Yang Dibahas: SAR gabungan selamatkan dua nelayan Kepri hanyut ke perairan Malaysia
SAR Gabungan Selamatkan Dua Nelayan Kepri Hanyut ke Perairan Malaysia
Tanjungpinang, Kepri
Operasi SAR berjalan sukses dengan penyelamatan dua nelayan asal Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), yang terperangkap di perairan Malaysia. Kedua korban, Supianto dan Zulkifli, akhirnya kembali ke pelabuhan Indonesia setelah berlayar selama beberapa jam.
“Peristiwa dimulai saat kapal yang mereka tumpangi mengalami gangguan mesin saat melaut di perairan Tokong Hiu, Karimun,” jelas Kepala Kantor SAR Kelas A Tanjungpinang, Fazzli, dalam wawancara di Tanjungpinang, Minggu malam. Cuaca buruk dan hujan deras menyebabkan kapal kehilangan kendali. Akibatnya, kapal terseret arus hingga 20,73 mil laut ke wilayah Kukup, Malaysia.
Informasi darurat diterima oleh SAR dari Polair Polres Karimun, berdasarkan laporan Ketua Nelayan KUB Selayang Laut Wito, Minggu. Setelah itu, SAR Tanjungpinang melakukan koordinasi intensif melalui Precom dan Excom dengan Polair Karimun serta MRCC Johor, Malaysia. Langkah ini penting untuk mendapatkan izin penjemputan korban yang berada di wilayah perairan Malaysia.
Tim penyelamat bertolak menggunakan speedboat Polair Karimun pada pukul 17.00 WIB menuju lokasi kejadian. Berkat diplomasi antarnegara, mereka mencapai posisi korban pada 18.53 WIB dan segera memulai evakuasi. Proses pemindahan korban dari Malaysia ke Indonesia berlangsung lancar, dinyatakan selesai pada 19.55 WIB.
Kedua nelayan tiba dengan selamat di Pelabuhan Tanjung Balai Karimun pada 20.15 WIB. Mereka langsung diserahkan kepada keluarga dalam kondisi stabil. Fazzli menambahkan bahwa setelah debriefing pada 21.00 WIB, operasi SAR resmi ditutup. Seluruh unsur terlibat kembali ke satuan masing-masing dengan apresiasi atas keberhasilan misi kemanusiaan ini.
