Humaniora

New Policy: Tujuh orang haji Bengkulu masih berada di Tanah Suci

Tujuh Orang Haji Bengkulu Masih Berada di Tanah Suci

New Policy – Bengkulu, 12 Juni 2026 – Tujuh jamaah haji asal Provinsi Bengkulu masih berada di Makkah dan Madinah, menunggu proses pemulangan akhir dalam musim haji 1447 Hijriah. Menurut Penanggung Jawab Program Kesehatan Haji Dinas Kesehatan Bengkulu, Kurniawan Arianto Abdul Gani, jumlah jamaah yang kembali ke Indonesia mencapai 1.334 orang, sementara tujuh individu masih tinggal di Tanah Suci. “Pemulangan haji sedang berjalan secara teratur, dengan para jamaah diberangkatkan melalui tahapan terakhir,” jelas Kurniawan di Bengkulu, Sabtu.

Detail Kematian Jamaah Haji

Dari total 1.344 jamaah yang diberangkatkan, tiga orang meninggal dunia selama ibadah haji. Mereka adalah Tukiman Sadi Kromo Karso, warga Kota Bengkulu, yang wafat di Madinah pada 29 April 2026; Mustina Abdul Basir dari Kabupaten Bengkulu Utara, yang meninggal di Makkah pada 1 Juni 2026; serta Kasnini Rasyid Dersai (63), seorang jamaah dari Kota Bengkulu yang tutup usia pada Jumat (12/6) pukul 00.30 Waktu Arab Saudi di ruang ICU RSAS Jeddani Hospital.

“Berdasarkan laporan terkini, sebanyak 1.334 jamaah Bengkulu telah kembali ke tanah air, sedangkan tujuh orang masih menunggu proses pemulangan,” kata Kurniawan. Ia menambahkan, tiga jamaah yang wafat tersebut termasuk dalam jumlah total 1.344 orang yang diberangkatkan musim ini.

Penanganan Kesehatan Selama Pemulangan

Kurniawan menjelaskan bahwa layanan kesehatan tetap berlangsung selama periode pemulangan jamaah. Hingga saat ini, Tenaga Kesehatan Haji Kloter (TKHK) Provinsi Bengkulu telah memberikan 5.815 layanan medis. Selain itu, tim kesehatan melakukan pemantauan khusus terhadap jamaah dengan risiko tinggi, sebanyak 6.083 kali kunjungan selama penyelenggaraan ibadah haji. Dalam beberapa hari terakhir, tidak ada jamaah yang dirujuk ke Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) atau Rumah Sakit Arab Saudi (RSAS) baru.

“Sejauh ini, tidak ada rujukan tambahan ke KKHI atau RSAS, karena kondisi kesehatan jamaah umumnya stabil,” ujar Kurniawan. Ia menyebutkan, secara akumulatif, jumlah rujukan mencapai 10 orang ke KKHI dan 32 orang ke RSAS.

Kasus Jamaah Kaur yang Kembali

Salah satu jamaah dari Kabupaten Kaur, Kasmid Kasan Bin Hasan (80), sebelumnya dirawat di RSAS Ibnu Sina Jeddah. Setelah sembuh, ia kembali ke Indonesia bersama Kloter PDG 07 pada 11 Juni 2026, dan tiba di Kabupaten Kaur pada hari berikutnya dalam kondisi stabil. Saat tiba di Bandara Internasional Minangkabau, Kasmid sempat diberi penanganan medis di Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) M Djamil Padang.

“Pasien meminta pulang secara spontan dan kemudian dibawa kembali ke Bengkulu melalui ambulans,” tambah Kurniawan. Ia menegaskan, setelah pemeriksaan di Asrama Haji Debarkasi Antara Bengkulu, kondisi pasien dianggap cukup baik meski masih tergolong lemah.

Kurniawan juga mengungkapkan bahwa tim kesehatan memberikan bimbingan dan rekomendasi untuk pasien dirujuk ke UGD RSUD M. Yunus Bengkulu. Namun, keluarga memutuskan untuk mengembalikan pasien ke Kabupaten Kaur. “Kondisi jamaah Bengkulu secara umum membaik, dan saat ini tidak ada yang sedang menjalani perawatan di KKHI Makkah,” tambahnya.

Penyelenggaraan Pemulangan Haji

Pemulangan haji 1447 Hijriah diatur dalam empat fase, dengan fase akhir menjadi tahap kritis. Dinas Kesehatan Bengkulu melaporkan bahwa seluruh jamaah telah diberikan dukungan medis sejak tiba di Tanah Suci. Dalam rangka memastikan kesehatan selama perjalanan, pihak penyelenggara melakukan pengawasan intensif, termasuk pemeriksaan rutin dan distribusi obat-obatan esensial.

Menurut data yang disampaikan, rata-rata durasi tinggal jamaah di Tanah Suci berada di bawah target. Kurniawan menyatakan, tim medis tetap siap menghadapi kemungkinan kenaikan kasus penyakit atau keadaan darurat. “Kami memantau setiap aspek kesehatan, termasuk respons jamaah terhadap vaksinasi dan penggunaan alat pelindung diri,” ujarnya.

Kesiapan untuk Pemulangan Selanjutnya

Proses pemulangan haji diharapkan selesai dalam waktu dekat, dengan empat kloter yang telah menginap di Makkah dan Madinah. Dinas Kesehatan Bengkulu sedang mempersiapkan fasilitas penjemputan, termasuk pengaturan transportasi khusus dan rencana pengawasan selama perjalanan kembali. “Kita bersyukur karena tidak ada laporan kecelakaan atau keadaan darurat di tengah pemulangan,” pungkas Kurniawan.

Secara keseluruhan, jumlah jamaah haji yang meninggal mencapai tiga orang, sementara tujuh jamaah masih berada di Tanah Suci. Kurniawan menekankan bahwa sistem pemulangan haji berjalan lancar, dengan koordinasi yang baik antara pihak penyelenggara dan petugas medis di lapangan. Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh tim yang terlibat, termasuk keluarga jamaah yang mendukung proses tersebut.

Di sisi lain, para jamaah yang telah kembali ke Indonesia diberikan layanan medis tambahan di bandara dan tempat debarkasi. Kurniawan menjelaskan, keberhasilan pemulangan tergantung pada kolaborasi antara penyelenggara haji, klinik, dan rumah sakit di Tanah Suci. “Kita terus memastikan kesehatan jamaah tetap terjaga sebelum mereka tiba di tanah air,” katanya.

Kondisi cuaca di Makkah dan Madinah tercatat stabil, sehingga tidak mengganggu proses pemulangan. Namun, Kurniawan mengingatkan bahwa jamaah tetap harus memantau kesehatan mereka, terutama setelah menginap lama di negara tujuan. “Kami terus memberikan eduk

Rina Wibowo

Rina Wibowo fokus pada penulisan konten edukasi donasi dan inspirasi berbagi. Melalui artikelnya di atapkitadonasi.com, ia membantu pembaca memahami berbagai bentuk bantuan sosial serta cara menyalurkannya secara tepat. Rina percaya bahwa informasi yang jelas dapat mendorong lebih banyak orang untuk berbuat kebaikan.