup anak cucu bangsa.

Potensi Kekayaan Alam yang Harus Diwariskan

Nanie mengingatkan bahwa Indonesia memiliki sumber daya alam yang luar biasa, termasuk hutan, lautan, dan tanah pertanian. “Potensi ini harus dijaga dan diwariskan kepada generasi selanjutnya. Kesadaran kolektif dari seluruh elemen masyarakat menjadi kunci untuk mewujudkan hal itu,” katanya. Ia menegaskan bahwa perempuan, sebagai pengambil keputusan dalam keluarga, memiliki peran sentral dalam memastikan nilai-nilai lingkungan tetap hidup di dalam kehidupan sehari-hari.

“Ibu bangsa harus santun dalam mendidik, mampu menjadi panutan, dan ikut berperan aktif dalam menjaga kelestarian alam. Pendidikan lingkungan harus dimulai dari keluarga agar menjadi budaya yang terus diwariskan,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Nanie juga menyoroti bahwa tanggung jawab lingkungan tidak hanya berada di tangan pemerintah atau institusi besar, tetapi juga harus dikelola oleh masyarakat secara bersama. “Perempuan, sebagai bagian dari masyarakat, memiliki kekuatan untuk menggerakkan perubahan. Mereka mampu mengubah pola pikir dan perilaku individu serta kolektif,” jelasnya. Ia berharap bahwa kegiatan seperti penanaman pohon bisa menjadi awal dari komitmen yang lebih luas.

Kowani, selama ini, telah menunjukkan kontribusi nyata dalam berbagai bidang, termasuk lingkungan. Gerakan penanaman pohon yang dilakukan secara serentak oleh perempuan di seluruh Indonesia, menurut Nanie, adalah bentuk nyata dari upaya untuk menjaga keanekaragaman hayati. “Kita harus bersama-sama menciptakan ruang lingkungan yang sehat, baik bagi manusia maupun makhluk hidup lainnya,” katanya. Ia menegaskan bahwa perempuan tidak hanya menjadi pelaku, tetapi juga penjaga keberlanjutan lingkungan.

Langkah Nyata untuk Masa Depan

Menurut Nanie, peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia tidak hanya menjadi momen refleksi, tetapi juga ajakan untuk bergerak. “Kita perlu mengambil langkah konkret, seperti mengadakan kegiatan pelestarian lingkungan yang melibatkan seluruh lapisan masyarakat,” ujarnya. Gerakan ini, ia katakan, harus didukung oleh kebijakan dan kepedulian yang berkelanjutan dari seluruh pihak.

Nanie berharap bahwa kolaborasi lintas sektor, termasuk peran aktif perempuan, bisa mempercepat pencapaian target lingkungan yang telah ditetapkan. “Kita harus mengingat bahwa keberhasilan pelestarian lingkungan bergantung pada partisipasi semua elemen. Perempuan, sebagai bagian dari masyarakat, mampu menjadi penggerak utama dalam hal ini,” katanya. Ia menambahkan bahwa kepedulian lingkungan harus diintegrasikan ke dalam kehidupan sehari-hari, sehingga menjadi bagian dari budaya nasional.

Dalam rangka memperkuat kesadaran lingkungan, Kowani juga menekankan pentingnya pendidikan lingkungan yang holistik. “Pendidikan ini tidak hanya berfokus pada pengetahuan, tetapi juga pada tindakan. Perempuan harus menjadi model bagi anak-anak dan lingkungan sekitarnya,” ujarnya. Menurut Nanie, ini adalah langkah awal untuk menciptakan masyarakat yang lebih sadar akan isu lingkungan, terutama di tengah tantangan global seperti perubahan iklim dan kehilangan keanekaragaman hayati.

Dengan keberadaan Kowani, Nanie berharap perempuan dapat terus menjadi motor penggerak dalam pembangunan berkelanjutan. “Keterlibatan perempuan dalam pelestarian lingkungan bukanlah hal baru, tetapi harus diperkuat melalui langkah-langkah nyata dan inovatif. Kita harus bersama-sama menciptakan masa depan yang lebih hijau dan lebih berkelanjutan,” pungkasnya. Ia menegaskan bahwa

Rina Ramadhan

Rina Ramadhan adalah penulis yang mengangkat tema zakat, sedekah, dan kepedulian sosial dengan pendekatan sederhana dan informatif. Di atapkitadonasi.com, ia berupaya menjembatani pemahaman antara kewajiban sosial dan praktik donasi yang benar. Rina berkomitmen menghadirkan konten yang ramah pembaca dan mudah dipraktikkan.