Program Terbaru: KSP tekankan kualitas bangunan buat Sekolah Rakyat Karangasem
KSP Tekankan Kualitas Bangunan untuk Sekolah Rakyat Karangasem
Denpasar – Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Muhammad Qodari menggarisbawahi pentingnya konstruksi tangguh dalam pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Karangasem. “Bangunan ini harus kuat, fungsional, dan menarik secara estetika, ketiganya harus diperhatikan secara optimal,” ujarnya setelah melakukan inspeksi di Desa Tulamben, Karangasem, Selasa. Dalam pernyataan yang dikeluarkan oleh Pemprov Bali, Qodari menyebutkan bahwa nilai kontrak proyek mencapai Rp255.500.000.000, dibiayai dari APBN Tahun Anggaran 2025–2026.
Perkembangan Progres Pekerjaan
Saat ini, progres pembangunan Sekolah Rakyat Karangasem baru mencapai 19,41 persen, dengan pengerjaan dimulai pada 30 Maret hingga 5 April 2026. Qodari menekankan bahwa keselarasan waktu penyelesaian proyek menjadi faktor krusial, agar bisa segera memberikan manfaat bagi masyarakat. “Kehadiran saya di lapangan bertujuan untuk memastikan apakah program yang direncanakan sudah berjalan sesuai rencana,” tambahnya.
“Program ini memberikan dampak besar bagi masyarakat, sarana dan prasarana Sekolah Rakyat ini juga sangat memadai, lengkap dengan laptop dan akses internet. Oleh karena itu, program ini harus dikoordinasikan dengan orang tua serta para siswa agar berjalan lancar,” kata Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta.
Perluasan Desil dan Tantangan Program
Seiring itu, KSP juga mengingatkan adanya perbedaan antara desil 1 (sangat miskin) dan desil 2 (miskin) di Bali, serta permintaan perluasan desil untuk memperluas cakupan. Ia menyoroti tata kelola penyelenggaraan Sekolah Rakyat ke depan, termasuk tantangan dalam program berasrama bagi siswa yang orang tua tidak mengizinkan tinggal di asrama. Untuk itu, Qodari meminta Pemprov Bali melakukan pendataan siswa yang memenuhi syarat program afirmasi pendidikan berasrama gratis.
Pembangunan Sekolah Rakyat di Karangasem mencakup berbagai fasilitas seperti pekerjaan persiapan dan SMKK, gedung SD, SMP, serta SMA, kantin untuk tingkat SD hingga SMA, asrama putri dan putra masing-masing 4 unit, rumah susun guru (2 unit), gedung ibadah, pura, gedung serbaguna, gudang dan dapur, gudang perawatan, guest house, rumah pompa, tempat sampah, pos keamanan (2 unit), serta lapangan dan kawasan.
Qodari berharap Sekolah Rakyat ini mampu meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Bali, sekaligus menjadi harapan bagi keluarga yang kurang mampu. Giri Prasta menyatakan bahwa program ini sangat dibutuhkan masyarakat, sehingga ia menjamin akan diadakan pendampingan untuk menjaga keberlanjutan proyek tersebut.
