Indonesia

Toyota setop produksi GR Supra – penjualannya justru melonjak 72 persen

Toyota Setop Produksi GR Supra, Penjualannya Justru Melonjak 72 Persen

Toyota setop produksi GR Supra – Jakarta – Sejak berhenti memproduksi GR Supra di pabrik Graz, Austria, pada awal musim semi tahun ini, model sedan sport ini tetap memperoleh respons positif dari pasar. Sebuah laporan dari Carscoops, Kamis (2/7) waktu setempat, mengungkapkan bahwa selama enam bulan pertama 2026, total unit GR Supra yang terjual di Amerika Serikat (AS) mencapai 2.116 unit, naik signifikan sebesar 71,9 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu, yaitu 1.231 unit. Kenaikan terbesar terjadi pada bulan Juni, di mana penjualan model ini meningkat 45,8 persen menjadi 449 unit.

Produksi GR Supra yang berakhir pada musim semi 2026 memicu persaingan ketat di kalangan pembeli. Stok yang tersisa kini menjadi barang langka, mendorong konsumen untuk segera mendapatkan mobil ini sebelum habis dari pasar. Dalam kontras, GR86—saudara kandung GR Supra—menunjukkan penurunan penjualan yang konsisten. Meski harganya lebih terjangkau dan masih diproduksi, jumlah pengiriman model ini berkurang 26,2 persen hingga 4.007 unit sepanjang tahun ini, dan kenaikan di Juni hanya sebesar 6,8 persen, mencapai 754 unit.

Kinerja Toyota di Tahun 2026

Secara keseluruhan, Toyota mencatat peningkatan penjualan yang cukup signifikan. Pada bulan Juni, merek ini mengalami pertumbuhan 11,2 persen dibandingkan bulan sebelumnya, sementara kinerja tahunan hingga saat ini menunjukkan peningkatan 1,5 persen. Faktor utama yang memengaruhi pertumbuhan ini adalah kontribusi besar dari kendaraan elektrifikasi. Menurut data, lebih dari 57 persen dari total penjualan Toyota Motor North America (TMNA) pada Juni berasal dari model-model listrik.

Salah satu model yang mencuri perhatian adalah RAV4 Hybrid. Bulan ini menjadi bulan terbaik dalam sejarah penjualan model tersebut, dengan peningkatan yang mengesankan. Di sisi lain, Lexus juga menorehkan rekor penjualan tertinggi pada Juni 2026, meski secara kumulatif, penjualan merek ini turun 5,2 persen sepanjang tahun. Kenaikan penjualan Lexus mencerminkan pergeseran preferensi konsumen terhadap merek premium yang menawarkan teknologi dan kualitas tinggi.

Tren Penjualan Model Lainnya

Beberapa model lain menunjukkan perubahan yang menarik. Prius, kendaraan listrik pertama Toyota, mengalami penurunan penjualan sebesar 42,3 persen sepanjang tahun ini, meskipun terdapat sedikit peningkatan pada Juni sebesar 9,4 persen. Perubahan ini mungkin disebabkan oleh kompetisi dari model-model baru yang lebih modern, seperti RAV4 Hybrid atau 4Runner.

RAV4 versi non-hybrid mengalami penurunan penjualan 35,7 persen, tetapi penurunan ini lebih banyak dipengaruhi oleh ketersediaan unit yang terbatas daripada permintaan yang menurun. Sebaliknya, Highlander Hybrid mencatat kenaikan penjualan sebesar 48,9 persen hingga saat ini, menunjukkan minat konsumen terhadap model yang menggabungkan kepraktisan dan kenyamanan. Sementara itu, 4Runner mengejutkan dengan peningkatan hingga 141 persen, sementara Camry terus mempertahankan tren positif dengan kenaikan 15,3 persen.

Land Cruiser, salah satu model klasik Toyota, mengalami penurunan penjualan sebesar 40 persen. Meski demikian, model ini masih tetap populer di segmen tertentu, terutama di wilayah dengan infrastruktur jalan yang curam atau medan yang berat. Kenaikan penjualan 4Runner dan Camry menunjukkan bahwa konsumen di AS masih mencari kendaraan yang memiliki keseimbangan antara performa dan fungsionalitas.

Dalam konteks kenaikan penjualan secara keseluruhan, GR Supra dan model-model listrik menjadi penopang utama. Penghentian produksi GR Supra justru memicu keinginan konsumen untuk memperoleh unit yang tersisa, menunjukkan bahwa model ini memiliki daya tarik khusus. Namun, GR86 yang masih diproduksi tidak bisa mengikuti tren yang sama, mungkin karena kesan kaku pada desain atau keterbatasan fitur dibandingkan dengan kompetitor.

Meski ada penurunan di beberapa model, Toyota tetap berhasil mempertahankan posisi dominan di pasar AS. Perusahaan ini menunjukkan kemampuan untuk menyesuaikan diri dengan perubahan tren konsumen, terutama dengan fokus pada kendaraan elektrifikasi dan model hybrid. Konsumen yang mencari sedan praktis dengan logo Toyota yang terkenal akan tetap mempercayai merek ini, bahkan di tengah persaingan yang semakin ketat dari merek lain.

Produksi GR Supra menjadi momen spesial bagi penggemar mobil sport, karena model ini menggabungkan desain sporty dengan kenyamanan yang mencengkeram. Dengan hanya 72 persen unit yang tersisa di pasaran, Toyota mungkin mempertimbangkan untuk memperpanjang produksi atau mengeluarkan versi baru. Sementara itu, GR86 yang masih diproduksi perlu meningkatkan strategi pemasaran agar bisa menyaingi pertumbuhan GR Supra.

Kenaikan penjualan yang terjadi di berbagai model menunjukkan bahwa keberhasilan Toyota tidak hanya bergantung pada satu produk, tetapi pada portofolio yang beragam. Kendaraan listrik, seperti RAV4 Hybrid, menjadi pusat perhatian, sementara model konvensional seperti Camry dan 4Runner tetap bisa bertahan. Perubahan ini mencerminkan adaptasi perusahaan terhadap permintaan pasar yang terus berkembang. Dengan peningkatan yang signifikan, Toyota mungkin akan melanjutkan strategi pengembangan model yang menarik, terutama dalam segmen sport dan elektrifikasi.

Mengingat daya tarik GR Supra yang tinggi, meski produksinya telah berakhir, model ini justru menjadi penjaga nama baik Toyota di pasar AS. Konsumen yang menyukai desain retro dan performa tinggi terus mencari tahu tentang model ini, meskipun stok yang tersisa semakin langka. Hal ini membuktikan bahwa keputusan Toyota untuk menghentikan produksi bisa jadi bukan akhir dari kesuksesan GR Supra, melainkan peningkatan kesadaran akan keunggulannya.

Dengan peningkatan penjualan dan respons positif dari konsumen, GR Supra menjadi contoh nyata bahwa ketidakterjangkauan bisa memperkuat nilai sebuah mobil. Sementara GR86, meski masih diproduksi,

Rina Wibowo

Rina Wibowo fokus pada penulisan konten edukasi donasi dan inspirasi berbagi. Melalui artikelnya di atapkitadonasi.com, ia membantu pembaca memahami berbagai bentuk bantuan sosial serta cara menyalurkannya secara tepat. Rina percaya bahwa informasi yang jelas dapat mendorong lebih banyak orang untuk berbuat kebaikan.