Strategi Penting: Mendes tegaskan dana desa tidak dipotong

Ads
RumahBerkat - Post

Mendes tegaskan dana desa tidak dipotong

Jakarta – Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto membantah adanya pengurangan dana desa oleh pemerintah pusat. “Dana desa tidak diambil oleh pemerintah pusat. Presiden Prabowo atau Menteri Desa tidak pernah memotong dana desa, tidak,” jelas Yandri saat diwawancara di Jakarta, Senin.

“Diubah tata kelolanya, dibuat unit usaha yang tadi fungsinya untuk menghilangkan rentenir, menghapus tengkulak, menjadi off taker, penyaluran pupuk, gas dan sebagainya,” ujar dia.

Ia menjelaskan bahwa pemerintah fokus pada pengaturan ulang pengelolaan dana desa agar lebih terukur dan langsung memberi manfaat kepada warga. Hal ini diungkapkan saat ia melakukan kunjungan ke Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih Bubung, Kecamatan Luwuk Selatan, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah.

Mendes Yandri menegaskan bahwa informasi yang menyebutkan dana desa dipotong oleh pemerintah pusat tidak benar. Justru, pemerintah tengah memperkuat pengelolaan dana desa agar lebih masif, terarah, dan menghasilkan dampak ekonomi yang luas.

Menurutnya, keberadaan Kopdes Merah Putih menjadi bagian dari program Astacita ke-6 Presiden Prabowo Subianto, yaitu membangun dari desa dan dari bawah demi pemerataan ekonomi serta pemberantasan kemiskinan. “Ini (Kopdes) program yang mulia,” katanya.

Ads
RumahBerkat - Post

Yandri menilai bahwa Kopdes Merah Putih adalah alat yang tepat untuk mencapai pemerataan ekonomi. Oleh karena itu, ia mengusulkan penghentian izin untuk retail modern lainnya, karena fungsinya akan digantikan oleh unit usaha koperasi desa.

Ia juga mengajak masyarakat desa untuk aktif terlibat dalam pengembangan Kopdes Merah Putih. Jika program tersebut berhasil, 80 persen dari sisa hasil usaha akan kembali kepada anggota koperasi, yaitu warga desa. Sementara 20 persen sisanya menjadi pendapatan desa secara langsung.