Atap Kita Donasi
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

BRITACEG akan masukkan AI dalam pelatihan administrasi perpajakan

Published 13/10/2026 · Updated 13/10/2026 · By Fitri Putri - atapkitadonasi.com

Foto : Fitri Putri - atapkitadonasi.com

BRITACEG akan masukkan AI dalam pelatihan administrasi perpajakan

Atapkitadonasi.com – BRITACEG akan masukkan AI dalam pelatihan administrasi perpajakan untuk memperkuat kapasitas pejabat pajak di negara dan yurisdiksi mitra Belt and Road Initiative (BRI). Pengembangan materi kecerdasan buatan atau artificial intelligence tersebut menjadi bagian dari pembaruan kurikulum yang juga mencakup transformasi digital dan isu perpajakan internasional.

Direktur BRITACEG Ho Silvestre In Mui menyampaikan rencana itu dalam agenda the 7th BRITACOF di Jakarta, Selasa. Menurut dia, perluasan materi pelatihan dimaksudkan agar program yang dijalankan semakin selaras dengan kebutuhan praktis administrasi perpajakan di negara-negara mitra.

“Selain topik inti perpajakan, BRITACEG juga akan memperkenalkan sesi pelatihan yang mencakup transformasi digital dan kecerdasan buatan, serta aspek perpajakan yang berkaitan dengan perjanjian penghindaran pajak berganda,” kata Ho.

Pelatihan disesuaikan dengan kebutuhan administrasi perpajakan

BRITACEG akan masukkan AI sebagai salah satu bagian dari strategi peningkatan kualitas dan efektivitas pelatihan. Pelaksanaannya akan mengacu pada rencana peningkatan kapasitas dalam Rencana Aksi Hong Kong 2025–2027, sekaligus mempertimbangkan kebutuhan nyata yang dihadapi otoritas pajak di negara-negara mitra.

Pembelajaran tidak hanya akan mengandalkan pertemuan langsung. BRITACEG tengah mengoptimalkan jadwal pelatihan tahunan melalui kombinasi video pembelajaran rekaman, sesi tanya jawab langsung, serta program tatap muka khusus. Pola tersebut diharapkan memberi ruang belajar yang lebih fleksibel tanpa mengurangi kesempatan peserta untuk berinteraksi dengan pengajar.

Selain materi dasar perpajakan, kurikulum akan diperkuat dengan kursus lanjutan dan studi kasus praktis lintas negara. Pendekatan ini ditujukan agar peserta tidak sekadar memahami konsep, tetapi juga mampu menerapkan pengetahuan yang diperoleh dalam pekerjaan administrasi perpajakan sehari-hari.

Peran AI dan transformasi digital dalam kurikulum

Masuknya materi AI mencerminkan perhatian BRITACEG terhadap perubahan teknologi dalam pengelolaan administrasi perpajakan. Pembahasan mengenai transformasi digital dan kecerdasan buatan akan melengkapi topik inti, termasuk aspek pajak yang terkait dengan perjanjian penghindaran pajak berganda.

BRITACEG akan masukkan AI secara berdampingan dengan penguatan kemampuan praktis peserta. Dengan demikian, pelatihan tidak hanya membahas teknologi sebagai konsep, melainkan juga dikaitkan dengan tantangan administrasi perpajakan yang relevan bagi negara dan yurisdiksi peserta BRI.

Ho menjelaskan bahwa keterlibatan tenaga pengajar juga akan ditingkatkan. Caranya antara lain melalui sesi tanya jawab yang menyesuaikan perkembangan peserta, penghimpunan masukan secara langsung, dan evaluasi atas penerapan materi setelah pelatihan berlangsung.

Kerja sama akademi pajak akan diperluas

Penguatan kapasitas tidak berhenti pada pembaruan materi. BRITACEG juga berencana memperluas kerja sama antar akademi perpajakan melalui pertukaran praktik terbaik, penyusunan kursus bersama, dan berbagi tenaga pengajar. Kolaborasi tersebut diharapkan memperluas akses terhadap pengalaman serta sumber daya pembelajaran dari berbagai wilayah.

Menurut Ho, arah kerja sama itu adalah membangun sistem pelatihan yang mengutamakan standar bersama, pemanfaatan sumber daya secara kolektif, dan keunggulan yang dimiliki tiap wilayah. BRITACEG juga akan mengoordinasikan pelaksanaan program, pemanfaatan hasil pelatihan, serta evaluasi profil mereknya.

“BRITACEG akan secara aktif mengoordinasikan pelaksanaan program dan pemanfaatan hasil pelatihan, mengevaluasi profil merek, serta berkontribusi bersama dalam memperkuat kapasitas administrasi perpajakan global,” ujar Ho.

BRITACEG atau Belt and Road Initiative Tax Administration Capacity Enhancement Group merupakan kelompok kerja yang berfokus pada peningkatan kapasitas administrasi perpajakan bagi negara dan yurisdiksi peserta BRI. Indonesia termasuk salah satu anggotanya. Rencana BRITACEG akan masukkan AI diharapkan menjadi bagian dari pengembangan sistem pelatihan yang lebih relevan terhadap perkembangan administrasi perpajakan global.

FAQ tentang pelatihan BRITACEG

Apa tujuan BRITACEG memasukkan AI dalam pelatihan?

Tujuannya adalah meningkatkan kualitas dan efektivitas pelatihan administrasi perpajakan, dengan menyesuaikan materi terhadap kebutuhan praktis negara-negara mitra BRI serta perkembangan transformasi digital.

Topik apa saja yang akan dibahas dalam pelatihan?

Selain topik inti perpajakan, materi akan mencakup transformasi digital, kecerdasan buatan, dan aspek perpajakan yang berkaitan dengan perjanjian penghindaran pajak berganda.

Bagaimana metode pelatihannya?

Pelatihan akan memadukan video pembelajaran rekaman, sesi tanya jawab langsung, dan program tatap muka khusus. BRITACEG juga menyiapkan kursus lanjutan serta studi kasus praktis lintas negara.

Apakah Indonesia terlibat dalam BRITACEG?

Ya. Indonesia merupakan salah satu anggota BRITACEG, kelompok kerja yang berfokus pada peningkatan kapasitas administrasi perpajakan di negara dan yurisdiksi peserta BRI.

Related Reading