I.League Sampaikan Hasil Penilaian Stadion untuk Musim 2026/27
Special Plan – Dalam pernyataan resmi yang dikeluarkan, I.League secara resmi merilis hasil evaluasi kelayakan infrastruktur stadion yang diajukan oleh klub-klub peserta kompetisi sepak bola profesional Indonesia. Evaluasi ini bertujuan memastikan setiap stadion yang dipilih sebagai lokasi pertandingan utama sesuai dengan standar operasional yang ditetapkan untuk musim 2026/27. Proses penilaian dilakukan sebagai bagian dari siklus lisensi klub (Club Licensing Cycle 2025/26), yang menjadi langkah penting dalam menyiapkan kondisi kompetisi profesional.
Direktur Utama I.League, Ferry Paulus, menjelaskan bahwa seluruh klub yang terdaftar di Super League telah menyumbangkan proposal kandang mereka untuk dievaluasi. Pihaknya melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap berbagai aspek infrastruktur, seperti kapasitas, fasilitas, keamanan, dan kelayakan operasional. “Evaluasi stadion adalah elemen kritis dalam memverifikasi kelayakan lokasi pertandingan, agar memenuhi standar yang ditetapkan untuk kompetisi profesional. Hasil ini akan menjadi dasar perencanaan operasional musim depan,” ujar Ferry dalam keterangan resminya.
Persiapan Stadion untuk Musim 2026/27
Sebanyak 18 klub yang akan memperkuat Super League musim 2026/27 telah mengirimkan stadion utama mereka untuk dievaluasi. Beberapa tim bahkan menyiapkan dua lokasi sebagai alternatif, demi mengantisipasi kebutuhan operasional sepanjang musim kompetisi. Persija Jakarta menjadi contoh klub yang mengajukan dua stadion, yaitu Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) dan Jakarta International Stadium (JIS). Sementara itu, Dewa United Banten FC memasukkan Banten International Stadium dan Stadion Indomilk Arena sebagai pilihan.
Klub-kompetisi baru, yang naik dari level di bawah, juga telah memastikan markas mereka untuk musim pertama di Super League. Persijap Jepara memilih Stadion Gelora Bumi Kartini, PSIM Yogyakarta menetapkan Stadion Sultan Agung, dan Adhyaksa FC mengajukan Banten International Stadium sebagai kandang utama. Evaluasi ini tidak hanya mencakup infrastruktur fisik, tetapi juga proses manajemen stadion yang telah diuji coba selama musim lalu.
“Evaluasi ini menjadi salah satu langkah penting dalam memastikan semua tim siap beraksi di level profesional,” kata Ferry Paulus.
Meski hasil evaluasi telah diumumkan, I.League menegaskan bahwa daftar stadion yang lolos belum menjadi keputusan akhir. Proses penentuan akhir akan melalui tahapan verifikasi lanjutan, inspeksi operasional, serta pengecekan kriteria tambahan seperti pengaturan teknis dan kepatuhan terhadap aturan kompetisi. “Stadion bisa berubah jika ada perbaikan atau peningkatan fasilitas yang diperlukan,” tambahnya.
Evaluasi infrastruktur stadium dilakukan secara ketat untuk memastikan semua aspek memenuhi standar nasional dan internasional. Kriteria utama mencakup kapasitas maksimum yang sesuai dengan jumlah penonton yang diperkirakan, keadaan lantai lapangan, sistem pencahayaan, dan ketersediaan fasilitas penunjang seperti kamar ganti, area parkir, serta alur perjalanan pemain dan penonton. Selain itu, keamanan dalam operasional stadium, termasuk sistem pengamanan dan keadaan darurat, juga menjadi fokus utama penilaian.
Daftar Stadion yang Lolos Evaluasi
Hasil penilaian menyebutkan bahwa berikut adalah stadion kandang yang telah memenuhi syarat:
- Arema FC – Stadion Kanjuruhan
- Bali United FC – Stadion Kapten I Wayan Dipta
- Bhayangkara Presisi Lampung FC – Stadion Sumpah Pemuda
- Borneo FC Samarinda – Stadion Segiri
- Dewa United Banten FC – Banten International Stadium dan Stadion Indomilk Arena
- Madura United FC – Stadion Gelora Madura Ratu Pamelingan
- Malut United FC – Stadion Kie Raha
- Persebaya Surabaya – Stadion Gelora Bung Tomo
- Persib Bandung – Stadion Gelora Bandung Lautan Api
- Persija Jakarta – Stadion Utama Gelora Bung Karno dan Jakarta International Stadium
- Persijap Jepara – Stadion Gelora Bumi Kartini
- Persik Kediri – Stadion Brawijaya
- Garudayaksa FC – Stadion Pakansari
- Persita Tangerang – Stadion Indomilk Arena
- PSS Sleman – Stadion Maguwoharjo
- PSIM Yogyakarta – Stadion Sultan Agung
- PSM Makassar – Stadion BJ Habibie
- Adhyaksa FC – Banten International Stadium
Ferry Paulus menekankan bahwa hasil ini hanya sebagai tahap awal. Seluruh klub diwajibkan melanjutkan proses pemenuhan persyaratan lisensi klub lainnya, seperti manajemen keuangan, tim pelatih, serta kesiapan fasilitas pendukung. “Klub harus menunjukkan kemampuan mengelola operasional selama kompetisi, termasuk keberlanjutan penggunaan stadion,” jelasnya.
Dalam proses Club Licensing Cycle 2025/26, I.League juga memastikan bahwa setiap tim memiliki rencana cadangan jika terjadi perubahan kondisi. Renovasi atau peningkatan fasilitas di stadion bisa menjadi alasan untuk mengganti lokasi pertandingan. Selain itu, klub diberi kesempatan untuk menyesuaikan proposal jika ditemukan ketidaksesuaian pada tahap awal.
Dengan selesainya evaluasi infrastruktur, seluruh peserta kompetisi kini fokus pada penyelesaian persyaratan lisensi lainnya. Proses ini memastikan bahwa seluruh tim siap melangkah ke musim 2026/27 dengan kondisi optimal. “Kesiapan infrastruktur stadium adalah salah satu penentu sukses kompetisi, sehingga semua klub harus memenuhi standar tersebut,” tegas Ferry Paulus.
Kebutuhan akan stadion yang memadai juga sejalan dengan visi I.League dalam meningkatkan kualitas pertandingan dan pengalaman penonton. Stadion yang diterima akan menjadi dasar pengaturan jadwal pertandingan serta pemenuhan kebutuhan teknis sepanjang musim. Setiap stadion yang dipilih akan dikenai pengawasan terus-menerus untuk memastikan konsistensi kualitas sebelum dan selama kompetisi berlangsung.
Proses evaluasi ini juga membuka peluang untuk stadion baru yang mungkin belum terdaftar sebelumnya. Fasilitas yang memiliki potensi untuk mengikuti kompetisi profesional bisa diterima sebagai opsi, asalkan memenuhi standar yang ditentukan. “I.League terbuka terhad